UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Napas: Situasi HAM di Papua makin memburuk

10/01/2013

Napas: Situasi HAM di Papua makin memburuk thumbnail

Marthen Goo

 

Koordinator National Papua Solidarity (Napas), Marthen Goo mengatakan situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua semakin memburuk, menyusul masih terjadinya kasus kekerasan pada beberapa hari terakhir.

“Awal tahun saja sudah ada 13 rakyat sipil tak berdosa menjadi korban penembakan, tabrakan, penangkapan, serta penyisiran yang dilakukan oleh aparat keamanan baik polisi maupun TNI,” kata Goo dalam jumpa pers di Kantor Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Jakarta, Selasa (8/1).

Ia menjelaskan, menurut data yang dihimpun Napas, pada 1 Januari lalu terjadi penembakan terhadap Ibu Malega Tabuni (43 tahun) di Porasko, Jayapura yang terletak di antara kantor Polda Papua dan TNI Angkatan Laut.

“Pada hari yang sama, Yakob Mote meninggal setelah ditabrak lari oleh mobil patroli Polres Paniai pada tanggal 31 Desember 2012 pkl 17.00 wib”, kata Goo.

Lalu, pada 4 Januari , terjadi tabrak lari terhadap 3 warga Papua di pertigaan Wonorejo Nabire, dengan korban tewas Feri Wakei (siswa kelas 5 SD), dan 2 korban kritis Alfons Tekege (12 tahun) dan Anton Wakei (32 tahun).

“Ketika keluarga korban hendak mencari tahu pelaku penabrakan, polisi justru menghadang mereka dan memaksa bubar bahkan menembak 2 orang warga, yakni Apedius Wakei (31) di bagian bokong dan Yohanes Tekege (26) di bagian paha”, kata Goo.

Ia menambahkan, aparat juga menangkap 7 orang warga lainnya namun kemudian membebaskannya pada tanggal 5 Januar, setelah diinterogasi.

Kasus lain terjadi pada 7 Januari, dimana terjadi penyisiran di Pugo, Kabupaten Paniai oleh Densus Antiteros 88, yang diikuti oleh pembakaran 6 rumah milik rakyat dan 13 rumah yang diduga menjadi markas Tentara Pembebasan Nasional (TPN), kelompok yang dicap sebagai separatis oleh aparat.

“Akibat penyisiran itu masyarakat dari Kampung Pugo sebagian besar mengungsi ke hutan”, jelasnya.

Menurut Goo, banyak kasus kekerasan di Papua, daerah dimana wartawan asing tidak diperbolehkan masuk, yang tidak mampu diungkap oleh polisi.

“Kalau pelakunya tidak berhasil diketahui, paling polisi menyebut bahwa itu dilakukan oleh orang tidak dikenal atau kelompok separatis”, katanya.

Ia pun mendesak agar pemerintah bersama TNI dan Polri segera menghentikan kekerasan, aksi penyisiran dan pembakaran rumah warga.

Selain itu, kata Goo, pemerintah perlu membuka ruang bagi media nasional dan internasional serta pekerja kemanusiaan internasional untuk melakukan investigasi atas persoalan yang menimpa warga Papua.

Ia juga mendesak segera diadakan dialog Jakarta-Papua yang ia sebut sebagai sarana penyelesaian masalah secara martabat, agar pemerintah tahu apa yang diinginkan warga Papua di tengah situasi darurat kekerasan yang terjadi selama 50 tahun terakhir.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Budi gelar konser amal untuk pembangunan pusat pastoral
  2. Umat Kristiani India mengungkapkan keterkejutan terkait serangan gereja
  3. Paus desak dunia bertindak menyusul tragedi Mediterania
  4. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  5. Politisi Hong Kong berkomentar 'rasis' terhadap PRT
  6. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  7. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  8. Para uskup Filipina minta KWI membantu Mary Jane
  9. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  10. Ribuan umat Katolik Medan doakan kelancaran KAA
  1. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  2. NIIS dan Janji Surga
  3. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  4. Renungan Hari Minggu Paskah IV bersama Pastor Bill Grimm
  5. RUU kontroversial Myanmar akan berdampak buruk bagi perempuan dan minoritas
  6. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  7. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  8. Asia-Afrika nyatakan perang terhadap narkoba
  9. Jaksa agung diminta sidik pelanggaran HAM berat
  10. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online