UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Demonstran tuntut permintaan maaf terkait kekerasan terhadap biksu

10/12/2012

Demonstran tuntut permintaan maaf terkait kekerasan terhadap biksu thumbnail

 

Kelompok-kelompok kecil demonstran berkumpul belum lama ini di seluruh Myanmar untuk menuntut permintaan maaf negara itu  terkait kekerasan pekan lalu yang mengakibatkan puluhan biksu mengalami luka bakar dan cedera lainnya.

Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan aksi protes warga desa dan para biksu di kota Monywa pada 29 November yang telah menggelar aksi tersebut selama seminggu yang dipicu oleh operasi proyek tambang tembaga kontroversial di barat laut Myanmar.

“Kami mendesak pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan medis kepada para biksu yang luka-luka akibat aksi kekerasan itu,” kata Khin Nay Min, yang memimpin protes kecil di pagoda Sule di pusat kota Yangon. “Kami juga meminta pembatalan proyek tembaga tersebut.”

Protes itu berlangsung hanya sekitar 30 menit karena para peserta melarikan diri takut ditangkap polisi berpakaian preman yang berbaur dengan para demonstran.

Pihak berwenang telah menangkap sekitar 10 demonstran selama protes sebelumnya akibat menentang tambang itu.

Sebuah protes kedua di kota Tamwe belum lama ini terlihat sekitar 30 demonstran mengenakan masker dan mengusung poster dengan foto-foto biksu yang terluka parah.

Kemarahan atas aksi kekerasan itu memicu protes serupa di Taunggyi di negara bagian Shan dan Mandalay, di mana 200 biksu berkumpul di halaman pagoda menuntut permintaan maaf resmi dari Presiden Thein Sein.

Sementara itu, pemerintah telah membentuk sebuah komisi yang dipimpin oleh anggota parlemen oposisi Aung San Suu Kyi untuk menilai tambang tembaga, sebuah perusahaan patungan antara militer Myanmar dan sebuah perusahaan Cina, apakah layak diteruskan.

Dalam konferensi pers belum lama ini, Suu Kyi mengingatkan bahwa komisi itu tidak mungkin dapat memberikan jawaban yang akan menyenangkan semua pihak. Dia mengatakan komisi itu akan melaksanakan tugasnya demi kepentingan jangka panjang negara itu dan rakyatnya.

U Sobita, seorang biksu dari Mandalay, mengatakan para demonstran akan terus berlanjut aksi mereka meskipun komisi itu sedang menjalankan tugasnya.

“Sebelum kami mendapatkan jawaban dari komisi itu, kami akan terus mengadakan aksi protes menyerukan permintaan maaf tingkat negara terkait aksi kekerasan itu,” katanya.

Sumber:  Protesters seek apology for crackdown

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Radikalisme kelanjutan isu besar intoleransi
  2. Film Renungan Kamis Putih
  3. Musdah Mulia: Radikalisme di Indonesia dibiayai APBN
  4. Acara kelulusan siswa membawa perdamaian sementara di daerah konflik
  5. Tangkal radikalisme dengan ajaran toleransi
  6. Perkosaan massal, sejarah perempuan yang terlupakan
  7. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  8. Empat warga Bangladesh ditahan terkait kasus perkosaan biarawati
  9. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  10. Minggu Palma, Paus mengajak umat bersikap 'rendah hati'
  1. Renungan Kamis Putih bersama Pastor Bill Grimm
  2. Empat warga Bangladesh ditahan terkait kasus perkosaan biarawati
  3. Gereja Katolik sambut Tri Hari Suci
  4. Radikalisme kelanjutan isu besar intoleransi
  5. Film Renungan Kamis Putih
  6. Acara kelulusan siswa membawa perdamaian sementara di daerah konflik
  7. Perkosaan massal, sejarah perempuan yang terlupakan
  8. Delegasi kepausan membawa bantuan bagi para pengungsi Irak
  9. Polisi Pakistan dituduh melakukan penahanan ilegal terhadap orang Kristen
  10. Tangkal radikalisme dengan ajaran toleransi
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online