
Ribuan umat Katolik yang membawa mawar merah menyambut relikwi St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus di provinsi Ilocos Norte, Filipina, kemarin.
Uskup Renato Mayugba dari keuskupan Laoag mengatakan kunjungan itu merupakan sesuatu yang “signifikan” dan kesempatan mengajak orang-orang muda untuk menjadi misionaris Gereja.
Relikwi itu, yang merupakan fragmen tulang dari orang kudus itu ditempatkan di sebuah relikwi khusus, yang tiba di Filipina pada 15 Desember untuk tur empat bulan ke-48 keuskupan agung dan keuskupan di seluruh negeri itu.
Relikwi itu diberangkatkan dari Basilika St. Therese di Lisieux, Prancis.
Ini adalah kali ketiga ziarah relikwi itu mengunjungi Filipina. Kunjungan pertama dan kedua tahun 2000 dan 2008, yang dilaporkan ditandai dengan mukjizat dan ribuan umat berkumpul untuk berdoa.
St. Theresia dari Lisieux (St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus), adalah seorang biarawati Karmelit Prancis yang terpanggil untuk kehidupan Religius sejak usia masih belia.
Dia mengalami berbagai kendala untuk menjadi seorang biarawati tahun 1888 pada usia muda 15 tahun, dan bergabung dengan dua kakak perempuannya dalam komunitas Karmel tertutup dari Lisieux, Normandia.
Setelah sembilan tahun menjadi biarawati Karmelit, ia meninggal akibat TBC pada usia 24 tahun.
Selama perayaan kedatangan relikwi itu, Uskup Mayugba mengatakan siapa pun bisa menjadi orang kudus jika saudara-saudari lakukan “apa yang Anda lakukan.”
Sumber: Thousands flock to greet St Therese’s relics
Freeport digugat menyusul terjadinya kecelakaan kerja
Konferensi internasional hasilkan Deklarasi Makassar tentang perdamaian
Orang miskin dipersulit masuk PTN di Jawa