UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Mengenang seorang imam yang memperkenalkan Bunda Maria ke Jepang

02/01/2013

Mengenang seorang imam yang memperkenalkan Bunda Maria ke Jepang thumbnail

 

Pada Agustus, Uskup Yoshinao Otsuka dari Kyoto mengadakan kunjungan ke kota Digna di Keuskupan Saint-Claude, Prancis. Tujuannya untuk melihat kubur Pastor Leon Robin dari Saint-Claude (1802-1882).

Alasan kunjungan uskup Jepang ini akibat berkat peninggalan warga Prancis tersebut berupa iman mereka dan sebuah patung Bunda Maria.

Beberapa tahun sebelum Jepang membuka kembali perbatasan yang telah tertutup bagi warga asing. Pastor Robin pernah mendengar kisah para martir Jepang dan begitu tersentuh, kemudian ia membentuk sebuah kelompok doa untuk mendoakan para misionaris agar bisa masuk lagi ke negara itu.

Dalam salah satu kisah dikatakan bahwa, ketika St. Fransiskus Xaverius ke Jepang tahun 1549, ia membawa sebuah gambar Bunda Maria dan berdoa dengan tekun agar gereja bisa didirikan di Kyoto, ibukota negara Jepang pada saat itu.

Ratusan tahun kemudian, Jepang menutup dan kemudian membuka kembali pintu bagi warga asing. Pastor Robin menjadikan gambar Bunda Maria sebagai model dan ia memiliki enam patung Bunda Maria sedang memeluk bayi Yesus di pangkuannya yang dibuat di Roma, di mana patung itu diberkati oleh Paus Pius IX.

Tahun 1866, salah satu dari enam patung tersebut dikirim kepada Pastor Prudence Seraphin-Barthelemy Girard, seorang imam Misi Asing Paris yang tinggal di Yokohama, dengan harapan bahwa keinginan St. Franciskus Xaverius untuk mendirikan sebuah gereja di Kyoto bisa terwujud.

Patung ini sekarang dikenal dalam bahasa Jepang sebagai Miyako no Seibo (Madonna dari Ibukota).

Sebuah gereja yang dibangun Pastor Girard di Yokohama tahun 1862 adalah yang pertama didirikan di Jepang setelah negara itu terbuka bagi publik. Gereja ini menjadi rumah sementara bagi Miyako no Seibo. Namun, semuanya itu tidak baik bagi Kekristenan di Jepang, ketika tahun 1867 menjadi awal dari masa penganiayaan.

Tahun 1873, seorang imam lain membawa Miyako no Seibo ke pinggiran Kyoto di sebuah bukit kecil, yang menghadap ke kota itu, di mana ia menguburkannya. Tahun yang sama, penganiayaan terjadi, dan diam-diam ada pengakuan terhadap agama Kristen, serta digali kembali tahun 1879 dan sekarang berdiri di Katedral Kawaramachi di Kyoto.

Baru-baru ini, sebuah replika patung Miyako no Seibo dibawa kembali dari Kyoto ke Prancis.

“Situs makam itu berada tepat di sebelah gereja kota itu,” kata Uskup Otsuka setelah kunjungannya tahun ini. “Tapi, saat ini, penduduk setempat melupakannya. Mereka bahkan tidak tahu di mana makam tersebut, sehingga mereka harus mencarinya.”

Uskup setempat mengatakan kepada Otsuka, “Terima kasih karena kisah tersebut telah membantu kami mengingatkannya.”

Tahun 2012 adalah ulang tahun ke-150 pembangunan gereja pertama Pastor Girard di Yokohama. Acara peringatan diadakan di sana pada 24 November oleh keuskupan setempat dan menarik setidaknya 4.000 orang.

Selama Misa peringatan itu, Uskup Masahiro Umemura dari Yokohama membuat catatan khusus tentang Pastor Robin dan para misionaris Perancis lainnya yang bekerja begitu sungguh-sungguh untuk evangelisasi kembali ke Jepang.

Dia merasa prihatin bahwa prestasi mereka semua telah dilupakan saat ini, tapi menyampaikan rasa syukur mendalam, seraya mengatakan, “Ini adalah wajah sebenarnya evangelisasi.”

Sumber: Remembering the priest who brought a Madonna to Japan

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Usai shalat Jumat, warga Muslim gelar aksi solidaritas untuk umat Katolik
  2. Renungan Hari Minggu Biasa XVIII bersama Pastor Bill Grimm
  3. ‘Makanan cinta’ untuk para pengungsi di Hong Kong
  4. Romo Carolus masuk ke Nusakambangan jelang eksekusi mati
  5. Kardinal Tagle berikan ‘hadiah’ untuk OMK yang menghadiri WYD
  6. Lilin seorang suster untuk Merry Utami yang akan dieksekusi mati
  7. Walikota Parepare resmikan gereja Katolik
  8. Kelompok Gereja berkampanye menentang eksekusi
  9. Karitas India bertemu membahas tantangan pendanaan
  10. Para delegasi OMK untuk WYD didesak berbagi iman dan cinta
  1. Benar kata imam Abdelatif Hmitou, karena jelas didengar dan mudah dimenterti sia...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-30 13:31:58
  2. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  3. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
  4. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  5. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  6. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  7. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  8. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  9. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  10. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
UCAN India Books Online