UCAN Philippines Catholic Church News
UCAN Spirituality

Perhatian hirarki terhadap pendidikan kader politisi Katolik dinilai masih minim

28/12/2012

Perhatian hirarki terhadap pendidikan kader politisi Katolik dinilai masih minim thumbnail

Muliawan Margadana (foto: dokumen)

 

Gereja Katolik boleh berbangga dengan nama-nama tokoh politik Katolik yang ikut berperan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, termasuk Ignatius Joseph Kasimo dan Mgr Albertus Soegijapranata SJ.

Kasimo tidak hanya menjadi salah satu pelopor kemerdekaan dan pendiri Partai Katolik, ia juga menjabat sebagai menteri setelah Indonesia merdeka.

Pada zaman Orde Lama dan Orde Baru, dan bahkan era reformasi masih terdapat sejumlah nama yang menjadi tokoh-tokoh nasional, termasuk Frans Seda.

Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) melihat, dibanding dengan zaman sekarang, khusunya pasca-reformasi, peran tokoh-tokoh katolik cenderung melemah, meski memang masih terdapat beberapa menteri, juga pejabat publik seperti gubernur dan bupati yang beragama katolik.

Menurut Muliawan Margadana, Ketua Presidium Pusat ISKA, hal ini dipicu oleh minimnya keterlibatan hirarki dalam kaderisasi awam di bidang politik.

Ia melihat, situasi ini berbeda dengan pada masa  awal kemerdekaan, di mana Gereja menempatkan imam yang berdedikasi penuh untuk kaderisasi tokoh publik, misalnya Pastor Franciscus Georgius Josephus Van Lith SJ, misionaris Belanda yang memelopori pendidikan di Jawa, yang juga guru Kasimo dan Mgr Soegijapranata, uskup agung pribumi pertama yang juga pahlawan nasional.

Selain itu, ada juga Pastor Josephus Gerardus Beek SJ yang memiliki peran besar dalam kaderisasi para pemuda dan mahasiswa Katolik di asrama Realino Yogyakarta, di samping melakukan kaderisasi di Klender, Jakarta, serta tokoh yang berperan di balik lahirnya Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

“Awam sendiri bukannya tidak mampu melakukan kaderisasi, tapi umumnya memang tidak bisa fully dedicated and committed karena kesibukan profesinya sehari-hari, juga ormas-ormas yang ada tidak berkesinambungan programnya”, kata Margana kepada ucanews.com.

Ia juga mengkritisi, saat ini masih sangat banyak tokoh, ormas, imam yang  orientasinya hanya pada pembuatan kurikulum untuk training di kalangan awam remaja saja.

“Tapi, lupa bagaimana mengkaderkan yang sudah sarjana S1, S2, maupun S3”.

Ia mendorong agar peran Komisi Kerasulan Awam dan  ormas ditingkatkan untuk bersama-sama melihat stakeholder mapping serta road map kaderisasi awam.

“Masalah kaderisasi tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu singkat, tetapi proses mulai dari grooming (persiapan) sampai coaching (pembinaan) dan counseling (pendampingan) serta mentoring (pengarahan) sangatlah vital,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Hirarki tidak perlu berpolitik praktis, namun paling tidak menjadi fasilitator dan ‘penjahit’ seluruh network resources yang ada, hingga terjadi proses yang optimal”.

Sebelumnya, saat memberi keynote speech dalam acara Dies Natalis Pemuda Katolik ke-67 di Yogyakarta pada pertengahan Desember lalu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengamati kurangya tokoh-tokoh nasional Katolik saat ini karena pendidikan kader yang lemah.

“Bahkan, nyaris tidak ada aktivitas orang muda Katolik yang mengarahkan mereka pada peran dan tanggung jawab dalam politik. Hal ini berbeda dengan pada masa-masa awal kemerdekaan, dimana kala itu, banyak sekali tokoh-tokoh Katolik yang mengambil peran sentral,” katanya.

Saat itu, menanggapi keprihatinan ini, Ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligerja Indonesia (KWI), Mgr Yustinus Harjosusanto MSF mengatakan, saat ini Gereja memang tidak memiliki lembaga khusus untuk mendidik kader-kader Katolik, tetapi menyerahkan hal itu pada organisasi-organisasi dan partai politik.

“Meski demikian, tentu saja Gereja tetap memperhatikan umatnya yang menjadi politikus”, katanya.

Uskup Tanjung Selor ini menjelaskan, selama ini Komisi Kerawam berupaya memfasilitasi pertemuan politisi-politisi Katolik, yang biasa diadakan setiap bulan untuk meningatkan mereka akan jati diri sebagai orang Katolik.

Ryan Dagur, Jakarta

 

  • Bernardus Wato Ole

    Saya setuju bahwa saat ini perhatian hirarki gereja Katolik pada pendidikan politik sangat minim. Gereja dalam hal ini KWI harus pro aktif dalam menggiatkan komisi Kerasulan Awam di keuskupan dan paroki. Tidak bisa begitu saja diserahkan pengkaderan dan pembinaan politik kepada ormas-ormas Katolik. Gereja wajib menghidupkan nilai-nilai kekatolikan dalam tubuh ormas-ormas itu.

