
Empat belas warga Vietnam yang dituduh memiliki hubungan dengan sebuah kelompok oposisi berbasis di AS diadili kemarin atas tuduhan menggulingkan pemerintah komunis.
Para terdakwa, termasuk orang Katolik, blogger dan mahasiswa, muncul di pengadilan provinsi di Nghe An, sekitar 300 km selatan Hanoi. Seorang petugas pengadilan menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut terkait pengadilan itu.
Mereka dituduh sebagai anggota kelompok Tan Viet, yang diberi label oleh Hanoi sebagai organisasi teroris.
Jika 14 orang itu, yang berusia antara 24 hingga 55 tahun dihukum, secara teori mereka bisa menghadapi hukuman mati, meskipun rezim komunis belum pernah mengeksekusi siapa pun melakukan kegiatan anti pemerintah.
Media yang dikontrol negara tidak menjelaskan suasana sidang tersebut, namun para aktivis asing mengatakan sidang itu adalah salah satu jenis sidang terbesar.
Tuduhan menyebarkan propaganda anti pemerintah dan berusaha untuk menggulingkan rezim biasa diterapkan kepada para pembangkang di negara itu di mana Partai Komunis melarang perdebatan politik.
Para terdakwa adalah bagian dari kelompok 17 orang yang telah mengajukan banding ke kelompok kerja PBB tentang penahanan sewenang-wenang. Tiga orang lainnya dijatuhi hukuman pada Mei lalu karena menyebarkan propaganda anti pemerintah.
Para tahanan telah mengalami berbagai pelanggaran hak asasi manusia termasuk hak untuk berekspresi, berkumpul dan berserikat, demikian dosen Stanford Law School Allen Weiner, yang membantu mereka memberikan petisi ke PBB.
“Sebagian besar pemohon telah dipenjarakan untuk jangka waktu tertentu tanpa proses peradilan,” katanya dalam sebuah pernyataan.
“Para pemohon yang telah dibawa ke pengadilan telah dihukum setelah sidang dijalankan secara formalitas yang hanya berlangsung beberapa jam,” tambahnya.
Para aktivis kemarin mengunggah foto yang menunjukkan ratusan polisi sedang mengelilingi ruang sidang di Nghe An, mengatakan bahwa beberapa orang yang datang untuk mendukung para terdakwa telah dilecehkan dan ditahan.
Kelompok HAM mengatakan puluhan aktivis politik telah dijatuhi hukuman penjara sejak Vietnam, sebuah negara satu partai, bertindak keras terhadap kebebasan berekspresi pada akhir tahun 2009.
Sumber: Court tries 14 on subversion charges
AS kecam kekerasan agama di Indonesia
Media dikritik terkait pemberitaan tentang poligami
Ketua PGI: Kita terlalu bereuforia dengan reformasi