UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

2013, ‘tahun darurat kekerasan seksual anak’ Indonesia

08/01/2013

2013, ‘tahun darurat kekerasan seksual anak’ Indonesia thumbnail

Arist Merdeka Sirait

 

Ketua Komisi Perlindungan Anak (Komnas Anak) Indonesia Arist Merdeka Sirait menyerukan agar kelompok perempuan, pegiat anak dan HAM, serta seluruh kelompok masyarakat melakukan aksi menuntut diubahnya UU guna memperberat hukuman bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak setelah meninggalnya RI, 11, yang diduga korban perkosaan.

RI sempat dirawat di ruang intensif RS Persahabatan, Jakarta Timur sejak 29 Desember lalu, namun meninggal dunia pada Minggu (6/1).

Dalam penjelasan resminya tim dokter RSPP menyatakan gadis malang itu meninggal akibat radang otak yang ditandai dengan demam tinggi, kejang dan koma, namun tak dapat sepenuhnya menyatakan apakah radang otak tersebut merupakan akibat dari dugaan pemerkosaan pada korban.

“Saya mendengar dari tim dokter disana (RSPP) ya, ada sejumlah dokter spesialis yang menangani RI yang menyatakan ada luka yang bukan baru di sekitar wilayah kemaluan korban, rusak bagian vaginanya. Dan ini diduga infeksi sehingga ini yang mungkin membuat korban tidak tertolong lagi,” kata Arist Merdeka kepada Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

Dengan dorongan dari Komnas Perlindungan Anak, kata Arist, akhirnya ibu korban A melaporkan dugaan kasus kekerasan seksual ini pada Kepolisian Jakarta Timur pada petang harinya.

Polisi yang mendapat laporan mengaku kesulitan karena banyak pertanyaan terkait latar belakang korban dalam beberapa bulan terakhir dijawab ‘tidak tahu’ oleh orangtua korban, pasangan pemulung yang datang dari kota Magelang, Jawa Tengah.

“Maka ini sangat mengerikan. Tahun 2011 ada 2509 laporan kekerasan, 59% nya adalah kekerasan seksual. Sementara tahun 2012 kami menerima 2637 laporan, 62% nya kekerasan seksual”

Kasus RI menurut Arist menandai tahun yang suram dalam upaya perlindungan anak dari kekerasan seksual. Dari tahun ke tahun laporan kekerasan terhadap anak yang diterima Komnas Perlindungan Anak terus meningkat, dan umumnya penyelidikan menunjukkan kasus-kasus itu dilakukan justru oleh orang dekat korban.

“Maka ini sangat mengerikan. Tahun 2011 ada 2509 laporan kekerasan, 59% nya adalah kekerasan seksual. Sementara tahun 2012 kami menerima 2637 laporan, 62% nya kekerasan seksual,” kata Arist.

Angka-angka ini pun menurut Arist sama sekali tak mencerminkan situasi perlindungan anak sesungguhnya, karena ia menduga kenyataan lapangan angka kekerasan seksual pada anak sangat tinggi.

“Itu puncaknya gunung es pun belum terlihat karena tingginya kasus kekerasan pada anak sampai sekarang tetap tak terlihat,” tandas Arist.

Siapapun pelakunya menurut Arist patut menjadi perhatian publik karena momentum ini sangat penting bagi upaya mendorong perlindungan anak dari kekerasan seksual.

“Tahun 2013 adalah (tahun) darurat kekerasan seksual terhadap anak, masyarakat harus menuntut agar negara meningkatkan hukuman bagi dewasa yang melakukan kekerasan seksual,” serunya.

Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berlaku, pelaku kekerasan seksual terhadap anak hanya dapat dihukum maksimal 15 tahun penjara.

“Dan tidak pernah ada (vonis) hukuman seperti itu terhadap pelaku perkosaan, kan? Kita harus dorong supaya hukumannya minimal 15 tahun maksimal 20 tahun,” tambahnya.

 

2 Comments on "2013, ‘tahun darurat kekerasan seksual anak’ Indonesia"

  1. Bernardus Wato Ole on Wed, 9th Jan 2013 1:01 pm 

    Kasihan anak-anak tak berdosa harus menjadi korban kekerasan. Saya mendukung kalau kekerasan seksual dijatuhkan hukuman yang lebih berat.

  2. donotchangemyname on Wed, 9th Jan 2013 4:33 pm 

    Sekarang ternyata sikap protektif ibu2 kita zaman dulu benar. Anak perempuan meski masih kecil tidak dibiarkan sendirian keluar rumah. Selalu dicari dan dipanggil pulang, apalagi sore hari menjelang gelap. Lalu berubah zaman yang mengatakan ibu2 itu kolot…. Sekarang kita semua menyaksikan, bahwa terlanjur bahaya selallu mengelilingi anak2. Ada bahaya penculikan, perkosaan, iming2 narkoba dsb dsb. Yang aman sekarang kembali penjagaan harus lebih ketat… yah, kalalu ibu juga bekerja seharian memang bahaya bagi anak ada di depan pintu… Semoga ibu2 lebih waspada..




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Membangun kembali kehidupan di pulau Filipina bagian selatan
  2. Paus: Etika harus membimbing penelitian medis melindungi martabat manusia
  3. UU baru untuk LSM di Tiongkok timbul masalah bagi kelompok Kristen
  4. Seorang uskup diculik dan dipukul
  5. Pemimpin lintas agama berjanji memerangi ekstremisme demi kerukunan
  6. Paus menerima sejumlah pastor paroki dari Tiongkok
  7. Ribuan umat Katolik hadiri Misa Requiem Mgr Hilarius di katedral
  8. RIP: Uskup Pangkalpinang wafat
  9. Renungan Hari Minggu Paskah VI/C bersama Pastor Bill Grimm
  10. Berbagai kelompok Gereja Filipina takut kebangkitan Marcos
  1. Berani jujur memang hebat. Itu yang kita tunggu....
    Said Jusuf Suroso on 2016-04-29 20:18:58
  2. Semoga bs cepat jelas...
    Said Tarcisius on 2016-04-28 13:17:08
  3. Mengapa orang mudah jadi pengikut orang yang aneh2? Sepertinya penyakit "latah"...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-25 19:07:23
  4. Meskipun bantuan tidak akan mengembalikan segalanya, tetapi perhatian dan belara...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-23 08:57:47
  5. Semua orang harus waspada... Siapa yang dapat dipercaya...tetapi ini mungkin p...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-21 12:03:46
  6. Allah seperti apa yg mereka sembah sehingga seseorg yg lemah didemo besar besara...
    Said Eduardus on 2016-04-19 15:54:23
  7. Boleh saja menyumbang, dimana banyak orang tidak suka melihat adanya gereja... T...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 13:19:59
  8. Ratusan orang bersatu untuk membunuh SATU orang lemah... Dan belum terbukti bers...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 11:11:04
  9. Kata Jimmy Akin apologist Katolik (Catholic Answers), berdoa rosario adalah berd...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 10:53:25
  10. Membuat manusia semakin kejam. Penonton sepertinya menikmati menyaksikan hukuman...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-14 12:21:12
UCAN India Books Online