Uskup ikut campur tangan terkait pencari suaka politik

12/12/2012

Uskup ikut campur tangan terkait pencari suaka politik thumbnail

 

Jumlah warga Tamil dan imigran ilegal lainnya dari utara Sri Lanka yang menjadi pencari suaka di Australia terus meningkat, meskipun bahaya dalam perjalanan dan hampir pasti mereka akan ditangkap dan dideportasi jika mereka bertahan hidup di negara kanguru itu.

Banyak orang memilih untuk meninggalkan negaranya untuk menghindari diskriminasi yang terus menerus dan penyiksaan oleh pasukan militer, polisi dan intelijen, demikian ungkap salah satu prelatus Sri Lanka.

Uskup Joseph Rayappu dari keuskupan Mannar telah menulis surat bulan ini kepada para pejabat di Australia memohon mereka untuk tidak mendeportasi para imigran Tamil ilegal dan sebaliknya memberikan suaka politik kepada mereka.

“Ini adalah pendapat saya yang menganggap bahwa hal itu sangat berbahaya bagi para pencari suaka dari utara dan timur Sri Lanka yang akan dipulangkan ke [negara] mereka, akibat situasi politik yang masih tegang di wilayah itu,” tulis Uskup Joseph dalam surat tersebut, yang dikirim pada 3 Desember.

“Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi dan berterima kasih kepada pemerintah Australia atas kebaikan yang ditunjukkan kepada para pencari suaka dari Sri Lanka dengan menampung mereka. Saya mendukung perlindungan politik yang diberikan kepada para pencari suaka oleh pemerintah Australia.”

Pemerintah Sri Lanka segera menanggapi surat tersebut. Sumber-sumber Gereja yang tidak menyebutkan namanya mengatakan para pejabat dari Divisi Investigasi Kriminal mempertanyakan isi surat Uskup Joseph tertanggal 7 Desember itu dan apakah itu bisa dilihat untuk menodai citra pasukan keamanan negara itu.

Tahun ini warga Sri Lanka tiba di Australia berjumlah 6.192 dengan menggunakan perahu,  511 telah dikembalikan, demikian pemerintah.

Sekitar 90 persen dari para pengungsi itu adalah warga Tamil.

Pastor Anthony Victor Sosai, vikjen keuskupan Mannar, mengatakan banyak warga Tamil meminta bantuan kepada uskup itu.

“Pengungsian, ancaman, pengangguran dan takut penyiksaan merupakan masalah umum bagi mereka,” katanya.

“Ini adalah sebuah seruan yang bersifat umum tanpa melakukan diskredit.”

Sekitar 100.000 warga Tamil tetap terlantar dan tanpa tempat tinggal selama lebih dari tiga tahun setelah perang saudara berdarah Sri Lanka berakhir, dan dalam banyak kasus, karena tanah mereka telah dirampas oleh militer, kata anggota parlemen oposisi dan pengacara MA Sumanthiran.

“Saya pergi ke tempat lain sehingga saya bisa memanfaatkan kesempatan untuk mencari suaka politik,” katanya Jesudasan, 45, ayah dari tiga anak.

Ia ditangkap dan tetap dalam tahanan, karena kasus pengadilannya telah ditunda beberapa kali.

Dia termasuk dalam sebuah kelompok yang berjumlah lebih dari 100 orang yang dipukul oleh polisi dan pasukan keamanan karena mereka mendukung pihak oposisi selama pemilihan gubernur tahun ini.

Komandan Kosala Warnakulasuriya, seorang juru bicara media Angkatan Laut Sri Lanka Media, mengatakan peningkatan kasus-kasus migrasi ilegal, telah berkurang terkait kondisi politik atau sosial di negara itu.

Ia mengatakan kepada media lokal bahwa kelompok-kelompok lobi pro-Tamil telah menggunakan isu itu untuk mendiskredikan pemerintah Sri Lanka.

Sumber: Bishop intervenes on behalf of Tamil asylum seekers

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  2. Komite untuk HAM berat segera disahkan
  3. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  4. Kemenag latih pengawas Madya Pendidikan Agama Katolik
  5. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  6. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  7. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  8. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  9. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  10. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  1. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  3. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  4. Komite untuk HAM berat segera disahkan
  5. Pertemuan para uskup Asia bahas perubahan iklim
  6. 173 warga Uyghur tiba di Turki setelah dibebaskan dari tahanan Thailand
  7. Kemenag latih pengawas Madya Pendidikan Agama Katolik
  8. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  9. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  10. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online