UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Kegiatan keagamaan di kampus dapat peringatan dari pemerintah

28/12/2012

Kegiatan keagamaan di kampus dapat peringatan dari pemerintah thumbnail

 

Para mahasiswa Katolik, karyawan muda dan klerus merasa heran dengan sebuah dokumen resmi rahasia yang melarang kegiatan misionaris di sekolah tinggi dan universitas di Cina.

ChinaAid yang berbasis di Amerika Serikat belum lama ini menjadi berita utama karena lembaga itu mengungkapkan dokumen tersebut, yang dikeluarkan komite pusat Partai Komunis dan Dewan Negara itu kepada semua departemen terkait pada Mei 2011.

Dokumen itu menyebutkan pemerintah memiliki “tugas penting dan mendesak” untuk mengawasi kecerdikan asing di kampus-kampus melalui penggunaan kegiatan keagamaan dan pelayanan misionaris.

Dokumen itu memberitahukan kepada badan pendidikan mereka bahwa secara hukum badan itu berkewajiban untuk mencegah kegiatan keagamaan, dan menghentikan para misionaris untuk mempromosikan kegiatan mereka kepada para mahasiswa baru atau menampilkan diri sebagai relawan.

Menurut ChinaAid, sebuah organisasi hak asasi manusia Kristen, dokumen itu ditujukan terutama kepada Gereja Protestan.

Tapi, Pastor Joseph, yang bertanggung jawab untuk pelayanan kaum muda Katolik di provinsi Hebei, mengatakan dokumen tersebut tidak membuat kejutan besar dan hal itu adalah biasa dari pemerintah Cina. Dia juga meragukan ada upaya anti-Kristen karena hal itu sering dilakukan.

“Pihak berwenang harus menyadari bahwa saat ini orang tidak akan mendengarkan apa yang Anda katakan,” katanya, “Cara tersebut tidak mungkin mengontrol pikiran orang kecuali kita kembali ke era tanpa TV dan Internet.”

Dia menambahkan bahwa kurangnya pembinaan secara sistematis di Cina adalah masalah yang lebih besar ketimbang kekhawatiran akan dokumen itu. “Setelah 15 hingga 20 tahun, paroki-paroki kami akan ditinggalkan,” katanya.

Di provinsi Zhejiang, seorang mahasiswa yang hanya menyebut dirinya sebagai Lukas mengatakan ia juga tidak terkejut mendengar berita itu. “Bukankah rezim komunis selalu melakukan hal ini? Kita sudah terbiasa dengan hal seperti itu,” katanya.

Ming Yuan, seorang mahasiswa di Provinsi Shandong, mengungkapkan pendapatnya bahwa pesan pemerintah pusat tidak akan ditindaklanjuti masyarakat pada tingkat yang lebih rendah. “Ini tidak akan mempengaruhi kegiatan kami,” katanya, “Ini hanya mencerminkan ketidakdewasaan kebijakan keagamaan dari pihak pemerintah.”

Di provinsi Gansu, tokoh muda Matthew Wang mengatakan ia setuju dengan pernyataan ChinaAid bahwa dokumen itu ditujukan kepada umat Protestan ketimbang umat Katolik, yang menurutnya, sebagai “penginjil pasif, yang hanya mem-posting pengumuman untuk menemukan orang-orang seiman di kalangan mahasiswa baru atau mengundang teman sekelas untuk mengadakan pertemuan mereka.”

Dia menambahkan, “Para mahasiswa kami pada umumnya takut untuk menjalankan agama mereka karena hal itu dapat menimbulkan diskriminasi dan rasa ingin tahu dari orang lain, yang kemudian bisa menimbulkan masalah.”

Namun, ia juga menyatakan keberatannya atas niat pemerintah, dengan menjelaskan bahwa lebih dari 18 warga secara legal berhak untuk memilih agama mereka.

“Mengapa pemerintah hanya melarang evangelisasi di kampus, tetapi tidak melarang kumpul kebo atau aborsi?” tanyanya. “Mengapa tidak ada dokumen resmi untuk menangani masalah-masalah psikologis mahasiswa, karena ada begitu banyak kasus bunuh diri setiap tahun? Ini adalah diskriminasi langsung terhadap keyakinan agama dan Gereja.”

Xiao Tianshi, yang belum lama ini lulus dari sebuah universitas di kota Xi’an, menyarankan bahwa para penginjil mahasiswa dapat menghindari masalah tersebut. “Mereka bisa mengatur kegiatan secara pribadi, tapi tidak dengan meriah,” katanya. “Yang paling penting dari semua adalah tidak untuk menentang partai itu.”

Sumber: Government memo on Christian activities holds little threat and few surprises

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Perempuan memiliki banyak karisma pribadi untuk dipersembahkan bagi Gereja
  2. Pesparawi XIII: Seni robohkan tembok pemisah umat beragama
  3. Gereja minta Jokowi ungkap kelompok garis keras yang kacaukan Papua
  4. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  5. PBNU khawatirkan gerakan pelunturan Pancasila
  6. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  7. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  8. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  9. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  10. Egoisme agama muncul karena pendidikan tidak mengajarkan etika
  1. Pesparawi XIII: Seni robohkan tembok pemisah umat beragama
  2. Perempuan memiliki banyak karisma pribadi untuk dipersembahkan bagi Gereja
  3. PBNU khawatirkan gerakan pelunturan Pancasila
  4. Tim pelayanan penjara Yesuit mengunjungi keluarga para napi Laos di Thailand
  5. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  6. Universitas Yesuit di Asia-Pasifik bahas peran mereka dalam bidang keadilan sosial
  7. PID: Wadah pemuda lintas agama menyatukan perbedaan
  8. Kebebasan beragama dinilai jadi persoalan serius buat Jokowi
  9. Biarawati juara The Voice luncurkan album Natal
  10. Vatikan: Hari Komunikasi Sedunia 2015 fokus pada keluarga
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online