Perempuan memiliki potensi redam konflik antarumat beragama

11/01/2013

Perempuan memiliki potensi redam konflik antarumat beragama thumbnail

 

Ketua Jaringan Perempuan dan Perlindungan Anak (JPPA) Jawa Tengah Agnes Widanti menilai perempuan punya potensi besar dalam meredam konflik antar umat beragama. Hal ini berdasarkan penelitian dan kajian yang ia lakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir ini.

“Banyak perempuan dalam kelompok kecil yang tidak begitu tertarik membicarakan konflik dengan alasan tidak ada konflik,” ujar Agnes saat seminar Peran dan Pemahaman Perempuan Dalam Dialog Anti Konflik Antar Umat Beragama di kampus Universitas Sigijopranoto Semarang, Kamis (10/1) seperti dilansir tempo.co.

Menurutnya, peran perempuan dalam meredam konflik anatar umat beragma ini sangat menonjol karena mempunyai naluri untuk berdamai dan tidak suka adanya perselisihan. Hal ini ia temukan dalam kajian terhadap media pertemuan perempuan seperti arisan dan pertemuan PKK di desa maupun dalam kelompok kecil lain yang menjadi arena penyadaran saling toleran. Ia menyebutkan pertemuan tersebut sangat mejemuk terdiri dari beragai suku agama dan ras.

“Dalam organisasi tersebut tidak dibedakan latar belakang dan staus sosialnya,” ujar Agnes menambahkan.

Namun, Agnes masih menyayangkan potensi perempuan dalam meredam konflik dan intoleransi ini tak diimbangi dengan pemahaman matang dalam gerakan anti konflik antar umat beragama.

“Meski sesungguhnya secara tidak tersirat mereka telah melakukan dengan cara sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama. Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloys Budi Purnomo, menilai punya potensi perempuan dalam meredam konflik antar umat beragama dibuktikan secara kuantitatif jumlah perempuan di Jawa Tengah lebih tinggi, yakni mencapai 50.44 persen dari total penduduk Jawa Tengah sebesar 32,64 juta jiwa.

“Sementara ini peran perempuan dalam merajut hubungan antar umat beragama yang dialogis dan inklusif sangat signifikan,” ujar Romo Budi.

Hal ini ia buktikan dengan hadirnya 12 mahasiswa Ushuludin Institut Agama Islam Walisonggo yang ikut hadir dalam acara Misa pada Natal lalu. Juga keterlibatan mereka yang sulit ditemui dalam aksi-aksi radikal kelompok garis keras. “Itu membuktikan mereka lebih toleran dan cinta damai,” ujar Romo Budi.

Menurutnya, keberadaan perempuan yang punya naluri toleran ini sebagai penopang maraknya tren politik islam radikal yang konservatif, meningkatnya intoleransi di masyarakat serta kontra diksi antara konstitusi dan regulasi yang mengancam kebebasan beragama.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pro dan kontra seputar rencana pembangunan patung Yesus di Papua
  2. Vatikan desak pemerintah global melibatkan masyarakat adat dalam pembangunan
  3. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  4. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  5. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  6. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  7. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  8. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  9. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  10. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online