UCAN Indonesia Catholic Church News
ENRICH YOUR SPIRITUAL LIFE

Arab Saudi hukum mati pembantu rumah tangga dengan memenggal lehernya

11/01/2013

Arab Saudi hukum mati pembantu rumah tangga dengan memenggal lehernya thumbnail

 

Pihak berwenang Arab Saudi pada Rabu memenggal leher seorang pekerja rumah tangga asal Sri Lanka yang dihukum akibat dituduh membunuh bayi majikannya.

Rizana Nafeek dijatuhi hukuman mati pada Oktober 2010 setelah dinyatakan bersalah terkait kematian bayi majikannya yang berusia 4 bulan di Arab Saudi tahun 2005.

Pada saat itu ia masih berusia 17 tahun, tapi ia pergi ke Arab Saudi dengan dokumen palsu yang terdaftar dengan usia 23 tahun.

Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Rizana Nafeek, yang dipenjara di Penjara Dawad-mi Saudi sejak tahun 2005, dihukum mati sekitar 11:40 waktu setempat pada Rabu.

Sebelum ia dieksekusi, Nafeek mencabut kembali pengakuan bahwa ia dipaksa, dan mengatakan bayi meninggal karena kerongkongannya tersumbat saat makan botol.

Rafeena Nafeek, 40, ibu dari Rizana Nafeek, dari Muttur, sebuah kota 280 kilometer dari Kolombo, berharap bahwa putrinya bisa dibebaskan, dan mengatakan kematian putrinya adalah sesuatu yang memilukan.

“Kami mengalami hidup banyak kesulitan dengan dua anak, sehingga Rizana pergi ke Arab Saudi dengan cita-cita untuk mendidik kedua adiknya dan memberikan kehidupan yang baik bagi kami,” kata ibu Nafeek kepada ucanews.com.

Pemerintah Sri Lanka, beberapa organisasi hak asasi manusia, bersama dengan Karitas, Konferensi Waligereja Sri Lanka dan para pemimpin agama lainnya meminta penundaan eksekusi sampai kasus ini tuntas.

Mohamed Sally Jenufa, 41, anggota dari Jaringan Aksi Perempuan Timur Laut, mengecam eksekusi itu.

“Tidak hanya perempuan Sri Lanka, tetapi juga perempuan di seluruh dunia harus mengangkat suara mereka terkait kasus ini. Kematian bayi adalah kecelakaan, tapi mereka mengambil kehidupan Nafeek dengan hukuman mati.”

Dia menambahkan: “Undang-undang harus diubah untuk menghukum agen ilegal yang mengirim anak-anak di bawah umur untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pemerintah Sri Lanka dan Biro Ketenagakerjaan Luar Negeri harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah perekrutan pembantu rumah tangga tidak terampil.”

Eksekusi itu juga telah dikecam sebagai pelanggaran hukum internasional, yang melarang hukuman mati terkait kejahatan yang dilakukan oleh seseorang di bawah usia 18 tahun.

Sebuah agen perekrutan mengubah tanggal lahir Nafeek di paspornya menjadi 23 tahun, tetapi sertifikat kelahirannya menunjukkan dia adalah 17 tahun pada saat kejadian tersebut.

Pengadilan Tinggi di Sri Lanka telah menghukum dua agen perekrutan dengan dua tahun penjara atas pemalsuan dokumen perjalanan Nafeek.

Pastor Nandana Manatunga, seorang aktivis hak asasi manusia yang berjuang untuk membebaskan Nafeek, mengatakan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar terhadap para pekerja migran, danĀ  memiliki mekanisme monitoring yang efektif pada semua instansi untuk menghindari praktek-praktek buruk seperti mengirim gadis-gadis di bawah umur untuk bekerja di Timur Tengah.

Sumber: Saudis execute maid for infant’s death

 

 

  • Elyas Joseph

    Hukuman pancung di Arab, hukuman gantung di Malaysia… kadar kebiadabannya tak beda. Entah kapan para eksekutor di situ menerima SK khusus dari Tuhan untuk mencabut nyawa ciptaan Tuhan.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kardinal Tagle kecam para politisi menjelang pemilu Filipina
  2. Karitas India menandai awal Prapaskah dengan kampanye menyelamatkan alam
  3. Gereja Katolik bantu korban banjir dan longsor
  4. Umat Kristen Dalit India berencana pawai demi kesetaraan hak
  5. PPA gelar konser sukseskan IYD 2016 di Hari Valentine
  6. Renungan Hari Rabu Abu bersama Pastor Bill Grimm
  7. Menghadapi kekeringan, petani mencari bantuan
  8. Gereja perlu serukan pertobatan ekologi hadapi perubahan iklim
  9. Warga Tamil menyerahkan daftar orang hilang kepada pejabat PBB
  10. Gereja disegel, ratusan umat beribadah di kantor walikota
  1. Menurut hemat saya kok sah saja ya?? ... ini jadi heboh karena yg undang orang k...
    Said San Rho on 2016-02-10 09:49:00
  2. Menurut hemat saya kok sah saja ya?? ... ini jadi heboh karena yg undang orang k...
    Said San Rho on 2016-02-10 09:48:00
  3. Jadilah DONATUR Gereja, agar mereka datang kepadamu. Dan wartakanlah Injil dala...
    Said Hans Bolo on 2016-02-09 18:25:00
  4. Ya memang mengejutkan.. Sekarang yang penting: semoga pernikahan mereka awet!...
    Said donotchangemyname on 2016-02-09 14:24:00
  5. Semoga segala berjalan baik tanpa halangan apapun......
    Said donotchangemyname on 2016-02-02 09:22:00
  6. Salam. Saya menyebarkan tulisan saya tentang penghapusan hukuman mati. Kita bang...
    Said anton bele on 2016-01-27 19:45:00
  7. Susah kalau alam tidak bersahabat.. Andaikan bisa menemukan beberapa sumber air ...
    Said donotchangemyname on 2016-01-22 14:35:00
  8. Mungkin Taliban tidak suka ada orang2 yang pandai.. agar merekalah menang antara...
    Said donotchangemyname on 2016-01-21 09:37:00
  9. Pasang petisi online saja di change.org atau kalau keluarga ybs punya teman medi...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:14:00
  10. Tindakan seperti inilah yang menjadi alasan saya tetap mendukung hukuman mati...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:11:00
UCAN India Books Online