  • http://www.facebook.com/karaeng.buraknea Karaeng Buraknea

    Kader Poltik dan ketokohan Katolik di tingkat paroki sampai ke keuskupan tak lebih dari mereka yang menonjol dibidang ekonomi. Selain itu…ya….minggir. Padahal, banyak aktivis Katolik (masyarakat sipil) yang bekerja utk kemajuan demokrasi, HAM, toleransi agama dll, lebih patut dikedepankan dan mendapatkan perhatian dan pembinaan penuh dari hirarki sbg kader-kader Katolik Indonesia sejati.

  • yantosaputrayo

    ya benar itulah yang terjadi ,karena ” katolik beruang” dijadikan pertanda kesuksesan oleh kebanyakan para imam maupun awam katolik yang kurang memahami misi Yesus yang bernilai “kekayaan spiritual” bukan “kekayaan duniawi”

    Para imam dan awam memerlukan pembinaan yang lebih intensif kearah itu agar dapat menghasilkan tokoh yang memiliki KEKAYAAN SEJATI seperti Tuhan nya..

  • frans

    Ditinjau dari aspek keimanan umat katolik merasa suasana politik di negara kita saat ini nyaman-nyaman saja, sehingga tidak merangsang untuk melakukan kegiatan politik. Oleh sebab itu bagi para pimpinan umat (bukan hanya Hirarkhi) perlu memberikan pencerahan bagaimana sebenarnya situasi saat ini dan bagaimana tuntutan di masa depan tentang Gereja di Indonesia, meskipun kita sudah mendapat jaminan dari Yesus yang akan menyertai Gerejanya sampai akhir jaman,

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang anak yatim-piatu berusia tiga tahun 'merayakan' Misa
  2. Pengacara Muslim kesal dengan doa Kristen gunakan kata Allah
  3. Inilah muatan umum dalam Kurikulum baru untuk SD, SMP, dan SMA
  4. Keuskupan agung Jakarta beri penghargaan kepada website paroki terbaik
  5. Paus Fransiskus kanonisasikan 800 martir
  6. Ketua PP Muhammadiyah berbicara dalam kongres Yahudi
  7. Ketua PP Muhammadiyah berbicara dalam kongres Yahudi
  8. Keprihatinan atas kondisi yang menurun dari Paus Emeritus
  9. Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
  10. Pertumbuhan umat Katolik meningkat di Asia
  1. Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
  2. Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani
  3. Amnesty: Hukuman mati di Indonesia langkah mundur
  4. Akibat badai, warga Rohingya takut dievakuasi ke lokasi rawan kerusuhan
  5. Pendekatan kebudayaan disarankan untuk selesaikan masalah Papua
  6. Romo Heuken SJ, ahli sejati Kota Jakarta
  7. Pengacara Muslim kesal dengan doa Kristen gunakan kata Allah
  8. Warga Filipina di Taiwan dilarang mengadakan prosesi Salib
  9. Proses beatifikasi Ricci ditangani Vatikan
  10. Deplu AS rilis laporan HAM di Indonesia
  1. Tetapi kekejaman juga banyak yang keterlaluan, misalnya anak mengubur ibu kandun...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:32:00
  2. Dokter juga turun ke jalan... Kalau semua golongan demo, sudah jelas ada kekuran...
    Said Jenny Marisa on 2013-05-17 20:21:00
  3. Saya setuju kalau Papua mau memisahkan dir dari NKRI. Itu adalah hak asasi yang ...
    Said Anianus Bai on 2013-05-15 08:56:00
  4. saya berpikir.... knpa semua ini bisa terjadi?...
    Said anto on 2013-05-15 08:38:00
  5. YA... NEGARA INI BANYAK ORANG KURANG AT BAHKAN TIDAK BIJAK......
    Said ANTO on 2013-05-15 08:10:00
  6. Imron, sebagai sorang Kristen, saya bangga dengan anda yang mempertanyakan argum...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:41:00
  7. Apa yang bisa diharapkan dari menteri seperti ini, bukannya membangun dialog, ma...
    Said fernando doren on 2013-05-15 02:38:00
  8. Seingat saya SBY tidak "blusukan" ke Papua, kecuali ke Meraoke dan pulangnya ngo...
    Said hadrianus wardjito on 2013-05-14 21:32:00
  9. lucu skali kamu,,tiap agama punya tata ibadahnya masing2 lah,,jadiiiii hargai um...
    Said Sintia Parsaulina Ucye Siahaan on 2013-05-14 05:59:00
  10. sebagai muslim gue malu ama prilaku ini menteri agama yang rasialis ini. orang m...
    Said imron on 2013-05-13 07:25:00