UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Directory | A service of UCA News

Apakah para uskup Filipina telah kehilangan kekuatan?

04/01/2013

Apakah para uskup Filipina telah kehilangan kekuatan? thumbnail

 

Dua puluh enam tahun setelah para pemimpin Gereja Katolik Roma membantu jutaan warga Filipina dalam sebuah pemberontakan yang menggulingkan diktator mendiang Presiden Ferdinand Marcos, Presiden Benigno Aquino III saat ini mengambil sikap menentang Gereja lagi terkait kontrasepsi dan meraih kemenangan yang menimbulkan mimpi buruk bagi para uskup, yang tidak lagi mempengaruhi massa.

Aquino bulan lalu menandatangani UU Kesehatan Reproduksi 2012 secara diam-diam dan tanpa liputan media guna menghindari kontroversi.

Isi UU itu termasuk penyediaan dana negara untuk kontrasepsi bagi masyarakat miskin yang memicu Gereja Katolik berjuang menentang Aquino dan para pengikutnya.

Sepasang suami-istri yang mendukung Gereja mengajukan petisi pada Rabu untuk menghentikan penerapan UU itu, dan diharapkan lebih banyak petisi. Namun, tidak bisa disangkal bahwa persetujuan Aquino terhadap UU itu telah menurunkan pengaruh Gereja terhadap warga Filipina, dan menandai era di mana tidak ada lagi yang tabu untuk menentang Gereja dan para imam.

Para pemimpin Katolik menganggap serangan UU itu terhadap nilai-nilai inti Gereja terutama  kesucian hidup dan kontrasepsi mempromosikan pergaulan bebas dan menghancurkan kehidupan.

Aquino dan sekutunya melihat UU itu sebagai cara untuk mengatasi angka orang miskin, yang kini berjumlah sekitar sepertiga dari 94 juta penduduk negara itu.

Kemiskinan merajalela, banyak tempat perkumuhan, dan meningkatnya tunawisma serta kejahatan adalah keprihatinan utama baik Gereja maupun pendahulu Aquino telah berhasil diatasi.

“Jika Gereja dapat menyediakan susu, popok dan beras, kami akan berada di garis depan untuk mendukungnya,” kata Giselle Labadan, seorang pemulung berusia 30 tahun. “Tapi, jumlah penduduk sudah terlalu banyak sekarang, banyak tunawisma, dan Gereja tidak membantu memberi makan kepada mereka.”

Labadan mengatakan ia dibesarkan dalam sebuah keluarga yang taat, tetapi telah menentang posisi Gereja terkait kontrasepsi selama lebih dari satu dekade. Ia memiliki  lima anak berusia 2 sampai 12 tahun, dan suaminya  adalah pengangguran.

Dia mengatakan bahwa meskipun dia telah menggunakan sebagian besar jenis kontrasepsi, ia masih menganggap dirinya sebagai seorang yang beriman. “Saya masih pergi ke gereja dan berdoa. Ini adalah bagian dari hidup saya,” kata Labadan.

“Sebelumnya saya telah berdoa untuk tidak memiliki anak lagi, tapi kondom bekerja lebih baik,” katanya.

UU itu kini menghadapi tantangan hukum di Mahkamah Agung setelah pasangan itu mengajukan petisi.

Salah satu penyusun UU itu, Rep Edcel Lagman, mengatakan pada Kamis bahwa ia tidak khawatir dengan petisi tersebut. “Kami yakin bahwa UU itu benar-benar konstitusional.”

Selama beberapa dekade, otoritas moral dan politik Gereja di Filipina dianggap telah menurun setelah wafatnya ikon mereka, Jaime Kardinal Sin.

Sumber:  Have the Philippine bishops lost their power over people?

 

 

  • Bernardus Wato Ole

    Kita sesalkan hal ini, negara mayoritas Katolik tetapi tidak berorientasi pada hukum gereja Katolik. Menyangkt berbagai alat kontrasepsi memang ditawarkan di mana-mana. Di Indonesia, banyak keluarga Katolik yang taat sekali pun memilih salah satu alat yang ditawarkan dibandingkan dengan metode KB alamiah atau bilings…….

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus menyerukan doa bagi orang Kristen yang eksodus dari Mosul
  2. Pengadilan Tinggi bela orang Kristen terkait CD yang menggunakan kata "Allah"
  3. Mengenal agama Baha'i yang sedang dikaji pemerintah Indonesia
  4. Paus Fransiskus akan makan siang bersama dengan 20 orang muda Katolik Asia
  5. Jokowi menangi Pilpres 2014
  6. Jokowi-JK diingatkan soal kelompok a-nasional
  7. Berpolitik tanpa bermusuhan: Natsir dan IJ Kasimo
  8. Tokoh lintas agama ajak seluruh elemen bangsa untuk menerima hasil Pilpres
  9. Kelompok masyarakat sipil dukung penetapan Pilpres oleh KPU
  10. Komunitas Sant’Egidio adakan buka puasa dengan warga Muslim yang kurang mampu
  1. Renungan hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Wanita Sudan yang nyaris dieksekusi karena pindah agama bertemu Paus Fransiskus
  3. Paus Fransiskus akan makan siang bersama dengan 20 orang muda Katolik Asia
  4. Komunitas Sant’Egidio refleksikan pelayanan mereka bersama uskup, imam dan suster
  5. ISIS mengejar orang Kristen yang melarikan diri dari Mosul
  6. Jokowi-JK diingatkan soal kelompok a-nasional
  7. Mengenal agama Baha’i yang sedang dikaji pemerintah Indonesia
  8. Presiden Baru dan Krisis Lingkungan
  9. Presiden terpilih didesak agar tetap pegang janji terkait HAM
  10. Kelompok masyarakat sipil dukung penetapan Pilpres oleh KPU
  1. How can the state prohibits the use of Allah word, whereas the word is universal...
    Said y3 on 2014-07-14 14:51:00
  2. Good news. I have been in South Korea and several time attended Misa in Myongdon...
    Said y3 on 2014-07-14 14:40:00
  3. Tks Romo Uskup tercinta...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:31:00
  4. very cool monsinyur...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:23:00
  5. Aku ingin komentar namun diluar topik yang seenarnya. Namun ini menggangu pikira...
    Said Yohannes on 2014-07-08 17:53:00
  6. Kira2 FPI dan Kader PDIP garang yang mana ya.....kalo FPI yg diswiping tempat2 m...
    Said Wanto on 2014-07-05 18:19:00
  7. Amin...
    Said Cahya Nugroho on 2014-07-03 16:35:00
  8. Ini versi yang lebih lengkap dari pada yang sudah-sudah saya baca di media OL la...
    Said Dwi Prass on 2014-07-02 19:46:00
  9. sistem pemimpin dunia ini sudah akan berakhir. maka semua yg terjadi memang har...
    Said jojo on 2014-06-30 15:08:00
  10. Good article...
    Said yebambang on 2014-06-27 05:05:00
UCAN India Books Online