KAJ akan gelar pertemuan aktivis Katolik pengelola media online

14/12/2012

KAJ akan gelar pertemuan aktivis Katolik pengelola media online thumbnail

 

Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta (Komsos KAJ) akan memfasilitasi pertemuan aktivis Katolik pegiat media online dalam acara bertajuk, “Kopi Darat Temu Blogger/Pengelola Web dan Aktivis Online Katolik KAJ” di Aula Katedral Jakarta, Sabtu (15/12), pukul 08.00 – 13.00 WIB.

Mauritius Rakadewa, ketua panitia mengatakan, acara ini diadakan untuk menyiasati perkembangan tekonologi informasi yang begitu pesat, terutama dunia maya atau Internet.

“Teknologi informasi telah membuat Gereja Katolik semakin mawas diri. Gereja Katolik kini seakan-akan turut berpacu untuk selalu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi informasi agar segala kelebihannya dapat dimanfaatkan dan segala kelemahannya dapat terantisipasi dengan segera”, kata Rakadewa kepada ucanews.com, belum lama ini.

“Kekuatan Internet kini tidak bisa dilihat sebelah mata oleh Gereja Katolik. Untuk itu Gereja Katolik mau tidak mau wajib memanfaatkan kelebihan Internet dan meminimalisir efek negatif yang ditimbulkannya”, tambahnya.

Rakadewa menjelaskan, saat ini, kendala utamanya adalah sumber daya Gereja Katolik Indonesia dalam mengelola Internet masih terpecah-pecah. “Semua institusi dan bagian-bagian Gereja Katolik Indonesia masih bergerak sendiri-sendiri secara sporadis dalam hal pengelolaan dunia Internet”, jelasnya.

Ia mencontohkan, hampir setiap umat Katolik dan institusi resmi memiliki facebook, twitter, blog dan website sendiri-sendiri yang isinya sebagian atau seluruhnya tentang iman dan berita kekatolikan.

“Dan dalam pengelolaannya mereka hanya mengacu pada kepentingan mereka dan institusi sendiri-sendiri” Selain itu, lanjutnya, kemampuan tiap-tiap umat dan Institusi dalam pengelolaan media-media tersebut masih berbeda-beda dan terbatas.

“Diharapkan melalui acara ini, mereka bisa saling bersinergi satu dengan lainnya, terutama semakin memiliki wawasan yang sepadan dengan Gereja Universal dan Gereja Lokal”, tegasnya.

Ia optimis, jika ada jejaring komunikasi yang menghubungkan untuk saling membantu dan berbagi dalam pengelolaan media online, tentu akan sangat membantu dalam berbagai hal yang bersifat non-teknis, seperti Sosialisasi Program Gereja Pusat, Propaganda Kegiatan Gereja, Isu-isu aktual Gereja, dan sebagainya.

“Selain itu, juga bisa membantu dalam hal-hal teknis, seperti cara membangun facebook, twitter, blog, dan website yang aman dan professional”, jelasnya.

Kegiatan ini akan menyasar Seksi Komunikasi Sosial Paroki KAJ, pengelola situs dan media sosial di KAJ, juga setiap orang Katolik yang memiliki web/blog/jejaring sosial kekatolikan.

Acara ini akan diisi dengan seminar dan dialog bersama narasumber, yaitu Romo Alfonsus Widhiwiryawan SX, seorang blogger personal di esercizi spirituali per i nostri tempi, salah satu partisipan dalam vatican blogger meeting 2011 yang juga memiliki relasi dengan rekan-rekan blogger di beberapa negara.

Saat ini, ia sedang mempersiapkan kursus Spiritualitas Cyber di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Selain itu, narasumber lain adalah Stefanus Tay pemilik dan pengelola website www.katolisitas.orgserta Ketua Komsos KAJ, Romo Harry Sulistyo.

Menurut Rakadewa, hingga Selasa, (11/12) jumlah peserta yang mendaftar diri untuk mengikuti acara ini, baik lewat email, facebook maupun telepon tercatat 250 orang dari KAJ dan 20 orang berasal dari keuskupan agung Semarang, keuskupan Bogor, keuskupan Bandung, dan keuskupan Surabaya.

 Ryan Dagur, Jakarta

 

2 Comments on "KAJ akan gelar pertemuan aktivis Katolik pengelola media online"

  1. Bernardus Watoole on Sat, 15th Dec 2012 9:24 am 

    Saya menilai sangat positip setiap umat katolik yang bergerak di mas media baik cetak maupun elektronik perlu diarahkan sehingga menjadi kekuatan dalam pewartaan iman.

  2. Frans Tantridharma on Tue, 18th Dec 2012 1:42 am 

    Mampu menjawab tantangan perubahan zaman dengan semangat injili. Selamat berkarya.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online