UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pastor: Ketidakpedulian presiden memicu peningkatan kekerasan di Papua

11/01/2013

Pastor: Ketidakpedulian presiden memicu peningkatan kekerasan di Papua thumbnail

 

Pastor Yohanes Djonga, seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan, ketidakpedulian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan pemicu terus meningkatnya eskalasi kekerasan di tanah Papua.

“SBY tidak pernah merespon secara langsung berbagai kekerasan yang terjadi, seolah-olah ia tidak menganggap Papua sebagai bagian dari wilayah yang harus dipimpinnya”, kata pastor peraih penghargaan HAM, Yap Thiam Hien Award 2009 ini kepada ucanews.com, Kamis (10/1).

Menurutnya, SBY jarang sekali menyatakan sikap dan mengambil langkah konkret terhadap masalah HAM di Papua. Ketidakpedulian presiden, lanjutnya, dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi yang kacau di bumi Cenderawasih itu.

“Orang-orang yang memanfaatkan kelemahan SBY ini lalu menjadikan Papua hanya sebagai tempat untuk mengeruk kekayaan alam, sementara orang Papua tidak diperhatikan, malah terus direpresi”, katanya.

Pastor Djonga yang kini bertugas di daerah pedalaman, tepatnya di Hepuba, Wamena, mengatakan, hingga kini warga Papua masih terus diidap ketakutan.

“Orang Papua sulit untuk merasa aman. Memang di sana ada banyak pasukan dari polisi dan TNI, namun kehadiran mereka tak memberikan rasa aman. Ada semacam ketakutan yang diwariskan karena merasa diperlakukan dengan semena-mena selama puluhan tahun”, jelasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (8/1) National Papua Solidarity (Napas) melansir bahwa memasuki tahun ini, sudah terjadi sejumlah kasus tabrakan, penangkapan, serta penyisiran yang dilakukan oleh aparat keamanan baik polisi maupun TNI yang menyebabkan 13 warga sipil menjadi korban.

Marthen Goo, Koordinator Napas menjelaskan, menurut data yang mereka himpun, pada 1 Januari lalu terjadi penembakan terhadap Ibu Malega Tabuni (43 tahun) di Porasko, Jayapura yang terletak di antara kantor Polda Papua dan TNI Angkatan Laut. Pada hari yang sama, Yakob Mote meninggal setelah ditabrak lari oleh mobil patroli Polres Paniai pada 31 Desember 2012 pkl 17.00 wib.

Lalu, pada 4 Januari , terjadi tabrak lari terhadap 3 warga Papua di pertigaan Wonorejo Nabire, dengan korban tewas Feri Wakei (siswa kelas 5 SD), serta 2 korban lain kritis, yaitu Alfons Tekege (12 tahun) dan Anton Wakei (32 tahun).

“Ketika keluarga korban hendak mencari tahu pelaku penabrakan, polisi justru menghadang mereka dan memaksa bubar bahkan menembak 2 orang warga, Apedius Wakei (31) di bagian bokong dan Yohanes Tekege (26) di bagian paha”, kata Goo sambil menambahkan, aparat juga menangkap 7 orang warga namun kemudian membebaskannya pada 5 Januari, setelah diinterogasi.

Kasus lain terjadi pada 7 Januari, dimana Densus 88 melakukan penyisiran di Pugo, Kabupaten Paniai yang diikuti oleh pembakaran 6 rumah milik rakyat dan 13 rumah yang diduga menjadi markas Tentara Pembebasan Nasional (TPN), kelompok yang dicap sebagai separatis oleh aparat.

“Akibat penyisiran itu masyarakat dari Kampung Pugo sebagian besar mengungsi ke hutan”, jelas Goo..

Olga Hamadi, Kordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Papua mengatakan, selain membutuhkan langkah tegas untuk menghentikan kekerasan, pemerintah perlu mengubah cara pandang dan cara pendekatan terhadap Papua.

“Selama ini masih ada stigma terhadap orang Papua, seperti anggapan sebagai kelompok separatis. Akibatnya, setiap bentuk aksi protes pada pemerintah selalu dicap sebagai aksi separatis, padahal orang Papua mau menyuarakan aspirasi mereka”, katanya.

