Pemerintah didesak segera benahi mutu pendidikan yang buruk di Indonesia Timur

07/01/2013

Pemerintah didesak segera benahi mutu pendidikan yang buruk di Indonesia Timur thumbnail

Salah satu sekolah di Papua

 

Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah menyatakan Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua adalah wilayah yang paling buruk mutu pendidikannya.

Ketua Badan Akreditasi Abdul Mukti mengatakan, hampir setengah dari jumlah total lembaga pendidikan di Maluku dan Papua mendapatkan akreditasi C. Rendahnya mutu pendidikan kedua daerah itu lantaran lemahnya komitmen peningkatan mutu pendidikannya.

“Standar ini kan kita buat sama secara nasional. Maka ada dua kemungkinan, pertama, memang banyak lembaga atau satuan pendidikan di dua provinsi itu yang relatif baru berdiri. Kedua, perhatian pemerintah daerah yang masih kurang,” kata Abdul, seperti dilansir kbr68h.com.

Pemerintah Provinsi Maluku mengakui fakta ini. Kepala Dinas Pendidikan Maluku, Semmy Risambessy mengatakan, wilayahnya pantas mendapatkan akreditasi peringkat C karena kurangnya perhatian dari pemerintah pusat.

“Akses dalam kaitan pengembangan kapasitas guru itu kurang. Di sana tidak ada listrik, sehingga mereka mengakses pengembangan pendidikan ke depan itu juga sulit. Dalam hal ini untuk mengakses internet, untuk melihat perkembangan pendiddikan. Maluku ini daerah kepulauan, 92 persen itu adalah laut,” ungkap Semmy.

Semmy Risambessy menambahkan, sejauh ini daerah pedalaman Maluku belum mendapatkan fasilitas penerangan listrik, sehingga sulit mengakses informasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Sementara di Papua, pengawasan yang rendah menjadi pemicu kualitas pendidikan di Papua. Praktisi Pendidikan Papua, Longginus Pekey mengatakan, di Papua banyak guru yang mangkir dari tugas maka diperlukan ketegasan dari pemerintah untuk menindak tegas guru yang mangkir mengajar.

“Kalau menurut saya pengawas-pengawas sekolah harus berani dan tegas mengatakan kesalahan dalam proses pengelolaan sekolah itu. Terus guru dan fasilitas belajar itu jauh. Yang di pedalaman itu belum baik. Guru dan fasilitas belajar, selain media pembelajaran itu juga dibutuhkan guru yang setia,” tegas Longginus.

Kementerian Agama belum mengetahui soal buruknya mutu pendidikan di Papua dan Maluku. Wakil Menteri Kementerian Agama Nazaruddin Umar mengatakan, belum dapat laporan soal buruknya mutu pendidikan yang terjadi di Indonesia Timur itu.

Pengamat Pendidikan Arif Rahman menyayangkan pernyataan dari wakil menteri itu. Kata dia, seharusnya mereka lebih mengetahui permasalahan yang terjadi terkait dengan pendidikan. Pasalnya evaluasi seharusnya terus dilakukan.

“Kalau ada yang lebih rendah itu biasanya harus dilihat mutu gurunya input masukan kepada sekolahnya, terutama proses tiga hal itu yang harus diperhatikan. Lalu bagaimana Itu tugas dari pemerintah. Diadakan pemetaan dulu lalu dilihat materi apa dari delapan standard yang lemah. Apakah standar dievaluasi, proses, pendidikan dan fasilitas. Jadi dilihat dulu kemudian dipetakan baru kelihatan mana kekurangannya gimana,” kata Arif.

Arif Rahman menambahkan, jika sudah dilakukan evaluasi, namun mutu pendidikan masih saja buruk, perlu ada kajian ulang lagi terkait evaluasi tersebut. Pasalnya, evaluasi tidak bisa dilakukan hanya sekali. Butuh tahunan agar mengetahui permasalahan pendidikan itu.

Foto: iraganean.blogspot.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Imam Filipina yang ditawan teroris terlihat masih hidup
  2. Paus ingatkan orang Kristen agar tidak bergantung pada ramalan
  3. Uskup Filipina meminta para imam agar lebih bijak
  4. Kontroversi atas nominasi calon presiden India dari kelompok garis keras
  5. Upaya menghijaukan wilayah tandus Myanmar
  6. Tuhan mengasihi dan memilih orang yang rendah hati, kata Paus
  7. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  8. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  9. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  10. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online