Presiden apresiasi pengamanan Natal

27/12/2012

Presiden apresiasi pengamanan Natal thumbnail

Pengamanan Natal di katedral Jakarta (Foto: dokumen)

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat menghargai dan mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan, baik Kepolisian Negara RI (Polri) maupun TNI, dan semua pihak yang bekerja keras mengamankan perayaan Natal 2012.

“Saya memantau dan mengikuti perayaan Natal di seluruh Indonesia berjalan aman, lancar dan tertib,” kata Kepala Negara di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu malam, saat membuka sidang kabinet paripurna mengenai pembahasan APBN.

Kepala Negara secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo, dan Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono.

“Alhamdulillah, teruslah bekerja untuk negara ini dan memberikan pengamanan hingga Tahun Baru 2013 mendatang,” katanya.

Polri menyatakan situasi keamanan saat perayaan natal dan tahun baru di seluruh Indonesia dalam keadaan kondusif.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto, mengatakan bahwa seluruh anggota yang terlibat pengamanan Operasi Lilin 2012 sudah menempati posnya masing-masing.

“Untuk seluruh kekuatan Polri yang dilibatkan dalam kegiatan pengamanan hari Natal dan Tahun Baru sebanyak 82.633 personel. Tentunya nanti ini dibagi sesuai wilayah masing-masing,” tutur Agus.

Polri membagi dua wilayah prioritas, untuk prioritas pertama untuk 14 Polda yakni Sumut, Metro Jaya, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Kaltim, Papua, DIY, NTT, Sulteng, Sulut, Maluku dan Kalteng.

Sebanyak 3.000 pos pengamanan gabungan disiapkan pada operasi Lilin 2012 yang dilaksanakan selama sepuluh hari dari dari 23 Desember 2012 hingga 1 Januari 2013 di seluruh Indonesia.

“Sisanya untuk wilayah prioritas dua, sementara TNI, kementerian terkait dan komponen masyarakat itu sifatnya situasional untuk seluruh Indonesia,” ujarnya. (Antara)

 

One Comment on "Presiden apresiasi pengamanan Natal"

  1. Anonymous on Fri, 28th Dec 2012 9:11 am 

    Ya, pengamanan baru ini, Natal, baik sekali, maka tidak ada pengganggu.. Juga perhatian dari Bp. Gubernur DKI ke Katedral… seribu satu tugas, tetapi masih menyempatkan kunjung ke Katedral… Terima kasih pada mereka semua…




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online