UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Setelah 46 tahun penjara, DNA bisa membuktikan Hakamada tidak bersalah

28/12/2012

Setelah 46 tahun penjara, DNA bisa membuktikan Hakamada tidak bersalah thumbnail

 

Pada Malam Natal 28 tahun yang lalu, Gereja Katolik menyambut Iwao Hakamada menjadi seorang anggota baru, yang dibaptis di penjara.

Hakamada, kini berusia 76 tahun, berada di penjara karena ia dituduh melakukan pelanggaran berat.

Hakamada ditangkap oleh polisi tahun 1966 di kota Shimizu, di Prefektur Shizuoka, sekitar 130 km barat daya Tokyo. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai “Insiden Hakamada,” jenazah-jenazah dari sebuah keluarga, empat berhasil ditarik dari reruntuhan akibat sebuah bangunan yang dibakar.

Segera setelah itu, polisi menahan Hakamada, seorang mantan petinju profesional yang bekerja di perusahaan yang sama sebagai salah satu korban, dimasukan ke dalam sel tahanan.

Namun, rasa bersalah Hakamada dalam kasus ini telah terbukti bahwa ia tidak bersalah. Banyak bukti dapat dijelaskan, dan sebuah uji DNA pada April 2004 telah menunjukkan bahwa darah yang ditemukan pada sebuah pakaian korban cocok dengan golongan darah korban maupun Hakamada.

Kakak Hakamada, Hideko, 79, masih diam setelah peristiwa ini terjadi, tapi pada Juli tahun ini ia meluncurkan serangkaian ceramah publik di delapan lokasi di seluruh Jepang untuk memprotes bahwa saudaranya tidak bersalah.

“Bila hasil tes DNA yang dilakukan publik, saya merasa lega,” kata Hideko pada kuliah 9 Desember di Fakultas Hukum Universitas Nihon Tokyo. “Hingga saat ini, termasuk keluarga kami menghindari kisah terkait kasus tersebut. Setelah kejadian itu, ibu kami jatuh sakit, dan ia meminta saya mendukung adik saya.”

Hideko pergi mengunjungi kakaknya di penjara setidaknya sebulan sekali. Namun, sebuah peristiwa yang memberi harapan dan menambah keberanian muncul tahun 2007, ketika seorang mantan hakim menyatakan bahwa Hakamada bersalah.

Hakim utama ini adalah panel tiga hakim yang menghukum Hakamada tahun 1968. Meskipun ia sendiri yakin saat itu bahwa tuduhan itu tidak berdasar, ia hanya seorang diri, dan dua hakim lain memvonis Hakamada dengan hukuman mati.

“Pernyataan hakim itu sebenarnya harus diterima,” kata Hideko. Kemudian, dia bercerita tentang Hakamada masuk agama Katolik.

Tahun 1960-an, beberapa bruder dari Serikat Hati Kudus mulai memberikan hadiah Natal kepada terpidana mati itu. Salah satu hadiah tiba di sel penjara Hakamada, dan ia sangat tersentuh dengan hadiah itu, dan ia meminta bertemu dengan mereka.

Dia kemudian menjadi seorang katekumen di bawah bimbingan pastor penjara dan dibaptis pada 24 Desember 1984.

Sekarang, setelah 46 tahun hidup di penjara, Hakamada menderita penyakit psikologis. Namun, akhirnya ada harapan untuk dibebaskan, Pengadilan Negeri Shizuoka akan mendengar dan tahun ini pengadilan itu akan menanyakan orang yang melakukan tes DNA.

Sumber: After 46 years on death row, DNA evidence could prove Iwao Hakamada’s innocence

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa XXII/C bersama Pastor Bill Grimm
  2. Gereja Filipina tampung calon jamaah haji asal Indonesia
  3. Paroki-paroki di Korea Selatan membentuk komite rekonsiliasi
  4. Sudah saatnya katekis Gereja tidak membuat ngantuk umat
  5. Paroki diminta mempersiapkan keterampilan menghadapi bencana
  6. BNN siapkan buku dakwah anti-narkoba untuk berbagai agama
  7. Gereja baru menyembuhkan luka warga Timor Leste
  8. Para uskup Timur Tengah dan Balkan menghadiri forum perdamaian di Seoul
  9. Sekolah menjadi target pengedar narkoba
  10. Konferensi internasional kerukunan antarumat beragama dibuka di Ambon
  1. Baik juga ada gagasan mengajak masyarakat "bela negara" baru2 ini (entah inisiat...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-25 14:35:10
  2. Jarang kita dengar berita kebaikan dari suatu pemerintah.. ini salah satunya. L...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-22 11:22:02
  3. Orang mau menyumbang organ badan atau mata dsb. pantasnya tidak diminta, tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-16 14:53:44
  4. Tidak perlu dibaca - kalau dari keuskupan pasti hal hal yang baik......
    Said Jenny Marisa on 2016-08-15 13:23:14
  5. Memang ada orang yang terpanggil untuk "pembersihan" kebobrokan... Pikir2 lagi, ...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-14 19:25:14
  6. Jadi bukan terrorist.. itu lebih gawat....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-10 10:41:31
  7. Tidak dapat mengubah pembantaian, ya tinggal mendoakan saja untuk arwah korban.....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-09 10:06:22
  8. Belajar dari gereja di Barat adalah sangat baik bagi orang Katolik Cina yang kir...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-04 09:22:18
  9. Benar kata imam Abdelatif Hmitou, karena jelas didengar dan mudah dimenterti sia...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-30 13:31:58
  10. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
UCAN India Books Online