UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Meski ajarannya menyimpang, Shinchonji terus melakukan konversi

Desember 19, 2012

Meski ajarannya menyimpang, Shinchonji terus melakukan konversi

 

Ketika Caritas Lee Seung-hye berangat menghadiri seri studi Kitab Suci bersama ibunya, dia diajarkan penafsiran yang sangat berbeda dengan yang ia peroleh di sekolah.

Ia diberitahu Roh Kudus datang kepada seseorang secara misteri,  seseorang yang bukan salah satu dari para Rasul Yesus.

Penafsiran ini dilakukan oleh Shinchonji, Gereja Yesus, Temple of the Tabernacle of the Testimony (SCJ), sebuah denominasi agama minoritas yang membuka kursus Kitab Suci gratis.

Terkait hal ini, Caritas tidak tahu saudaranya telah dikonversi dari Katolik menjadi Shinchonji.

“Saya menemukan kebohongan dan cara dari Shinchonji untuk menggoda adik saya keluar dari Katolik,” kata Caritas, yang tinggal di distrik Gangnam, Seoul.

“Tapi, saudaraku membantah saya saat menguji imannya setelah menjadi  Shinchonji dan kami tidak lagi berbicara satu sama lain.”

Sejak saat itu, keluarganya cekcok. Saudaranya Caritas tidak lagi berbicara kepada ibunya juga.

Dengan memperhatikan ajaran sekte itu dan kerusakan yang dilakukan terhadap keluarganya, Caritas kemudian melakukan kampanye anti-SCJ.

Shinchonji, yang berarti ‘Surga baru dan Bumi baru’, didirikan tahun 1980 oleh Lee Man-hui, yang para pengikutnya percaya bahwa ‘Yesus akan datang kembali.’

Mengacu pada Wahyu (7:2): ” Lalu saya melihat seorang malaikat yang lain muncul dari sebelah timur. Ia membawa meterai dari Allah yang hidup. ‘SCJ’ mengklaim bahwa Timur ‘adalah Korea dan seorang malaikat lain ‘adalah Lee, pendiri CSJ.

SCJ juga tergiur dengan Wahyu (7:4), yang mengklaim bahwa 144.000 anggota dimeterai dari suku bani Israel yang membentuk 12 kelompok suku SCJ di seluruh Korea Selatan. Kini, mereka beroperasi lebih dari 300 pusat misi.

Pastor Paul Han Min-taeg, asisten direktur Evangelisasi dan Pendidikan Keuskupan Suwon, mengatakan bahwa SCJ hanya sebuah sekte Kristen yang sesat, yang kini memiliki sekitar 40 pengikut atau lebih di Korea Selatan.

“Sekte ini menyangkal Trinitas Suci dan mendewakan pendirinya Lee, dengan membingungkan pengikutnya karena memutarbalikkan nubuat dalam Kitab Wahyu,” katanya. “Dengan pandangan apokaliptik ini, Lee mencuci otak para pengikutnya dan mendorong mereka untuk pergi dan menarik para pengikut dengan berbagai cara.”

Dalam beberapa tahun terakhir, pers Korea Selatan dan blog mencoba untuk mempublikasikan tentang SCJ dan bagaimana cara kerjanya, dan hal itu membingungkan para ekspatriat.

Banyak orang menjelaskan sekte itu berafiliasi dengan kelompok yang disebut Mannam, sebuah organisasi non-agama dengan laskar sukarelawan yang biasanya mendorong orang yang tidak tahu untuk mengambil bagian dalam perjalanan dan kegiatan di seluruh negeri itu. Banyak ekspatriat telah bergabung dengan sekte itu dan mengatakan mereka telah memiliki waktu yang baik, tanpa tanda-tanda konversi.

Yoo Jung-hoon, seperti Caritas adalah seorang pengkampanye anti-SCJ. Ia mengatakan bahwa kelompok itu juga merangkul banyak umat Katolik yang tidak tahu Kitab Suci cukup baik mengabaikan beberapa klaim Shinchonji yang aneh tersebut.

“Bagi mereka, memancing umat Katolik adalah sepotong kue,” katanya.

Veronica Lee Eun-soo, 40, yang memberikan nama samaran untuk melindungi identitasnya, mengakui bahwa dia adalah salah satu korban.

“Tanpa pengetahuan tentang Kitab Suci, ajaran-ajaran dalam studi Kitab Suci Shinchonji tampak luar biasa dan saya menghargai ini sebagai karunia dari Tuhan,” katanya. “Sementara belajar di sana saya merasa saya adalah orang yang dipilih.”

Dia mengatakan bahwa banyak klaim SCJ bahwa semua malaikat adalah manusia dan bahwa Kitab Suci ditulis dalam bahasa metafora yang hanya Lee dapat memahaminya, padahal salah.

“Tapi, tiba-tiba saya ikut percaya pada sesuatu yang konyol itu,” katanya.

Seorang pejabat Shinchonji yang tidak menyabutkan namanya mengatakan bahwa SCJ didiskreditkan. Ia tidak pernah mengajarkan bahwa Lee adalah Yesus, tambahnya, meskipun banyak umat SCJ percaya bahwa hal itu terjadi “karena mereka sangat mencintainya.”

“Kami adalah umat Allah dari denominasi yang berbeda, seperti Gereja Baptis atau Gereja Metodis,” katanya, “tapi, beberapa orang Kristen lainnya menuduh kami bahwa orang Kristen semakin banyak dikonversi ke Shinchonji.”

Sumber: Despite accusations of distortion, Shinchonji keeps on attracting converts

 

2 responses to “Meski ajarannya menyimpang, Shinchonji terus melakukan konversi”

  1. Penting bagi umat Katolik memahami sejarah gereja. Umat Allah sedang berada dalam perziarahan menuju dunia baru dan langit baru. Perjalanan panjang itu merupakan ujian tersendiri untuk bisa lulus mencapai tujuan. Harus diakui kita seringkali kehilangan rasa persaudaraan yang akrab, sehingga hubungan satu sama menjadi lemah. Tak heran orang mencari kehangatan dalam komunitas lain dan keluar dari Katolik.

  2. D says:

    saya pernah menjadi korban mereka dan sempat terjeblos masuk kedalam grup sesat tersebut. puji Tuhan setelah melalui doa dan berbagai konsultasi dengan kakak rohani semasa pelayanan dijakarta, akhirnya Roh Kudus menggerakkanku untuk keluar. proses keluarnya pun terbilang drama, mereka mencegatku didepan rumah tinggalku, dikampusku, terus menerus menghubungiku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi