UCAN Indonesia Catholic Church News

Pesan Paus Benediktus XVI untuk umat Katolik Kamboja

09/01/2013

Pesan Paus Benediktus XVI untuk umat Katolik Kamboja thumbnail

 

Paus Benediktus XVI menyampaikan pesan video yang langka kepada komunitas kecil Katolik Kamboja menandai terjemahan pertama dokumen-dokumen penting Gereja Katolik ke dalam bahasa Khmer.

Pesan Paus Benediktus itu disampaikan pada Senin, hari terakhir dari kongres nasional Gereja Katolik Kamboja, yang berlangsung di Phnom Penh, yang fokus pada Konsili Vatikan II.

Paus Benediktus mengenang “masa-masa sulit yang menjadi kekelaman di negara Anda” selama rezim Khmer Merah.

Komunitas Katolik Kamboja dianiaya dan hampir punah selama kediktatoran Maois (1975-1979) dan katedral Phnom Penh telah dihancurkan.

Misa pertama sejak saat itu dirayakan hanya tahun 1990 dan 90 persen umat Katolik negara itu dibaptis dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut statistik Gereja, saat ini ada sekitar 20.000 umat Katolik di Kamboja, kurang dari satu persen dari total penduduk.

Vikariat Apostolik Katolik Kamboja, yang dipimpin oleh Uskup Olivier Schmitthaeusler, seorang misionaris Prancis, baru-baru ini membeli beberapa bidang tanah di ibukota itu untuk membangun sebuah katedral baru.

Dalam pesannya, Paus memuji “keberanian, iman, dan ketekunan” para pastor dan umat Katolik Kamboja yang meninggal akibat menjadi saksi” yang mulia untuk kebenaran Injil.

“Yakinlah doa-doa dari saudara-saudara Anda yang darahnya tertumpah di sawah-sawah,” katanya.

“Kesaksian ini,” tambahnya, “telah menjadi kekuatan spiritual untuk membangun kembali komunitas Gereja di negara Anda.”

Paus Benediktus mengajak umat Katolik Kamboja “menjadi garam dan ragi dalam masyarakat Anda, memberikan kesaksian kasih Kristus kepada semua orang, membangun ikatan persaudaraan dengan anggota dari tradisi agama lain, dan berjalan di jalan keadilan dan belas kasihan.”

Pada akhir kongres itu, terjemahan dokumen Konsili dan Katekismus Gereja Katolik dalam bahasa Khmer dibagikan.

Teks-teks ini “akan memungkinkan Anda untuk lebih memahami ajaran Gereja dan bertumbuh dalam iman,” kata Paus.

Katekismus baru diterjemahkan “akan menjadi sarana berharga untuk semua masyarakat dan asosiasi umat beriman untuk memperdalam isi Kredo dan doktrin Katolik dalam Tahun Iman,” kata Uskup Schmitthaeusler kepada Fides, kantor berita Vatikan.

Pesan Paus Benediktus, tambahnya, memberi mereka kesempatan untuk “merasa bahwa mereka benar-benar bagian dari Gereja universal.”

Menurut Uskup Schmitthaeusler, yang berada di Roma pada Oktober lalu untuk Sinode Evangelisasi Baru, Gereja di Kamboja yang mayoritas Buddha “mengulangi lagi masa Kisah Para Rasul, untuk mewartakan Kabar Injil.”

Negara ini, katanya, adalah “sebuah laboratorium evangelisasi di dunia Buddha.”

Dia menekankan pesan maaf Gereja di negara bekas perang itu dan mengatakan bahwa Gereja dihargai karena “mengasihi, sederhana, ramah, penuh doa dan menyenangkan.”

Sumber: Pope’s video message to Cambodia Catholics

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Magnis: Pemeluk agama tak sama dengan pendukung bola
  2. Kehadiran minoritas harus memberi arti bagi mayoritas
  3. Tanggapan Gereja Katolik Asia terhadap Laudato si' dalam mengatasi perubahan iklim
  4. Umat Katolik di Tiongkok desak bebaskan uskup lansia yang sakit dan lama dipenjara
  5. TV María akan menampilkan acara untuk anak-anak, orang muda
  6. Kardinal Hong Kong: Ia tidak diundang ke Sinode tentang Keluarga
  7. Cendikiawan Muslim: Pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran situs radikal
  8. Para uskup AS belajar isu migran di Malaysia
  9. Warga masih trauma dan derita fisik akibat perang saudara selama 26 tahun
  10. Sekolah di Timor Leste masih berjuang dengan kebutuhan dasar
  1. Renungan Minggu Biasa XXIII bersama Pastor Bill Grimm
  2. Dua Kardinal Hong Kong berbeda pendapat terkait pembicaraan Vatikan-Tiongkok
  3. Umat Katolik menyerukan kanonisasi mantan uskup agung Dhaka
  4. OMK Kamboja dan Laos rayakan Hari Kaum Muda pertama
  5. Pembangunan katedral bersejarah di Singapura masih butuh dana
  6. Umat Katolik Paroki Santa Clara merindukan gereja
  7. Sekolah di Timor Leste masih berjuang dengan kebutuhan dasar
  8. Gereja Katolik dukung aksi mogok nasional pekerja di India
  9. Gereja: UU Ras dan Agama Myanmar bisa menimbulkan perpecahan
  10. Cendikiawan Muslim: Pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran situs radikal
  1. Mungkin ada agenda politik tersembunyi di balik FUI itu.......
    Said Yohanes Seandy Sunjoko on 2015-09-05 07:45:00
  2. Kapan Tiongkok itu jadi negera yang normal - sehat lahir batin?...
    Said on 2015-09-03 08:54:00
  3. Tentu saja kesibukan sebatas Liturgi - Altar, perlu diimbangi dengan ketegasan p...
    Said sani@ on 2015-08-21 11:51:00
  4. Silahkan baca di teks ini selengkapnya...terima kasih.. http://www.mirifica.net...
    Said on 2015-08-19 14:30:00
  5. “Dalam perjalanan ke depan, Gereja Katolik memandang bahwa pemerintah dan para p...
    Said kristiadjirahardjo on 2015-08-17 10:55:00
  6. Undangan kepada Bapa Suci dr Menag unt berkunjung ke Indonesia,tentu sangat meng...
    Said tarcisius fenfat on 2015-08-15 10:51:00
  7. Menuju keteraturan......
    Said on 2015-08-14 16:46:00
  8. Baik sekali kalau Bpk Menteri kunjung ke Vatikan.....
    Said on 2015-08-14 16:45:00
  9. Salut kepada menteri agama t ksi atas upayanya utk mengundang bp paus franciskus...
    Said Eduardus on 2015-08-13 13:29:00
  10. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
UCAN India Books Online