UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Survei: Setengah siswa SMA permisif terhadap seks

02/01/2013

Survei: Setengah siswa SMA permisif terhadap seks thumbnail

Ketua Hotline Pendidikan Isa Anshori memberikan keterangan pers terkait perilaku seksual pelajar SMA di Surabaya. (VOA/Petrus Riski)

 

Hasil survei yang dilakukan dua lembaga pendidikan di Surabaya memperlihatkan hampir 50 persen pelajar sekolah menengah atas (SMA) di kota tersebut permisif terhadap hubungan seks, yang menunjukkan pentingnya pendidikan seks dan pemahaman mengenai infeksi menular seksual.

Survei yang dilakukan oleh Hotline Pendidikan bersama Yayasan Embun Surabaya itu menyebutkan sekitar 44 persen pelajar setingkat SMA di Surabaya berpandangan bahwa hubungan seks selama pacaran diperbolehkan. Dari angka itu, 16 persen diantaranya telah melakukan hubungan seks.

Survei dilakukan terhadap 450 siswa SMA, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah dan sekolah menengah Kristen berusia 15-17 tahun, selama Juli-Oktober 2012.

Menurut para responden tersebut, tempat yang paling aman untuk melakukan hubungan seks diantaranya adalah mal (49 persen), rumah (24 persen) dan sekolah (16 persen).

Menurut ketua Hotline Pendidikan Isa Anshori, momentum yang terutama dianggap penting oleh para pelajar tersebut untuk melakukan hubungan seks adalah sehabis puasa Ramadan, menjelang pergantian tahun atau malam tahun baru, hari Valentine, dan pada saat merayakan kelulusan.

Terkait informasi mengenai seks, Isa mengatakan bahwa 52 persen responden mendapatkannya dari televisi, 42 persen dari teman, dan 28 persen dari Internet dan telepon pintar.

Isa mendesak orangtua agar lebih meningkatkan kualitas komunikasi dengan anak-anak.

“Di rumah, orang tua ini kan juga kadang-kadang menjadi stimulus, kemudian anak-anak lari di luar rumah. Tentu kita berharap pola komunikasi di rumah antara orang tua dan anak juga harus lebih terbuka, lebih pada orang tua bisa mendengarkan apa yang menjadi persoalan-persoalan anak, dan memberi jalan keluar yang tepat bagi anak,” ujarnya pada Minggu (30/12).

Persoalan perilaku seksual pada anak, menurut Ketua Yayasan Embun Surabaya, Joris Misa Lato, pada beberapa kasus membuat pelajar rentan Sterjerumus pada aktivitas perdagangan manusia atau praktik prostitusi, ujarnya.

“Awalnya itu kan, seks pertama itu dengan pacarnya, lalu bisa saja terikat pada kelompok-kelompok yang sering melakukan eksploitasi itu, yang kita sebut mucikari,” ujar Joris.

Sumber: VOA Indonesia

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus bersama Pastor Bill Grimm
  2. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  3. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  4. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  5. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  6. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  7. Alkitab dengan kata 'Allah' akan dilarang di Semenanjung Malaysia
  8. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  9. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  10. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes 'tekanan' internasioal terkait Rohingya
  1. Myanmar melemparkan tanggung jawab terkait krisis manusia perahu
  2. Polisi tahan peserta aksi damai di Papua
  3. Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus bersama Pastor Bill Grimm
  4. PBB ingatkan Myanmar terkait empat RUU tentang ‘ras dan agama’
  5. Gubernur Ahok: Banyak politikus bersaing menjual agama
  6. Karitas kecam pembubaran ‘tidak manusiawi’ terhadap protes damai petani
  7. Jesuit Asia Selatan menekankan pentingnya rasa kepedulian terhadap Rohingya
  8. Sektarianisme telah mengerus kebhinnekaan Indonesia
  9. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  10. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes ‘tekanan’ internasioal terkait Rohingya
  1. Kalaupun bantuan itu merupakan "first aid", sudah menolong juga. Ada yang menye...
    Said on 2015-05-28 07:14:00
  2. Beberapa daerah gelombang panas. Apakah daerah lain dapat membantu dengan member...
    Said on 2015-05-28 06:51:00
  3. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  4. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  5. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  6. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  7. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  8. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  9. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  10. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
UCAN India Books Online