Selain itu, menurutnya, cara pendekatan aparat keamanan terhadap persoalan di Papua juga masih bersifat represif.

“Ini belum berubah sampai sekarang, situasinya tetap sama. Setiap hari warga Papua menjumpai aparat keamanan yang hadir dengan senjata lengkap”, kata Hamadi.

Merujuk pada data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), selama 2012, telah terjadi 67 kasus kekerasan di Papua, dengan korban tewas 45 orang dan 120 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto memastikan bahwa Papua menjadi salah prioritas dalam operasi khusus  yang akan dilakukan sepanjang tahun 2013.

Menurut Suyanto, Papua masuk dalam daftar daerah yang rawan dengan kekerasan, konflik komunal, hingga benturan horizontal.

“Papu, Poso, Lampung itu didesain ada operasi khusus sepanjang tahun”, katanya setelah mengikuti sidang kabinet terbatas yang dipimpin presiden di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/1).

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Aktivis tolak rencana penerapan Hukum Syariah bagi non-Muslim di Aceh
  2. Guru Agama Kristen, Islam, demo tuntut pencairan dana sertifikasi
  3. Paus Fransiskus menikahkan 20 pasangan bermasalah
  4. KWI tolak PP No. 61/2014 tentang Aborsi karena urgensi medik dan akibat perkosaan
  5. Romo Hariyanto: Negara tak boleh masuk ranah teologi
  6. Gereja Katolik Kepulauan Cook menghormati dua imam yang melayani 120 tahun
  7. Hukum Syariah berlaku bagi non-Muslim di Aceh
  8. Para ahli bela keputusan Paus menikahkan pasangan bermasalah
  9. Paus Fransiskus akan sampaikan pidato di Parlemen Eropa
  10. Perlindungan anak jadi prioritas utama Paus Fransiskus
  1. Paus Fransiskus undang Presiden Xi Jinping ke Vatikan
  2. Imam Yesuit desak komunitas akademik dukung perdamaian Mindanao
  3. Komisi hukum India dukung hak perempuan Kristiani mendapatkan warisan
  4. PBNU: Jokowi tak boleh hapus Kementerian Agama
  5. Lampung jadi prioritas penerapan program sekolah toleransi
  6. Guru Agama Kristen, Islam, demo tuntut pencairan dana sertifikasi
  7. Para ahli bela keputusan Paus menikahkan pasangan bermasalah
  8. Gereja pertama di Cina diberi nama Santo Yohanes Paulus II
  9. Paus Fransiskus menikahkan 20 pasangan bermasalah
  10. Gereja: Sri Lanka tidak boleh mempolitisasi kunjungan Paus
  1. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
  2. Apa yang terjadi dengan ditentukannya hanya ada 5 agama yang diakui? Dapatkah d...
    Said on 2014-09-06 07:46:00
  3. Pak Menteri mengatakan "sulit" dilakukan. Itu tidak sama dengan "tidak mungkin"...
    Said on 2014-09-06 07:15:00
  4. Ya memang perlu, khawatirnya yang 120 juta itu tidak mengerti untuk apa segala i...
    Said on 2014-09-03 15:53:00
  5. Puji Tuhan Bapak Menteri Agama yang baru tidak membiarkan yang tidak boleh dibia...
    Said on 2014-09-02 05:36:00
  6. DUC IN ALTUM...
    Said Stefanus on 2014-08-28 07:21:00
  7. Mantap. Tempatnya luas, berada di sementanjung Jafna. Disana ada benteng...penin...
    Said Alfons Liwun on 2014-08-27 11:39:00
  8. karena itu, pemerintah harus tegas terhadap kelompok2 intoleran dan suka main ha...
    Said Ama Kaka on 2014-08-23 15:03:00
  9. Romo Mangnis benar dan menang. Negara tdk boleh diurus oleh mereka yang serakah,...
    Said MAtheus on 2014-08-22 09:47:00
  10. CAHAYA CINTA KASIH~ Yakinilah bahwa Allah Swt Pencipta, Pemilik, Penguasa Alam ...
    Said Yang Setia Yang Benar on 2014-08-14 01:50:00
UCAN India Books Online