
Salib tertinggi di Pakistan diresmikan pada pelayanan Natal, yang oleh para pemimpin Gereja mengatakan adalah sebuah tanda perlawanan terhadap penganiayaan agama di negara itu.
Yaadgar-e-Kalvari (Monumen Kalvari), sebuah salib benton dengan tinggi 18 meter, adalah simbol agama Kristen tertinggi di negara Muslim ini, demikian saluran berita lokal.
“Salib baru itu membuktikan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan kita untuk setia pada iman kita,” kata Mayor Iftikhar Zahid, seorang pendeta dari Gereja Balai Keselamatan setempat.
Diresmikan pada Malam Natal, pembangunan salib itu dilakukan selama 10 bulan dan biaya lebih dari 975.000 rupee (US$ 10.000), yang disumbangkan oleh seorang pengusaha real estate, Haroon Gill, yang berbasis di Karachi.
“Saya berharap salib ini akan memberikan inspirasi untuk pembangunan monumen serupa di daerah-daerah Kristen lainnya,” katanya.
Gill adalah salah satu di antara ribuan warga Kristen di Shanti Nagar, sebuah desa di Punjab, yang keluarganya diserang tahun 1997 oleh massa Muslim setelah dituduh melakukan penodaan terhadap Alquran.
Pemerintah kemudian membangun kembali 785 rumah dan semua empat gereja yang dihancurkan saat itu, namun penduduk desa mengamati serangan seperti itu akan terjadi setiap tahun dan beberapa gejala masih terjadi.
“Serangan itu tidak terkait dengan berdirinya Yaadgar-e-Kalvari, yang mengenang sejarah kelam desa itu,” kata Pendeta Zahid. “Serangan itu adalah sebuah tragedi, yang seharusnya tidak terjadi.”
Sumber: Christmas monument erected on site of religious violence
105 tahun Kebangkitan Nasional, Krisis Budi Pekerti
Presiden sebaiknya pertimbangkan penghargaan ACF
Komnas Perempuan: 85 kasus perkosaan terjadi pada tragedi Mei 1998