UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Misa 1 Suro sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan kebhinekaan

04/01/2013

Misa 1 Suro sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan kebhinekaan thumbnail

Ilustrasi (Misa 1 Suro di Gereja Katolik Santa Perawan Maria de Fatima Sragen)

 

Negara dan bangsa Indonesia menjadi kaya akan tradisi, budaya dan adat istiadat berkat semboyan Bhina Ika Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang kemudian disingkat menjadi Bhineka Tunggal Ika, diartikan sebagai “meskipun berbeda-beda kita tetap satu”.

Satu diantaranya adalah tradisi malam penyambutan tahun baru. Ada tahun baru Masehi, Hijriyah, Jawa, Saka dan China (Imlek). Meski ujudnya sama, bahwa malam tahun baru selalu digunakan untuk bersyukur atas satu tahun berjalan yang telah dilalui dengan segala suka dan duka dan saat untuk mengharapkan rahmat Tuhan bagi masa datang yang akan dijalani bersama, gaya, cara, ragam dan rasanya memiliki kekhasan masing-masing.

Demikian pula penyambutan malam tahun baru Jawa, biasa dirayakan dengan laku prihatin, tirakatan dan mengadakan ritual mubeng beteng Keraton, serta ditandai pencucian pusaka (jamasan pusaka).

Melalui gerakan inkulturasi, Gereja Katolik menghargai dan memaknai tradisi yang ada dan berkembang dalam masyarakat sejauh tak bertentangan ajaran Gereja. Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran Yogyakarta menyambut Tahun Baru Jawa 1 Sura 1946 dengan menyelenggrakan Perayaan Ekaristi, Pesta Umat dan Tirakatan belum lama ini.

Meski cuaca kali itu mendung, bahkan di saat Misa sempat turun hujan, tak menyurutkan niat umat Paroki Kumetiran hadir dalam Misa tersebut. Terbukti gereja padat terisi bahkan melebar hingga di sisi sayap sebelah selatan gereja.

Perayaan Ekaristi dengan tema “Lumantar Kabudayan Jawi, Nggayuh Iman Sing Luwih Jero lan Jejeg” dalam bahasa Indonseia diartikan sebagai “Melalui Kebudayaan Jawa, Agar Beriman Lebih Mendalam dan Tangguh” diwujudkan dalam Misa berbahasa Jawa dengan iringan gamelan. Pemimipin perayaan ekaristi dan para petugas berbusana Jawa.

Ketiga Pastor Paroki berkenan memimpin Misa Konselebrasi. Selebran Utama Romo Yosef Suyatno Hadiatmojo,  didampingi Romo Florentinus Harto Subono, dan Romo Fransiskus Xaverius Suyamto.

Misa diawali dengan ritual lampah wening (berjalan dalam keheningan) — mirip tradisi mubeng beteng — mengelilingi mengesan, menarik, segar dan mengena. Romo Yatno sebagai Selebran Utama sekaligus moderator mengawalinya dengan sebait tembang Dhadhanggula. Disambung Romo Bono mengungkapkan bahwa perayaan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mamayu hayuning bawana (menjaga keselamatan dunia).

Sedangkan Romo Yamto mencoba menerangkan makna Kitab Suci bahwa kepercayaan itu adalah anugerah dari Allah yang terwujud dalam diri Yesus Sang Putra terkasih, yang sabda dan kehendak-Nya harus selalu kita ikuti dan laksanakan dalam hidup sehari-hari. Kemudian Romo Yatno menutup homili dengan melantumkan sebait tembang Pangkur.

Bila pada setiap Sura ada tradisi Jawa jamasan pusaka, maka pada saat Misa ini umat dimohon membawa salib dan atau rosario untuk disucikan kembali dengan percikan air suci. Upacara ini dilaksanakan sesudah homili. Setelah Misa berakhir disambung dengan pesta umat menyantap sega megana (nasi gudangan) di halaman gereja.

Setelah dua acara itu berlangsung disambung dengan tirakatan dan sarasehan di Panti Paroki Atas. Sarasehan yang juga dihadiri tokoh masyarakat lintas agama ini, didahului dengan tembang dan gendhingan religius dibawakan oleh Paguyuban Seni Santi Laras dari Gereja Katolik Somohitan Turi, Panembrama dan Macapat oleh Paguyuban Macapat Pamase dan Wasesa.

Melalui kegiatan ini Gereja berusaha menghargai dan melestarikan tradisi dan selalu mengarahkan umatnya agar beriman mendalam dan tangguh. (tribunnews.com)

Foto: lenteranews.com

 

 

  • Bernardus Wato Ole

    Menarik sekali misa suro ini. Sejauh yang saya tahu selama ini hanya terjadi di jawa. Apkah tidak bisa dihidupkan di daerah lain? Saya kira bisa. Dengan alasan yang sama, yang penting tidak bertentangan dengan gereja universal bisa diadakan. Nah di sini letak kejelian para pastor dan uskup.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Presiden SBY: ISIS 'memalukan' umat Muslim
  2. Orang Asia masih mengenang dampak kunjungan Paus Fransiskus
  3. Kompetisi Ahmad Wahib Award 2014 untuk toleransi
  4. Imam Maryknoll yang berani mengadakan berbagai misi ke Korea Utara
  5. Datangi Jokowi, aktivis HAM sodorkan dokumen pelanggaran HAM di Indonesia
  6. Presiden SBY meresmikan Situs Pekabaran Injil di Papua Barat
  7. Serikat Guru: Kurikulum 2013 itu celaka 13
  8. Keluarga Katolik Thailand berkumpul untuk persiapan sinode keluarga di Roma
  9. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  10. Paus merefleksikan perjalanannya ke Korea Selatan dalam Audiensi Umum
  1. Pemuda dunia bahas persatuan dalam keberagaman di Bali
  2. Tiga usulan SETARA untuk Jokowi-JK dalam penyelesaian HAM
  3. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  4. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  5. Kompetisi Ahmad Wahib Award 2014 untuk toleransi
  6. 16 RS ditunjuk sebagai pusat rehabilitasi narkoba
  7. Fransiskan menandai 75 tahun misi di Pakistan
  8. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  9. Serikat Guru: Kurikulum 2013 itu celaka 13
  10. Protes menandai ulang tahun kekerasan anti-Kristen di India
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online