UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Tokoh agama desak presiden tegas tangani kasus intoleransi

12/12/2012

Tokoh agama desak presiden tegas tangani kasus intoleransi thumbnail

 

Dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia yang jatuh setiap 10 Desember, sejumlah tokoh agama mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersikap tegas dalam menangani dan mengatasi kasus-kasus intoleransi yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menunjukkan isu-isu intoleransi merupakan salah satu kasus yang paling banyak dilaporkan masyarakat kepada lembaga tersebut sepanjang 2012.

Romo Franz Magnis-Suseno SJ di Kantor Komnas HAM, Senin (10/12) mengatakan jaminan perlindungan kebebasan beragama di Indonesia masih minim, terutama pada kelompok-kelompok agama atau kepercayaan yang tidak diakui oleh pemerintah seperti Ahmadiyah, Syiah dan Baha’i.

Menurut Romo Magnis, Presiden harus secara tegas memerintahkan jajarannya termasuk polisi untuk melindungi setiap warga negara apapun agama dan keyakinannya.

Ia menambahkan, pemerintah juga tidak boleh melakukan pembatasan terhadap agama karena para penganut agama atau ajaran dari kelompok minoritas juga merupakan warga negara yang mempunyai hak untuk beribadah sesuai keyakinannya.

“Itu masalah pimpinan politik negara ini. Harusnya negara tanpa kompromi melindungi segenap warga-warga minoritas. Pemerintah harus mendidik masyarakat. Jadi masyarakat misalnya bisa dididik supaya yang berbeda tidak usah diikuti, tetapi mari kita sama-sama menjamin bahwa mereka yang dinilai sesat, mengingat mereka juga warga negara dengan keyakinan mereka, bisa hidup dengan tenteram dan dalam lingkungan mereka beribadat juga tenteram,” ujar Romo Magnis.

Tokoh agama dari Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, mengatakan seringkali dalam kasus kebebasan beragama, aparatur negara maupun polisi tidak berada di posisi netral.

Para aparatur negara tersebut, menurut Syafii, membela kelompok mayoritas atau kelompok yang kerap melakukan tindak kekerasan atas nama agama.

Hal ini, lanjutnya, justru akan memberikan angin segar kepada kelompok intoleran sehingga mereka menganggap tindakannya benar.

Ia juga berharap tokoh agama dapat mencegah adanya kekerasan atas nama agama.

“Saya menghimbau kepada ulama, kepada intelektual janganlah kita menamakan atas nama Tuhan lalu kita melakukan tindakan intoleran terhadpa kelompok-kelompok lain yang tidak sepaham dengan kita. Paham sempit adalah musuh peradaban,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar membantah jika dikatakan polisi tidak tegas dalam menangani kasus kekerasan atas nama agama.

Polisi, kata Boy, juga sangat risau dengan terus terjadinya kasus intoleransi. Boy menyatakan pihaknya saat ini telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah mana saja yang rawan terhadap kasus intoleransi, sehingga polisi dapat mencegahnya.

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut, hanya menambahkan bahwa polisi terus bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait masalah itu.

“Yang menjadi hal sudah kita identifikasi tadi, yang menjadi akar masalah dari potensi terjadinya konflik itu, bisa kita lakukan langkah-langkah eliminasi pada taataran pencegahan, ini sangat penting,” ujar Boy. (voa.indonesia.com)

 

  • http://www.facebook.com/bernardus.watoole Bernardus Watoole

    Negara ini dengan pasal 29 UUD 45 menjamin kebebasann beragama untuk setiap warga negara. Namun dalam prakteknya kebebasan ini sama sekali tidak dirasakan oleh kaum minoritas apalagi aliran tertentu yag tidak diterima sebagai agama resmi oleh negara. Dalam hal ini, para tokoh agma hendaknya terus bersuara memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan ini.

  • Anonymous

    Kurang dua tahun lagi bersabar… kalau sekarang ini minta perhatian Pemerintah agar menindak perbuatan yang melanggar kebebasan beribadat, responsenya seperti kue biskuit yang sudah lembab…. Tetapi, loh, baru ada berita tentang mengasiahni koruptor?!?! How can this be?

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  2. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  3. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  4. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  5. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  6. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  7. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  8. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  9. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  10. Otoritas Tiongkok di Harbin menahan dua imam 'bawah tanah’
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online