UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Seorang suster anjurkan tertawa keras setiap pagi untuk hilangkan stres

03/01/2013

Seorang suster anjurkan tertawa keras setiap pagi untuk hilangkan stres thumbnail

 

Sesuatu yang tidak biasa dilakukan setiap hari oleh para biarawati di Korea yang menggunakan humor dan tertawa untuk mengatasi tres atau masalah lain. Mereka harus mengeluarkan biaya sendiri untuk memulihkannya atau penyembuhan secara spiritual.

Tapi, Suster Agatha Lee Mi-suk OP, 45, memberikan ceramahnya tentang kekuatan tertawa, sambil mengenakan hiasan rambut berbentuk kupu-kupu dan mengisi ceramahnya dengan tertawa dan menari.

“Jika Anda tertawa hanya jika Anda senang, Anda hanya akan memiliki sedikit kesempatan untuk tertawa selama hidup Anda,” kata Suster Lee memberikan ceramahnya di Gereja Geumjeong, Gunpo, pada 30 Desember.

Ketika Anda tertawa, Anda akan menjadi bahagia,” tambah biarawati itu, yang diberi julukan Winnie the Pooh.

Suster Lee berbicara kepada sekitar 150 peserta dalam sebuah seminar yang menekankan pentingnya tertawa untuk menghilangkan rasa stres, yang katanya telah menjadi masalah kronis di negeri ini.

Menurut sebuah studi Statistik Korea yang dirilis pada Desember, 69,2 persen warga Korea Selatan berusia lebih dari 13 tahun mengalami stres dalam kehidupan mereka sehari-hari, sebagian besar akibat sekolah atau kerja.

Dalam upaya untuk memulihkan tren ini, Suster Lee mulai memberikan kuliah tentang terapi tertawa tahun 2007. Sejak saat itu dia telah menyebarkan pesan penyembuhan tertawanya kepada sekitar 10.000 orang setiap tahun.

“Tertawa adalah semacam latihan,” katanya, seraya menambahkan bahwa ketika Anda mencoba untuk tertawa terus, “Anda dapat memperoleh efek yang diinginkan. Dan efek itu akan lebih meningkat ketika Anda tertawa bersama dengan orang lain.”

Bagi seorang peserta, kejenakaan suster itu adalah suatu yang manusiawi sekali dari para klerus dan Religius.

“Ini benar-benar aneh karena seorang biarawati Katolik yang seharusnya sangat tenang, namun ia melompat dan menari seperti tomboi,” kata John Song Jong-hyun, 63, yang menghadiri kuliah itu.

Peserta lain mengatakan mereka datang ke kuliah itu untuk mengatasi putus asa akibat lingkungan kerja yang tidak memuaskan dan stres serta meringankan berbagai beban masalah sosial atau pribadi.

“Ketika Anda marah, Anda boleh mengungkapkannya, itu tidak apa-apa,” kata Suster Lee. “Tapi, ketika Anda dimarah, itu menjadi masalah. Pada saat itu, sebaiknya Anda memilih tertawa daripada kemarahan Anda guna membuka pintu menuju kebahagiaan.”

Menurut psikiater Chung Won-yong, tertawa “meningkatkan asupan oksigen dan endorfin, sehingga sistem kekebalan tubuh Anda akan meningkat dan nyeri Anda bisa mereda yang membuat tubuh hilang dari rasa sakit secara alami.”

Chung mengatakan bahwa satu dari enam warga Korea Selatan mengalami beberapa bentuk penyakit mental, seperti depresi, kecemasan atau gangguan kompulsif berbagai – situasi yang menurutnya akibat pekerjaan semakin kompetitif dan polarisasi sosial yang bertumbuh.

“Pikiran negatif dapat mempengaruhi tubuh Anda yang mengakibatkan lebih banyak stres,” katanya. Dia menganjurkan orang berpikir positif untuk “membuat keadaan Anda ceria.”

Suster Lee ingat bahwa beberapa tahun yang lalu ia bertemu dengan seorang wanita yang mengalami kecelakaan mobil tragis dan luka-luka.

Wanita itu telah memutuskan untuk menanggapi kejadian itu bukan dengan kepedihan, tetapi dengan humor yang baik dan tertawa untuk mengatasi tragedi tersebut.

“Itu adalah kekuatan pikiran positif,” kata Suster Lee, yang menganjurkan setidaknya 15 menit tertawa keras setiap pagi.

Suatu waktu, Suster Lee bermimpi menjadi seorang pelawak. Dia mengatakan saat ini panggilannya sebagai Religius memungkinkan dia untuk mewujudkan berbagai mimpinya melalui pelayanan tertawanya untuk membantu orang mengatasi tres.

“Saya ingin membantu orang menyembuhkan penderitaan mereka dengan tertawa,” katanya.

Sumber: Sister Lee has them rolling in the pews with laughter therapy

 

  • franstantri dharma

    Kesedihan tidak akan ada, kalau anda selalu tersenyum. Kebahagiaan akan anda peroleh bila mampu menertawakan diri sendiri. Penting bersikap relatif dan tidak hanyut dalam keadaan negatif.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Korban topan dan gempa di Filipina akan makan siang bersama Paus Fransiskus
  2. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  3. Magsaysay Award menghormati orang Asia yang menjadi pelopor dan inovator
  4. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  5. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  6. Seorang katekis khusus lansia menuai hasil berkat pelayanannya
  7. Tiga usulan SETARA untuk Jokowi-JK dalam penyelesaian HAM
  8. Pemuda dunia bahas persatuan dalam keberagaman di Bali
  9. Pendeta dihukum 10 tahun di balik jeruji besi
  10. Argumen “Pro Life” dan “Pro Choice”
  1. Paus Fransiskus kumpulkan para bintang top dunia untuk pertandingan amal antaragama
  2. Sekilas Sejarah BULAN KITAB SUCI NASIONAL
  3. Korban topan dan gempa di Filipina akan makan siang bersama Paus Fransiskus
  4. Magsaysay Award menghormati orang Asia yang menjadi pelopor dan inovator
  5. Romo Benny: Terkait masalah intoleransi, Indonesia butuh figur presiden teladan
  6. Gereja Katolik Myanmar merayakan 500 tahun
  7. Paus Fransiskus akan merayakan Misa pernikahan untuk 20 pasangan
  8. Tiga uskup auksilier Hong Kong ditahbiskan kemarin
  9. Forum UNAOC Bali tegaskan persatuan dalam keberagaman
  10. Menag berharap wartawan nasrani ikut sosialisasi moderasi agama
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online