Menjadi rekor penahbisan imam, namun Karachi masih mengalami kekurangan

13/12/2012

Menjadi rekor penahbisan imam, namun Karachi masih mengalami kekurangan thumbnail

 

Seorang klerus terkemuka di Karachi mengatakan bahwa meskipun penahbisan lima imam menjadi rekor pada Minggu, namun kota itu dan Pakistan masih mengalami kekurangan imam.

“Ini hanyalah awal,” kata Pastor Benjamin Shahzad, direktur seminari nasional terkait tahbisan imam baru itu. “Kami tidak mengharapkan dampak yang besar karena sekitar 30 persen imam di sini berusia di atas 70 tahun.

Ia berbicara tentang Pesta St. Maria Diangkat ke Surga yang ditandai dengan penahbisan imam di Katedral St. Patrick, Selasa. Tiga uskup merayakan Misa secara konselebrasi.

Karachi terus mengalami kekurangan tahbisan imam sementara sejumlah paroki hanya dilayani oleh satu imam. Para analis Gereja menyalahkan kurangnya minat dari orang tua, kehidupan seminari yang tertutup dan budaya kosmopolitan di kota terbesar Pakistan.

Keuskupan agung, yang didirikan tahun 1950, menahbiskan imam lokalnya pertama baru setahun yang lalu.

“Banyak imam diundang dari kongregasi mereka untuk mengadakan Misa-misa Minggu, dan mereka hanya sebagai tamu dan tidak bisa berkontribusi banyak pada kehidupan paroki,” kata Pastor Shahzad.

“Para imam baru itu akan menangani berbagai pelayanan di paroki-paroki besar. Mereka tidak mampu untuk memulai program-program baru. ”

Untuk menjaring anggota baru, Gereja Katolik mengadakan kamping panggilan tahunan di setiap keuskupan negara itu dengan komite-komite panggilan berbasis paroki yang berperan aktif dalam mengajak mereka.

“Para imam itu dilatih untuk melek komputer dan lebih dekat dengan orang muda, banyak dari mereka memiliki kontak dengan orang muda melalui media sosial,” kata Pastor Benny Travis, vikjen keuskupan agung itu.

Gereja bertujuan menempatkan tiga imam di setiap komunitas karena masih banyak orang yang tidak terjangkau. “Ini mempengaruhi karya pastoral, pelayanan kami, dan kegiatan paroki lainnya,” tambahnya.

Sumber: Karachi ordains record number of priests

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Siswi Sekolah Katolik demo menentang pembunuhan karena narkoba
  2. RUU ‘Pelindungan Umat Beragama’ membahayakan kalangan minoritas
  3. Renungan Minggu XVI Tahun A – 23 Juli 2017
  4. Orang Kristen di Bangladesh diminta lebih terlibat dalam politik
  5. Menyita paspor terpidana pedofilia adalah langkah tepat 
  6. Umat Katolik Hong Kong mengenang Liu Xiaobo dalam Misa Requiem
  7. Koleksi buku Katolik milik Soekarno tersimpan rapi di Bengkulu
  8. Keluarga Katolik Pakistan melarikan diri setelah tuduhan penistaan
  9. KPK tantang Gereja untuk audit keuangan
  10. Gereja Katolik dukung langkah KPK dalam kasus e-KTP
  1. Dalam artikel diatas sama sekali tidak disebut diiaudit oleh KPK tapi ditekankan...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 13:17:16
  2. Saya kurang setuju bila KPK mengaudit, karena bukan badan atau kantor di pemerin...
    Said Jumtu Bagus on 2017-07-21 11:10:19
  3. KPK,gak boleh asa bergerak kesemua arah,fokus kepada keuangan negara,karena keua...
    Said ROSSY on 2017-07-21 10:28:53
  4. bukan diaudit oleh KPK tetapi diaudit oleh tim yg dibentuk oleh gereja sendiri /...
    Said Yanto Lamawato on 2017-07-21 10:01:03
  5. Absolute power corrupts absolutely Ingat. Runtuhnya kekuasaan gereja Katolik ...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:26:18
  6. Jadi semakin yakin ada yang tidak beres dg keuangan paroki Kristoforus....
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:23:17
  7. Tidak bermaksud menghalang-halangi niat/usulan KPK dalam rangka pelaksanaan audi...
    Said Alex on 2017-07-21 06:53:41
  8. Audit keuangan GEREJA itu penting utk transparansi yg akan membuat Jemaat/Umatme...
    Said Alexander Katuuk on 2017-07-20 20:59:10
  9. Audit keuangan di tubuh gereja penting utk menunjukkan tanggung jawab para penge...
    Said Don Suban Garak on 2017-07-20 19:12:24
  10. Setuju banget sebagai sebuah contoh tuk umat biar biar lebih transparan....
    Said Arnoldus Hamu on 2017-07-20 17:35:56
UCAN India Books Online