UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Polisi berada di peringkat pertama pelanggaran HAM

10/12/2012

Polisi berada di peringkat pertama pelanggaran HAM thumbnail

 

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat Kepolisian sebagai institusi pelanggar HAM nomor satu tahun ini.

Komnas HAM mengungkap selama Januari hingga November 2012, Komnas HAM menerima sekitar 1.700-an pengaduan kasus pelanggaran HAM dari seluruh wilayah di Indonesia. Dari data tersebut pihak yang paling banyak diadukan adalah polisi.

Wakil Ketua Komnas Ham Muhammad Nur Khoiron mengatakan pemeringkatan pelanggaran ini berdasarkan jumlah pengaduan dari masyarakat selama 2012. Kata dia, di antara pengaduan itu terkait dengan masalah intoleransi.

“Kita akan mendorong polisi, di dalamnya juga kita akan mempertanyakan, mengevaluasi, meminta dengan tegas kepada Kepolisian, agar segera melakukan pembenahan lebih keras secara internal. Mungkin memang ada peraturan internal di kepolisian, namun itu belum terasa di tingkat lapangan khususnya dengan masalah intoleransi.”

Khoiron menambahkan angka pengaduan ini merupakan angka yang tertinggi sejak lima tahun terakhir.

Selain itu Komnas HAM menerima aduan terkait dengan kasus penahanan dan penangkapan, diskriminasi hukum dalam penyidikan dan penyiksaan dalam pemeriksaan.

Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan dalam pendidikan di kepolisian selalu menngedepankan budaya-budaya kekerasan. Ini yang membuat polisi menggunakan cara represif ketika berhadapan dengan masyarakat.

“Cara pandang di dalam pengetahuan kepolisian itu belum holistik. Belum betul-betul mendalam, karena masalah sosial itu tidak sekedar bisa didekati dari hukum doang, tetapi ada hal-hal yang bersifat antropologis, sosiologis, dan juga hal-hal yang bersifat nilai-nilai kelembagaan adat-istiadat, dan macam-macam. dan itulah dalam pendidikan kurang ungkapkan atau diisi secara bulat,” jelas Widodo.

Sementara itu anggota Komisi Hukum DPR, Eva Kusuma Sundari menilai penetapan polisi sebagai pelanggar HAM nomor wahid versi Komnas HAM adalah imbas dari kebijakan pemerintah yang tidak tegas.

Menurutnya, yang semestinya menjadi pelanggar HAM nomor wahid tahun ini adalah pemerintah, bukan polisi.

“Paling banyak sebetulnya Pemerintah Pusat, baru Polisi. Polisi ini sebenarnya, istilah Jawanya kena awu anget. Posisi dia sebagai penjaga ketertiban masyarakat sehingga punya resiko berhadapan dengan masyarakat yang akhirnya mengaku ditangani dengan pelanggar HAM, ” kata Eva.

Eva menambahkan, kepolisian juga perlu untuk terus memperbaiki standar prosedur dalam kinerjanya.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes 'tekanan' internasioal terkait Rohingya
  2. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  3. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  4. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  5. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  6. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  7. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  8. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  9. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  10. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  1. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  2. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes ‘tekanan’ internasioal terkait Rohingya
  3. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  4. Lebih dari 1.100 orang tewas di India akibat gelombang panas ekstrim
  5. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  6. Misionaris merajut kembali kebersamaan hidup yang hancur di Mindanao
  7. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  8. Pembaruan Karismatik Katolik akan mengadakan Konvenas XIII di Makassar
  9. Malaysia membantah dinilai standar ganda menangani demonstran anti-Kristen
  10. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online