Paus kunjungi pembocor rahasia Vatikan di penjara dan memaafkannya

28/12/2012

Paus kunjungi pembocor rahasia Vatikan di penjara dan memaafkannya thumbnail

 

Selama pertemuan 15 menit di sel tahanan polisi Vatikan, Paus Benediktus XVI memaafkan mantan pelayannya, Paolo Gabriele, dan mengatakan kepadanya bahwa dia telah diampuni.

Vatikan menjelaskan kunjungan Paus pada 22 Desember itu, untuk¬† memberikan pengampunan sebagai “sikap seorang bapak terhadap seseorang yang bersama Paus yang memiliki hubungan yang akrab setiap hari selama bertahun-tahun.”

Gabriele, pembocor rahasia Vatikan (Vatileaks)  diizinkan pulang pada hari yang sama. Dia telah berada di sel tahanan polisi Vatikan itu selama hampir dua bulan setelah dinyatakan bersalah karena mencuri dan membocorkan dokumen pribadi Vatikan dan korespondensi kepausan.

Dihukum 18 bulan penjara, Gabriele mulai menjalani hukuman pada 25 Oktober.

Gabriele, 46,  bekerja di apartemen kepausan dari tahun 2006 sampai penangkapannya pada Mei. Dia, istri dan tiga anaknya telah tinggal di apartemen Vatikan, tetapi kini mereka harus pindah karena ia tidak lagi dipekerjakan oleh Vatikan, kata Pastor Federico Lombardi SJ.

Istri Gabriele, Manuela Citti, mengatakan kepada surat kabar Roma, Il Messaggero, bahwa grasi Paus membuat ia menyambut dengan penuh sukacita.

“Saya terlalu emosional untuk mengatakan apa-apa lagi,” katanya.

Terkait hukuman Gabriele, Tarcisio Kardinal Bertone, sekretaris negara Vatikan, mengatakan kejahatan Gabriele menimbulkan skandal pada kepausan dan Gereja universal.

Dengan mencuri korespondensi pribadi ke dan dari Paus itu serta dokumen sensitif lainnya, dan membocorkan rahasia tersebut kepada seorang wartawan Italia, Gabriele melakukan “pelanggaran pribadi terhadap Bapa Suci,” tulis kardinal itu.

Tindakannya juga “melanggar hak privasi banyak orang, menciptakan prasangka terhadap Takhta Suci dan berbagai institusi, menciptakan hambatan komunikasi di antara para uskup sedunia dan Takhta Suci, dan membuat skandal kepada komunitas umat beriman,” tulisnya.

Pengacara Gabriele mengatakan kepada sebuah surat kabar Italia pada Juli bahwa Gabriele telah menulis “surat rahasia kepada Paus,” meminta maaf dan mengatakan kepada Paus bahwa ia bertindak sendirian.

Sumber: Pope visits and pardons ‘Vatileaks’ butler in jail

 

4 Comments on "Paus kunjungi pembocor rahasia Vatikan di penjara dan memaafkannya"

  1. yantosaputrayo on Sat, 29th Dec 2012 7:32 am 

    semoga dalam hal ini bpk Paus Benediktus XVI me-maaf-kannya dengan TULUS bukan sebuah retorika agama,,supaya ” RAHMAT BAPA” yang menaunginya tak menjadi “kutuk” bagi umat Katolik..

  2. Bernardus Wato Ole on Sat, 29th Dec 2012 7:47 am 

    Sikapa seorang Bapa yang ‘lari’ menyonngsong anaknya yang ‘hilang’……

  3. yantosaputrayo on Mon, 31st Dec 2012 7:07 am 

    marilah kita mulai sekarang saling mengingatkan dengan segala pandangan yang berbeda agar pemikiran salah dan benar, tidak membelenggu ….. emosi, akal budi dan iman kita. Berpikirlah cara dengan cara ke3 agar kita dapat membawa manusia ke hadapan Tuhan sesuai dengan firmannya.

    salam

  4. Elias Abul on Thu, 3rd Jan 2013 5:40 am 

    Semoga semua orang dapat melakukan apa yang dilakukan Bapa Paus terhadap bawahannya.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online