UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Apakah spiritualitas tanpa agama menyebabkan sakit mental?

15/01/2013

Apakah spiritualitas tanpa agama menyebabkan sakit mental? thumbnail

 

Orang yang memiliki kehidupan “spiritual, tetapi tidak memiliki” agama yang mungkin menderita kesehatan mental yang buruk, demikian sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry.

Michael King dari University College London dan koleganya meneliti 7.400 warga Inggris melalui wawancara, di antaranya 35 persen memiliki pemahaman tentang kehidupan keagamaan, 19 persen tentang kehidupan spiritual, dan 46 persen baik kehidupan spiritual maupun keagamaan.

Dari penelitian itu dibuat sebuah kesimpulan bahwa “orang-orang yang memiliki kehidupan spiritual tanpa agama akan menjadi rentan terhadap gangguan mental,  ketergantungan pada obat-obatan, kecemasan, fobia dan frustrasi.”

Semua kelemahan yang biasa berhubungan dengan individu terkait seberapa peran agama, seperti yang diakui para penulis, meskipun, studi ini menimbulkan sejumlah spekulasi.

Sentuhan spiritual adalah sebuah aspek yang menjiwai manusia, bagi mereka yang merasakannya. Krisis pribadi dengan mencari penghiburan rohani karena orang itu sendiri tidak mampu mengatasi tekanan psikologis yang kuat.

Pertanyaan yang muncul, apakah organisasi keagamaan di Inggris saat ini memiliki cukup wawasan psikologi dan, sebaliknya, membentuk kelas-kelas terapi spiritual? Sebagai psikolog dan juga imam, Pastor Fraser Watts menjelaskan, terapis spiritual di Amerika, tampaknya jauh lebih baik ketimbang rekan-rekan mereka di Inggris.

Banyak perbedaan budaya menjadi sebuah dorongan tersendiri. Di AS, agama cenderung mengemban asosiasi-asosiasi kebebasan. Saya ingat seorang pendeta Amerika pernah mengatakan kepada saya, ketika saya menyatakan kagum dengan prevalensi religiusitas di AS, lalu ia mengatakan karena orang Amerika berasal dari Eropa yang melarikan diri akibat penganiayaan agama. Dua kata “agama” dan “kebebasan” secara alami bersama-sama menjiwai orang Amerika.

Di Inggris, meskipun, hal itu tampak bahwa banyak individu memandang agama sebagai pemuasan rohani mereka.

Jika memang demikian, penelitian baru itu menunjukkan kegagalan Gereja Inggris yang tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual. Orang tidak datang ke gereja, sejumlah mereka menjadi sakit mental sebagai akibat dari kegagalan agama.

Berita terkait: Does spirituality without religion lead to mental illness?

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dituduh penghujatan, orang Kristen Pakistan enggan pulang rumah, takut diserang
  2. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  3. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  4. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  5. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  6. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  7. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  8. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  9. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  10. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  1. Sektarianisme telah mengerus kebhinnekaan Indonesia
  2. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  3. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes ‘tekanan’ internasioal terkait Rohingya
  4. Alkitab dengan kata ‘Allah’ akan dilarang di Semenanjung Malaysia
  5. Dituduh penghujatan, orang Kristen Pakistan enggan pulang rumah, takut diserang
  6. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  7. Lebih dari 1.100 orang tewas di India akibat gelombang panas ekstrim
  8. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  9. Misionaris merajut kembali kebersamaan hidup yang hancur di Mindanao
  10. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online