UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Jurnalis di Ambon diserang oknum tentara

02/01/2013

Jurnalis di Ambon diserang oknum tentara thumbnail

 

Seorang jurnalis di Ambon, Provinsi Maluku diserang oleh oknum tentara saat ia sedang meliput peristiwa pengejaran pelaku pemukulan seorang anak oleh belasan tentara pada malam tahun baru.

Rahmat Rahman Patty, kontributor portal berita Kompas.com ini dipukul dan kameranya dirampas oleh pelaku yang diidentifikasi bernam Sergeant Abdullah, oknum tentara dari Detasemen Kavaleri Kodam 16 Pattimura Ambon.

”Korban ditendang di bagian perut saat ia hendak mengambil gambar. Pelaku mengancam dan meminta Rahman menghapus foto-foto yang sempat diambilnya,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Daerah Maluku Insany Syahbarwaty kepada ucanews.com via telepon hari ini, Rabu (2/1).

Ia menjelaskan, sebelum dipukul, Rahman dikerumuni oleh 9 oknum tentara yang mengancamnya.

”Namun hanya satu yang melakukan pemukulan. Rahman pun diancam dibunuh bila tidak menghapus foto yang berhasil diambilnya”, ungkap Syahbarwaty.

Karena itu, Rahman memilih menghapus foto-foto di kameranya di hadapan pelaku.

Sebelum meninggalkan Rahman, jelas Syahbarwati, pelaku merampas kamera Rahman dan membantingnya.

”Kini kameranya rusak”.

Selain memukul Rahman, sejumlah tentara juga mengancam dan nyaris merampas kamera milik Yani Loupatty, wartawan televise lokal, Molluka TV.

Meski setelah kejadian pelaku sempat menghubungi Rahman untuk meminta maaf, namun ia tetap memilih melaporkan kasus ini kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom).

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Kolonel Rukman Ahmad mengatakan, pihaknya akan melakukan proses hukum terhadap pelaku.

“Saya sudah kontak Pangdam Pattimura. Berdasarkan laporan dan kronologi yang diterima, memang ada kesalahan dari anggota kami saat melakukan pengamanan. Saat melerai keributan antarwarga, ada wartawan yang meliput kemudian tiba-tiba ada anggota yang menendang dan merampas kamera,” kata Rukman.

“Sanksi akan diberikan sesuai tingkat kesalahannya. Saat ini sedang diproses Pomdam. Kami prihatin atas peristiwa ini. Kami sudah mengingatkan kepada prajurit bagaimana penanganan di masyarakat. Peristiwa ini menjadi pelajaran,” tambahnya.

AJI melaporkan, selama Desember 2011-Desember 2012 terjadi 56 kasus kekerasan terhadap jurnalis, belum termasuk 12 kasus kekerasan yang terjadi di propinsi Papua. Dari jumlah ini, hanya tujuh kasus yang ditangani penyidik polisi maupun polisi militer. Sisanya, menurut AJI, tak tertangani dan pelakunya tak tersentuh hukum.

Kekerasan yang terjadi berupa serangan fisik, ancaman, perusakan dan perampasan alat, pengusiran dan pelarangan meliput, demonstrasi disertai pengerahan massa, sensor, dan peretasan website.

Ryan Dagur, Jakarta

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Para pengungsi Kristen keluar dari hutan Kamboja
  2. Para uskup Pakistan himbau umat Kristiani merayakan Natal secara sederhana
  3. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  4. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  5. Kalbar miliki gereja Katolik berkapasitas 3.000 Orang
  6. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  7. Agama Sebagai Permainan Politik: Meningkatnya Intoleransi di Indonesia
  8. Para kandidat berjanji tidak kekerasan pemilu selama perjalanan paus di Sri Lanka
  9. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  10. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  1. Para kandidat berjanji tidak kekerasan pemilu selama perjalanan paus di Sri Lanka
  2. Para pengungsi Kristen keluar dari hutan Kamboja
  3. Para uskup Pakistan himbau umat Kristiani merayakan Natal secara sederhana
  4. Muhammadiyah tak haramkan Muslim ucapkan Natal
  5. Pemuda-Pemudi Muslim meriahkan Christmas Carol di Ambon
  6. Kalbar miliki gereja Katolik berkapasitas 3.000 Orang
  7. Agama Sebagai Permainan Politik: Meningkatnya Intoleransi di Indonesia
  8. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  9. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  10. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online