UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Mahasiswa Indonesia belajar pluralisme ke Amerika

21/12/2012

Mahasiswa Indonesia belajar pluralisme ke Amerika thumbnail

 

Pemerintah Amerika Serikat kembali mengirimkan mahasiswa Indonesia ke Amerika, untuk saling belajar dan bertukar informasi mengenai hubungan antar umat beragama, dalam Study of the United State Institut (SUSI) program on Religious Pluralism.

Menurut Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Joaquin Monserrate, program pluralisme agama ditujukan untuk saling menggali dan mempelajari, mengenai kerukunan hidup antar umat beragama.

Ia mengatakan para mahasiswa yang terpilih akan mengikuti kegiatan perkuliahan di Temple University, dengan melakukan dialog lintas agama, kunjungan ke berbagai tempat ibadah, serta melakukan berbagai kegiatan terkait pluralisme keyakinan.

“Mungkin negara Indonesia dan Amerika Serikat ada pengalaman sama, dimana ada beberapa agama-agama, dan komitmen besar dari pemerintah pusat dan dari masyarakat untuk saling mengerti tentang agama, untuk supaya agama tidak menjadi pembatasan antara relasi manusia ya, dan itu mungkin kami bisa belajar banyak dari pengalaman Indonesia yang cukup lama, kami juga bisa membagikan dengan orang Indonesia bagaimana pengalaman kita, karena pasti ya dalam sejarah pasti ada masalah yang harus diatasi,” kata Joaquin Monserrate, Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya.

Natalia Wijayanti, peserta SUSI mengatakan, keikutsertaannya dalam program ini untuk mempelajari toleransi yang ada di Amerika Serikat, yang memiliki banyak agama dan keyakinan yang berbeda-beda seperti di Indonesia.

“Yang jelas yang mau saya pelajari disana itu cara orang Amerika menghargai agama-agama minoritas. Bagaimana caranya mereka bisa membuat orang-orang yang aliran berbeda-beda seperti itu, mereka bisa hidup dalam satu negara, dan jarang ada konflik keagamaan juga, tidak seperti kita disini,” jelas salah satu peserta SUSI, Natalia Wijayanti.

Peserta SUSI asal Ambon, Matelda mengungkapkan, hasil belajar tentang pluralisme di Amerika Serikat, akan digunakan untuk membangun pemahaman kaum muda di daerahnya mengenai sebuah perbedaan.

“Menurut saya perubahan itu harus dimulai sejak awal, gak boleh tunggu sampai paradigmanya sudah terbentuk, terdoktrin dulu di otak, baru mau jalankan sudah agak susah, jadi harus dimulai harus dimulai dari orang-orang muda seperti kita, karena semakin banyak orang muda yang punya paradigma berpikir yang lebih open mind, itu semakin bagus untuk mengubah kota itu sendiri,” katanya.

Sementara itu Salwa Amalia, alumni SUSI mengatakan, pemerintah Indonesia harus mampu menjaga perdamaian di tengah pluralisme bangsa, yang memiliki banyak perbedaan, seperti suku, budaya, agama, dan keyakinan.

“Amerika sama Indonesia sama-sama demokrasi, tapi mereka bisa begitu menjaga kedamaian kenapa kita enggak gitu. Dengan multi culturenya budaya kita, multi culturenya agama kita, sebenarnya kita juga bisa,” kata Salwa.

Sumber: VOA Indonesia




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’
  2. Hari Kaum Muda menyatukan OMK Banglades
  3. Seorang misionaris di antara para ‘keluyur malam’
  4. Keluarga korban pembunuhan terkait narkoba dibantu atasi trauma
  5. Kardinal Zen khawatir terkait kesepakatan Vatikan dan Tiongkok
  6. Ribuan umat Katolik Filipina gelar reli doa menentang anti-kehidupan
  7. Umat Katolik didorong membangun budaya cinta
  8. Para uskup Korea memperkenalkan program diagnosis pastoral
  9. Keuskupan Vietnam kecam tindakan represif terhadap demonstran
  10. Duta Besar Vatikan yang baru tiba di India
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online