UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Solidaritas dengan korban Bopha, umat Katolik didesak batalkan pesta Natal

Desember 21, 2012

Solidaritas dengan korban Bopha, umat Katolik didesak batalkan pesta Natal

 

Pemerintah dan pemimpin Gereja telah mendesak umat Katolik Filipina untuk menyederhanakan atau membatalkan pesta Natal tahun ini untuk menunjukkan rasa solidaritas dengan para korban Topan Bopha yang menghancurkan sejumlah bagian Mindanao awal bulan ini.

Beberapa instansi pemerintah telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengadakan pesta Natal dan akan menyumbangkan dana tunai bagi para korban topan tersebut.

Departemen Pariwisata juga mengumumkan pembatalan pesta Natalnya dengan mengatakan: “Warga Filipina hendaknya ingat nilai-nilai cinta kasih dan solidaritas melalui doa dan berkat” bagi para korban bencana.

Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya akan menyumbangkan uang tunai dari pesta Natalnya untuk organisasi-organisasi yang membantu para korban topan.

Filipina ini menjadikan Natal sebagai salah satu festival paling penting dan pesta Natal sering melibatkan anggaran besar.

Uskup Agung Jose Palma dari Cebu mengatakan, “Kita masih bisa bahagia jika kita merayakan pesta dengan sederhana. Harus ada upaya untuk berbagi apa yang kita bisa buat.”

Uskup Deogracias Iniguez dari Kalookan mengatakan ketaatan Natal “ditunjukkan melalui kepekaan terhadap para penderita memilukan, khususnya keluarga-keluarga yang dilanda topan.”

Uskup Agung Palma, yang juga ketua Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan Karitas masih menerima sumbangan untuk para korban bencana Mindanao.

Sementara itu, Konsorsium Tanggap Kemanusiaan dan bantuan karitatif internasional Oxfam meluncurkan misi tanggap darurat hari ini di kota-kota New Bataan di Compostela Valley dan di Boston dan Cateel di Davao Oriental. Misi ini bertujuan untuk menyediakan tempat penampungan darurat bagi 11.000 keluarga.

Badan Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nasional mengatakan kemarin bahwa jumlah korban tewas akibat topan itu telah mencapai 1.047 orang, sementara 841 lebih masih hilang.

Badan Koordinasi Kemanusiaan PBB pekan ini mengatakan bencana itu telah berdampak bagi 6,2 juta orang dengan sekitar 960.000 orang yang tinggal di reruntuhan rumah mereka dan di lapangan terbuka.

Pemerintah mengatakan sekitar 26.000 orang masih tinggal di 63 pusat evakuasi.

Sumber: Partygoers urged to scrap festivities

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi