UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Seminari Shanxi akan ditutup selama dua tahun

14/01/2013

Seminari Shanxi akan ditutup selama dua tahun thumbnail

 

Seminari Tinggi Montecorvino di Provinsi Shanxi, yang selama bertahun-tahun terlibat dalam konflik kepemimpinan internal, akan menghentikan kegiatannya selama dua tahun sementara operasi dan staf ditata ulang, demikian sumber-sumber Gereja lokal.

Uskup John Huo Cheng dari Fenyang, mantan ketua dewan sekolah itu, mengumumkan penutupan tersebut pada Senin.

“Sebelas frater kini berada di tahun terakhir akan diizinkan melanjutkan studi mereka hingga mereka lulus pada Juni ini, tetapi adik-adik kelas mereka harus meninggalkan sekolah itu setelah semester,” kata salah seorang seminaris dari sekolah itu yang meminta tidak menyebutkan namanya, seraya menambahkan bahwa semester berakhir pada Jumat pekan lalu.

Seminari, yang terletak di pinggiran kota Taiyuan, saat ini memiliki 28 siswa yang terdaftar.

Sumber-sumber Gereja setempat mengatakan keputusan menutup seminari itu dibuat dalam pertemuan yang diadakan oleh Badan Urusan Agama Provinsi Shanxi sehari sebelum pemberitahuan kepada publik.

Selama pertemuan itu, pihaknya disetujui oleh para kepala dari semua delapan keuskupan di provinsi itu bahwa sekolah itu akan tutup selama dua tahun, dan sebuah komite ad hoc dari para kepala keuskupan akan mengganti papan seminari itu.

Uskup Koajutor Paul Meng Ningyou dari Taiyuan telah ditunjuk sebagai pengawas untuk memperbaiki dan mereformasi seminari itu, tambah sumber-sumber Gereja.

“Saya merasa tertekan tentang tugas ini, tetapi itu tampaknya bahwa kita tidak memiliki pilihan yang lebih baik,” kata seorang anggota komite yang berbicara kepada ucanews.com, yang juga tidak menyebutkan namanya.

“Situasi seminari itu saat ini masih jauh dari memuaskan. Tidak ada rektor atau pembimbing rohani. Hanya dua imam yang mempertahankan operasi rutin,” kata anggota komite itu.

Badan Urusan Agama negara itu akan melakukan evaluasi terhadap seminari itu, termasuk kualifikasi staf akademiknya, status keuangan, jumlah mahasiswa dan koleksi perpustakaan selama dua tahun ke depan.

Jika seminari memenuhi semua standar yang ditetapkan, seminari itu akan diizinkan merekrut mahasiswa baru dan melanjutkan operasi, tambah anggota komite.

Seminari itu didirikan tahun 1985, namun dalam beberapa tahun terakhir mengalami konflik kepemimpinan.

Dewan memecat Pastor Anthony Chang Tongxi akibat manajemen yang buruk tahun 2011, meskipun ada tekanan dari pemerintah provinsi mengizinkan dia untuk bertahan, kata sumber-sumber Gereja setempat.

Pada September tahun yang sama, semester ditunda selama lebih dari dua bulan, setelah 50 dari 70 seminaris kembali ke sekolah itu, sedangkan sisanya dipindahkan ke lembaga lain.

Sejak saat itu, seminari itu mengalami kesulitan merekrut mahasiswa baru.

“Kami akan kembali ke keuskupan kami masing-masing dan menunggu pengaturan baru,” kata seorang frater lain yang juga meminta untuk tidak menyebutkan namanya.

“Jika tidak, maka seminari Taiyuan membantu kami untuk pindah ke seminari-seminari lain.”

Frater itu menambahkan bahwa sementara ia memahami kendala para uskup seluruh sekolah itu, ia kecewa dengan hasilnya.

“Para uskup tampaknya melakukan hal-hal dengan cara mereka sendiri dan jarang hadir di seminari itu,” katanya.

Tapi, seorang seminaris lain mengatakan dia mendukung langkah tersebut. “Hal ini baik untuk seminari itu memperbaiki infrastruktur,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia akan kembali setelah masalah itu tuntas.

Sebuah pusat pembinaan bagi biarawati, yang beroperasi di dalam kampus seminari itu, tidak akan terpengaruh oleh penutupan dan akan terus beroperasi.

Sumber: Shanxi seminary to close for two years

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa XIII/C bersama Pastor Bill Grimm
  2. 60 pengungsi Korea Utara dibaptis di Gereja Katolik Seoul
  3. Keuskupan Agung Semarang prioritaskan penyandang cacat
  4. Siapkan menu sahur, puasa pasangan beda agama
  5. LSM internasional desak PBB selesaikan pelanggaran HAM Papua
  6. Lokakarya Beijing ‘mendidik’ para rohaniwan Katolik
  7. Tahun Kerahiman, kesempatan pengampunan dan pembaharuan rohani bagi umat Katolik Pakistan
  8. Polisi secara brutal menyerang dan menyeret umat Katolik yang sedang berdoa
  9. Umat Kristiani Banglades berdoa bagi perdamaian
  10. Korupsi ancam eksistensi Pancasila
  1. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  2. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  3. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  4. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  5. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  6. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  7. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  8. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
  9. Kagum atas kerelaannya.. sambil juga rasa prihatin.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 10:06:08
  10. Yang memberi Ijin biasanya para politikus busuk yg mencari keuntunga pribadi dan...
    Said Eduardus on 2016-06-02 13:46:02
UCAN India Books Online