UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Pemakaman janin sebagai bagian dari perang salib melawan aborsi

14/01/2013

Pemakaman janin sebagai bagian dari perang salib melawan aborsi thumbnail

 

Dalam sebuah gubuk berukuran 15 meter persegi, sekitar lebih 10 km sebelah utara Hanoi, Vietnam, Anna Nguyen Thi Nhiem mengambil janin-janin yang diaborsi, dikeluarkan dari lemari es, membungkusnya dengan kain putih dan diletakan ke dalam kantong plastik.

Dia kemudian menyimpan sekitar 20 janin – di antara beberapa minggu dan dua bulan – ke dalam bejana dan menguburkannya di pemakaman baru di pemakaman stasi Ben Coc.

“Saya mengubur 50 bejana dalam satu makam yang saya bangun sebelumnya,” katanya, sambil menyeka keringat dari wajahnya.

Tujuh relawan termasuk suami dan anak-anaknya mengumpulkan janin yang diaborsi dari delapan klinik di sekitar Hanoi.

Kebanyakan mereka adalah umat Kristiani,  aktivis pro-life – yang menentang aborsi dan percaya bahwa janin yang diaborsi layak dikuburkan di penguburan Kristen yang baik.

“Janin-janin yang diaborsi adalah orang-orang suci dan layak dikebumikan dengan baik,” kata Nhiem, seorang ibu dari empat anak.

Sebelumnya, dia harus diam-diam mengubur janin-janin di kebunnya atau di tepi sungai terdekat karena takut diketahui pemerintah setempat dan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Tapi, sejak pertengahan tahun 2007, ia bisa mengubur janin di pemakaman baru berukuran 300 meter persegi milik gereja, dua-pertiganya disumbangkan dari keluarga petani sawah.

Mereka sedang berpikir menyumbangkan 300 meter persegi untuk pemakaman janin tersebut.

“Sekarang pemakaman itu hampir penuh,” katanya.

“Timnya menguburkan lebih dari 58.000 janin aborsi di pemakaman baru itu,” katanya.

Rata-rata, ia menerima 20 janin yang diaborsi setiap hari dan sebanyak 70 pada akhir pekan atau hari libur.

Para dermawan di daerah itu menyumbangkan lemari es dan mereka membiayai penguburan janin aborsi tersebut.

Bagian dari perang salib Nhiem berupaya mendorong kaum perempuan lokal   menjaga bayi mereka yang belum lahir untuk diadopsi dan ia memelihara bayi yang ditinggalkan.

Banyak aborsi dilakukan oleh perempuan muda yang bekerja di kawasan industri terdekat dengan sekitar 70 persen hamil akibat hubungan seks pranikah, kata Nhiem.

Aborsi juga merupakan masalah rumit, sementara yang lain merasa mereka harus melakukan hal itu agar mereka bisa tetap bertahan dengan pekerjaan mereka.

Menurut data pemerintah, Vietnam tercatat antara 1,4 juta dan dua juta aborsi setiap tahun.

Ho Chi Minh City memiliki tingkat tertinggi dengan 66 aborsi dilakukan setiap 100 kelahiran, demikian angka resmi.

Namun, Pastor Joseph Le Quang Uy CSsR, seorang aktivis pro-life, memperkirakan bahwa aborsi mungkin meningkat dan data terakhir sekitar tiga juta per tahun.

Seperti Nhiem, ia telah mengubur janin-janin selama delapan tahun sebagai bagian dari upaya kelompok pro-life. Ia juga menawarkan kesempatan kepada orang tua untuk meminta anak-anak mereka menghentikan dan “mengakui bahwa hal itu adalah dosa.”

Salah satu faktor yang mempengaruhi aborsi adalah kebijakan pemerintah Vietnam dengan dua anak saja, yang telah berlaku dalam setengah abad terakhir atau lebih dan telah memberikan denda bagi mereka yang memiliki tiga anak atau lebih. Para pegawai negeri yang melanggar aturan ini akan diberhentikan.

Mary Tran Thi Mai yang tinggal dekat Nhiem memiliki lima anak.

“Tanpa dorongan Nhiem, saya mungkin hanya memiliki dua anak dan [serangkaian] aborsi,” katanya. “Dia mendorong saya untuk tidak mengakhiri kehamilan ketiga saya dan saya memutuskan untuk melahirkan. Sekarang saya sangat senang untuk memiliki lima anak.”

Sumber: Fetus cemetery part of crusade against termination




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa XIV bersama Pastor Bill Grimm
  2. Vatikan sampaikan Pesan Ramadan dan Idul Fitri
  3. Presiden baru Filipina berjanji mendengarkan suara rakyat
  4. Vatikan angkat uskup baru untuk Hiroshima dan Ho Chi Minh
  5. Keuskupan Kandy menuntut keadilan bagi korban penyiksaan
  6. Misionaris Hong Kong genap 10 tahun melayani Mongolia
  7. Berkat doanya kepada Bunda Maria, buruh Katolik bisa mengatasi masa sulit
  8. Katedral bersejarah di Malaysia akan direnovasi lebih dari setahun
  9. Sant’Egidio perkuat persahabatan dengan kaum papa lewat buka puasa
  10. Warga Tionghoa Katolik dan Protestan bagikan paket takjil kepada umat Muslim
  1. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  2. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  3. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  4. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  5. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  6. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  7. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  8. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
  9. Kagum atas kerelaannya.. sambil juga rasa prihatin.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 10:06:08
  10. Yang memberi Ijin biasanya para politikus busuk yg mencari keuntunga pribadi dan...
    Said Eduardus on 2016-06-02 13:46:02
UCAN India Books Online