UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Polisi tembak mati 7 terduga teroris, 11 ditangkap

07/01/2013

Polisi tembak mati 7 terduga teroris, 11 ditangkap thumbnail

Ilustrasi

 

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menembak mati 7 terduga teroris, 11 lain berhasil ditangkap dalam operasi yang digelar di tempat terpisah, yakni di Makasar, Sulawesi Selatan dan di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat-Sabtu (4-5/1), akhir pekan lalu.

Kapala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, para terduga teroris tersebut merupakan bagian dari jaringan yang dipantau polisi pascapembunuhan dua polisi di Tamanjeka, Poso, Sulawesi Tengah pada 16 Oktober 2012 dan penembakan anggota Brimob pada 20 Desember 2012 lalu.

Penyelidikan, kata Amar, semakin diintensifkan dengan melakukan pengintaian terhadap mereka yang dipantau bergerak dari Sulawesi menuju NTB.

Pada Jumat, polisi menembak 2 orang dan 6 orang ditangkap dalam peristiwa pengejaran yang berlangsung di kompleks Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makasar.

Amar mengatakan, tersangka yang ditembak dan ditangkap merupakan pimpinan kelompok teroris Makassar yang selama ini melakukan aksi teror di Poso.

Pada hari yang sama, tepatnya Jumat malam, polisi menembak mati 3 teroris di Dompu dan 5 orang lainnya ditangkap. Hari berikutnya, Sabtu, di tempat terpisah di NTB, polisi menembak mati 2 orang.

“Dalam pengejaran di Dompu, polisi melakukan penggerebekan yang diyakini sebagai tempat pelatihan militan. Petugas kita, Densus 88 menemukan tempat yang diduga kuat sebagai lokasi pelatihan kegiatan merakit bom”, kata Amar.

Menurutnya, tersangka terpaksa ditembak karena diketahui menggenggam senjata api dan memakai jaket bom dan bom tersebut siap diledakkan.

Langkah polisi yang langsung menembak mati tersangka menuai kritikan. Haris Azhar, Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mengatakan, seharusnya polisi tidak menembak mati para tersangka.

”Kebrutalan polisi yang langsung menembak mati justeru membuat terorisme di Indonesia akan bertumbuh subur. Teroris merasa diri berada dalam ancaman dan karena itu mereka bakal terus mencari sasaran serangan”, katanya.

Ia mempertanyakan ketepatan langkah Densus 88. ”Mengapa langsung ditembak mati? Bukankah ini bentuk pembunuhan di luar hukum? Dimana profesionalisme Densus 88?”, katanya.

Menurut Azhar, tersangka seharusnya ditangkap hidup, tanpa harus langsung ditembak mati karena hal itu menurutnya merupakan pelanggaran atas hak hidup tersangka.

”Mereka itu (teroris yang ditembak mati) masih tersangka. Tembak mati atas mereka tidak bisa dibenarkan begitu saja. Karena itu, perlu penyelidikan indepeden atas kasus ini”, tegasnya.

Desakan penyeledikian terhadap penembakan juga muncul dari organisasi Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), sebuah kelompok Islam radikal pimpinan salah satu narapidana teroris Abu Bakar Ba’asyr.

JAT, yang sudah masuk dalam daftar organisasi teroris asing oleh Amerika Serikat pada Februari tahun lalu ini menganggap Densus 88 telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat .

“Kami mendesak kepada pihak yang berkompenten, baik internal Polri maupun Komnas HAM untuk serius mengusut tuntas kasus ini, karena hal ini sangat mencederai nilai-nilai agama dan kemanusian. Kami mendesak segera dibentuk TPF (tim pencari fakta) yang independen dan transparan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini,” kata juru bicara JAT Son Hadi dalam sebuah pernyataan tertulis.

 Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Suster Canossian di Singapura merayakan 120 tahun
  2. Suster Canossian di Singapura merayakan 120 tahun
  3. Ulil: Umat Muslim yang percaya kata 'Allah' hanya untuk Islam adalah 'keliru'
  4. Kendurenan awali Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman
  5. Polri adakan program Sekolah Toleransi dan Klinik Pancasila
  6. Paus Fransiskus menyerukan penghapusan hukuman mati dan penjara seumur hidup
  7. 70 ribu anak dihukum di LP umum
  8. Sinode berakhir dengan mempertegas ajaran Gereja
  9. Cegah terorisme, BNPT datangi kampus-kampus di seluruh Indonesia
  10. Uskup Peraih Nobel Perdamaian doakan Jokowi-JK dalam Surat Terbuka
  1. Paus Fransiskus menyerukan penghapusan hukuman mati dan penjara seumur hidup
  2. Kendurenan awali Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman
  3. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  4. Polri adakan program Sekolah Toleransi dan Klinik Pancasila
  5. Cegah terorisme, BNPT datangi kampus-kampus di seluruh Indonesia
  6. 70 ribu anak dihukum di LP umum
  7. Suster Canossian di Singapura merayakan 120 tahun
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  10. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online