
Dua belas petani yang melakukan aksi mogok makan kolaps dan dilarikan ke rumah sakit kemarin. Mereka mengeluh bahwa mereka merasa lemah dan mengalami kesulitan bernapas.
Para petani itu termasuk di antara 56 petani tak bertanah yang memulai mogok makan di Manila, Senin.
Kelompok ini berasal dari provinsi Negros, provinsi Batangas dan provinsi Bukidnon, telah berencana melakukan aksi mogok makan di markas Departemen Reformasi Agraria untuk menuntut segera pembagian tanah.
Para pemogok makan yang lain masih melanjutkan puasa kemarin, dan rela “mati” di depan gedung reformasi agraria itu, memblokir lalu lintas di daerah tersebut.
Seorang juru bicara mengatakan mereka akan tetap berkomitmen untuk mogok makan mereka sambil menunggu Presiden Benigno Aquino untuk bertemu dengan mereka. Namun, pihak istana presiden tetap bersikap diam terkait masalah ini.
Para petani melakukan protes menuntut segera pembagian lahan 17.160 hektar yang telah dijanjikan kepada mereka di bawah program reformasi agraria pemerintah, dan pemecatan terhadap Sekretaris Reformasi Agraria Virgilio Delos Reyes.
Para petani mengklaim bahwa Delos Reyes telah mengurangi target distribusi tahun ini dari 260.000 hektar menjadi 180.000. Hingga kini baru 49.349 hektar lahan telah dibagikan pada 13 Desember.
Di Negros Occidental saja, hanya 1.784 hektar telah dibagikan kepada para petani dari target pemerintah sebanyak 54.172 hektar.
Sumber: Hunger strike farmers collapse
Caleg Katolik jangan tenggelam dalam arus politik tidak sehat
Syafii Maarif: Saya ikut protesnya Romo Magnis
Filipina dan Arab Saudi tandatangani kesepakatan tenaga kerja