UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Ratusan orang demo mengecam kekerasan seksual terhadap anak

14/01/2013

Ratusan orang demo mengecam kekerasan seksual terhadap anak thumbnail

 

Sekitar 500 orang yang terdiri dari aktivis, mahasiswa/i dan anak-anak bergabung dalam aksi solidaritas di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, Minggu, (13/1) mengecam kekerasan seksual terhadap anak yang terus mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir.

“Kejahatan seksual terhadap anak sudah masuk kategori biadab. Apalagi, pada awal tahun ini, kami  sudah menerima 12 laporan, semuanya kekerasan seksual. Ini membutuhkan penanganan  segera dan melibatkan semua komponen, baik pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, lembaga agama dan aparat keamanan”, kata Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait yang juga menjadi sponsor aksi ini.

Sirait menjelaskan, kekerasan seksual tergadap anak mengkuatirkan karena sebaran kasusnya hampir merata antara di kota dan di desa dan para pelaku justeru dari orang-orang terdekat si anak.

“Ada pelaku yang merupakan orang tua kandung, orang tua tiri, abang atau kakak, kerabat dari keluarga, paman, guru, tukang kebun, tetangga maupun pedagang keliling. Ini ada apa? Kami menganggap situasi ini sudah darurat”, jelasnya.

Arist menjelaskan, tahun 2012 mereka menerima 2.637 laporan kekerasan terhadap anak dengan jumlah kekerasan seksual 62 persen. 82 persen korbannya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2011, dimana terdapat 2.509 laporan dengan 58 persen kasus kekerasan seksual serta tahun 2010 dimana terdapat 2.426 kasus dan 42 persen kasus kekerasan seksual”, jelasnya.

Kasus terakhir menimpa RI, bocah berusia 11 tahun,anak pemulung di Jakarta yang meninggal Minggu (6/1) lalu karena mengalami infeksi pada otaknya. Namun, muncul dugaan bahwa gadis cilik ini telah menjadi korban pelecehan seksual akibat ditemukan luka parah di alat vitalnya.

Saat ini polisi masih menyelidiki kasus ini dan 2 orang sedang dalam proses pemeriksaan intensif dari 19 orang yang dimintai kesaksian sebelumnya. Menurut kuasa hukum keluarga RI, Permadi Ramono, orang yang diduga kuat melakukan pencabulan adalah saksi yang berinisial R yang merupakan kakak kandung korban. Pasalnya, menurut Permadi, saat ini dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap R oleh polisi.

Sirait meminta agar pemerintah meningkatkan hukuman bagi para pelaku kejahatan terhadap anak.  “Hukuman yang pantas bagi pelaku adalah 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup” katanya, sambil menambahkan hukuman yang saat ini berlaku yaitu minimal 3 tahun maksimal 10 tahun tidak akan menimbulkan efek jera dan sangat tidak adil bagi anak-anak yang harus menanggung penderitaan seumur hidup.

Yuni, seorang remaja 10 tahun yang ikut dalam aksi, mengatakan, hatinya cemas mendengar berita tentang meningkatnya kekerasan seksual terhadap anak.

“Saya jadi takut, apalagi dilakukan oleh orang-orang seperti orang tua, guru. Masih kecil tapi sudah mengalami hal itu (kekerasan)”.

Dia berharap pelaku mesti dihukum seberat-beratnya. “Kalau hukumannnya berat, pasti orang juga takut, tapi kalau hukumannya ringan, pasti gak terlalu membuat orang takut untuk melecehkan anak-anak”, kata siswa kelas IV SD ini.

Sementara itu, Seto Mulyadi, pemerhati masalah anak menilai tingginya angka kekerasan seksual pada anak juga dipicu oleh kurangnya pendidikan seksual pada mereka.

“Memberikan pendidikan seksual pada usia dini yang membuat anak-anak mampu mengenali organ-organ tubuhnya, termasuk organ seks membuat mereka tahu, bagaimana bisa menjaga kebersihan dan kemananannya,” katanya.

Ia sepakat bahwa hukuman bagi pelaku kekerasan haruslah tinggi. “Kekerasan itu akan merusak jiwa anak dan melahirkan berbagai perilaku negatif dan perilaku menyimpang saat mereka dewasa. Karena itu pelakunya mesti dihukum berat agar tidak ada banyak anak yang mengalami kondisi demikian”.

Ryan Dagur, Jakarta

 

 

One Comment on "Ratusan orang demo mengecam kekerasan seksual terhadap anak"

  1. donotchangemyname on Mon, 14th Jan 2013 9:04 pm 

    Kalau kelak ada undang undang yang menentukan hukuman mati untuk pelaku pemerkosaan, janganlah kita nanti menolak. Biar saja, kasian kepada anak lebih penting daripada kasian penjahat, bukan??




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa XIII/C bersama Pastor Bill Grimm
  2. 60 pengungsi Korea Utara dibaptis di Gereja Katolik Seoul
  3. Keuskupan Agung Semarang prioritaskan penyandang cacat
  4. Siapkan menu sahur, puasa pasangan beda agama
  5. LSM internasional desak PBB selesaikan pelanggaran HAM Papua
  6. Lokakarya Beijing ‘mendidik’ para rohaniwan Katolik
  7. Tahun Kerahiman, kesempatan pengampunan dan pembaharuan rohani bagi umat Katolik Pakistan
  8. Polisi secara brutal menyerang dan menyeret umat Katolik yang sedang berdoa
  9. Umat Kristiani Banglades berdoa bagi perdamaian
  10. Korupsi ancam eksistensi Pancasila
  1. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  2. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  3. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  4. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  5. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  6. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  7. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  8. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
  9. Kagum atas kerelaannya.. sambil juga rasa prihatin.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 10:06:08
  10. Yang memberi Ijin biasanya para politikus busuk yg mencari keuntunga pribadi dan...
    Said Eduardus on 2016-06-02 13:46:02
UCAN India Books Online