UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Penurunan perawat India bekerja di luar negeri berdampak pada ekonomi negaranya

15/01/2013

Penurunan perawat India bekerja di luar negeri berdampak pada ekonomi negaranya thumbnail

 

Wajah-wajah senyum para perawat India akan segera menghilang dari berbagai rumah sakit di seluruh dunia.

Dengan tren ekonomi yang berubah di seluruh dunia, hal itu telah menghantam para perawat India, yang merupakan pioner dalam profesi tersebut, kata ekonom dan konsultan pekerjaan.

India telah menghasilkan sekitar 1,7 juta perawat terlatih sejak tahun 1947 dan sekitar 40 persen dari mereka telah bekerja di luar negeri.

“Tidak ada banyak kesempatan bagi para perawat India lagi untuk pergi bekerja di seluruh dunia. Peraturan visa, undang-undang imigrasi yang ketat dan resesi global telah mempengaruhi situasi tersebut,” kata Krishna Kumar, yang mengelola agen perekrutan di Thiruvananthapuram, ibukota negara bagian Kerala di India selatan.

Dia mengatakan bahwa telah terjadi penurunan 40 persen dalam perekrutan perawat dari India untuk  bekerja di luar negeri.

Penurunan ini juga merupakan faktor utama penurunan yang serius dalam jumlah perawat di berbagai rumah sakit di Barat.

“Menurunnya profesi perawat di pasar global adalah akut. Diperkirakan AS akan mengalami penurunan 29 persen jumlah perawat hingga tahun 2020,” kata Kumar.

Banyak mahasiswa perawat sekarang mulai merasa gelisah tentang prospek masa depan mereka.

“Saya telah meminjam uang di bank untuk menyekolahkan anak saya menjadi perawat agar ia mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Inggris atau Amerika Serikat. Jika kemungkinan suram, saya tidak tahu bagaimana saya akan membayar kembali pinjaman tersebut,” kata Reena Koshy, seorang perawat mahasiswa dari Kollam.

Dia berharap situasi akan menjadi lebih baik dalam waktu dua tahun.

India memiliki 2.000 sekolah diploma keperawatan, 1.200 program sarjana dan 281 pasca sarjana. Setiap tahun, negara ini menghasilkan sekitar 60.000 perawat.

Angka resmi keperawatan yang bekerja di luar negeri tidak terdata, namun para ahli memperkirakan sekitar 20 persen lulusan sekolah perawat India saat ini pergi ke luar negeri.

Profesor Irudaya Rajan, ahli migrasi di Pusat Studi Pembangunan di Thiruvananthapuram, mengatakan tren ini mungkin membawa dampak buruk pada ekonomi India, terutama di Kerala.

Rajan mengatakan bahwa sejak tahun 1960, para perawat India bermigrasi ke seluruh dunia dan mendukung perekonomian negara itu.

India menerima dana sebesar US $ 63,5 miliar dari luar negeri selama tahun 2011-2012 dan Kerala memiliki pangsa tertinggi dengan 14,57 persen.

Mathew Chacko, seorang petani di Kerala Angamaly, mengatakan ia khawatir tentang masa depan karena banyak pendapatannya datang melalui dua putrinya yang bekerja di luar negeri.

“Mereka bekerja sebagai perawat di Australia dan Inggris,” katanya kepada ucanews.com.

Chacko, 61, dan istrinya sering ke London dan Sydney dan dipandang sebagai orang ‘kaya baru’ di desanya.

Chacko hanyalah salah satu dari banyak kisah sukses secara ekonomi dari banyak keluarga Kristen yang kerabatnya bekerja sebagai perawat di luar negeri.

“Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa di balik pertumbuhan ekonomi negara itu, tapi tidak ada yang mengakui kontribusi mereka,” kata Thomas Isaac, seorang pemimpin politik Kerala.

Dia mengatakan bahkan keluarga mereka tidak pernah mengakui pengorbanan mereka. Keluarga hanya menggunakan mereka untuk kepentingan dan keuntungan mereka sendiri.

VC Sebastian, sekretaris ekskutif Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Siro-Malabar, mengakui bahwa perawat bekerja di luar negeri telah membantu umat Katolik Kerala berkembang secara ekonomi.

“Perawat telah membantu umat kami ke luar dari banyak krisis agraria. Banyak petani miskin akan bunuh diri kalau bukan demi anak perempuan mereka untuk bekerja di luar negeri sebagai perawat,” katanya.

Sebastian mengatakan sedih bahwa Gereja tidak pernah mengakui kontribusi mereka.

“Kami memiliki jaringan dengan para perawatan kesehatan di seluruh dunia dan mendirikan pusat-pusat kaum awam di semua tempat tujuan mereka, termasuk Malaysia” guna melayani mereka secara rohani,” kata pejabat Gereja itu.

Gereja juga telah membentuk biro-biro untuk melatih para perawat yang ingin bekerja ke negara-negara Eropa.

“Kami menyediakan informasi tentang majikan dan universitas yang merekrut para perawat profesional dari India. Kami telah menyiapkan biro-biro untuk melindungi umat kami dari pedagang manusia,” tambahnya.

Sumber: Drop in recruitment worldwide could have serious knock-on effects

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  2. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  3. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  4. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  5. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  6. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  7. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  8. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  9. Jemaat GKI Yasmin tolak ibadah Natal di tempat lain
  10. PGI: Sebelum hadiri Natal di Papua, Jokowi harus tunjukkan sikap tegas atas tragedi Paniai
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  4. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  5. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  6. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  7. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  8. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  9. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  10. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online