Paus: Penderitaan warga Suriah sangat mengerikan

08/01/2013

Paus: Penderitaan warga Suriah sangat mengerikan thumbnail

 

Paus Benediktus XVI menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengakhiri hal yang disebutnya sebagai pembunuhan yang tak henti-hentinya di Suriah sebelum negara itu menjadi ladang kehancuran.

Paus menyebut penderitaan penduduk Suriah sangat mengerikan dan menyerukan gencatan senjata.

“Pikiran saya pertama-tama saya tujukan kepada Suriah, yang tercabik-cabik oleh pembunuhan tiada akhir dan tempat terjadinya penderitaan menakutkan bagi penduduk sipil,” kata pemimpin umat Katolik sedunia itu, seperti dilansir tribunews.com.

Seruan Paus disampaikan dalam pidato tahunan di hadapan para diplomat internasional di Vatikan, Senin 7 Januari.

“Saya menyerukan kembali gencatan senjata dan dialog konstruktif dengan tujuan mengakhiri konflik yang kita tahu tidak akan ada pemenangnya, tetapi bila konflik berlanjut hanya akan menyisakan ladang kehancuran,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah di seluruh dunia harus menempuh segala upaya yang mungkin dilakukan guna mengatasi krisis kemanusiaan di Suriah.

Pernyataan keras Paus Benediktus XVII disampaikan sehari setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad mengumumkan syarat-syarat rencana damai, tetapi menepis kemungkinan dialog dengan pemberontak.

Dalam pesan Natal dan Tahun Baru-nya Paus juga menyinggung perlunya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Namun seruan kali ini dianggap sebagai salah satu pesan keras terkait konflik di Suriah.

PBB memperkirakan 60.000 orang telah tewas dalam konflik di negara itu yang marak sejak Maret 2011 lalu.

 

One Comment on "Paus: Penderitaan warga Suriah sangat mengerikan"

  1. Bernardus Wato Ole on Wed, 9th Jan 2013 1:22 pm 

    Tolong tulis dengan benar:” Paus Benediktus XVI bukannya XVII. Terimakasih.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online