15 tahun reformasi, nilai Pancasila semakin tersingkir

16/01/2013

15 tahun reformasi, nilai Pancasila semakin tersingkir thumbnail

 

Gerakan reformasi yang semula ingin mengembalikan nilai-nilai luhur Pancasila menjadi arus utama ternyata hanya tinggal harapan.

Sudah 15 tahun berlalu nilai-nilai itu justru semakin tersingkir dari pola pembangunan. Kelemahan ini jika tidak cepat diatasi, masa depan Indonesia berada dalam taruhan.

Demikian rangkuman pendapat dari Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yewangoe dan tokoh dan cendekiawan Muslim sekaligus pendiri Maarif Institute Ahmad Safi’i Ma’arif dalam seminar dan loka karya agama-agama (SAA) ke-29 dengan tema “Agama-Agama dan Politik Pasca-Orde Baru: Refleksi 15 Tahun Reformasi”, di Jakarta, Senin (14/1), seperti dilansir suarapembaruan.com.

Ma’arif mengatakan, tokoh-tokoh agama berulang kali menyuarakan berbagai penyimpangan reformasi itu, namun kultur politik neo liberalisme yang lagi menjadi acuan menutup mata dan telinga para pemegang demokrasi. Seperti cita-cita proklamasi 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghalau kemiskinan tetapi ternyata berujung dengan setengah gagal, begitu pula gerakan reformasi setelah 15 tahun berjalan.

Menurutnya, hal ini terjadi karena elit politik awal reformasi pada umumnya adalah kaum politisi dadakan. Mereka adalah instant politicians yang kosong pemahamannya soal cita-cita awal bangsa ini.

“Mereka tidak punya cetak biru tentang bagaimana semestinya bangsa ini diurus dalam mengisi kemerdekaan,” ujar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah ini.

“Jika negara yang memiliki hak memaksa agar setiap orang tunduk pada konstitusi dan peraturan lainnya menjadi lemah dan kehilangan wibawa, maka anarkisme akan sulit diatasi. Selama 15 tahun terakhir, energi bangsa sangat terkuras oleh rentetan konflik yang tak habis-habisnya,” kata Ma’arif.

Dia menyarankan solusi agar dalam tempo yang tidak lama kelemahan ini bisa diatasi, Indonesia harus dipimpin oleh pribadi yang visioner, punya nyali, kuat, jujur negarawan, dan integritas. Pemimpin seperti inilah yang menurut dia, harus terpilih dalam Pilpres 2014 nanti.

Apapun asal partai politiknya, asalkan pemimpin tersebut bisa melakukan gerakan perubahan untuk masyarakat. Tanpa transformasi dalam diri pemimpin, situasi yang sama akan terus berulang tanpa ujung.

Pendeta Yewangoe juga menyoroti dari bidang penegakan hukum dan keadilan, masih jauh panggang dari api. Para koruptor yang seharusnya membayar setiap penyelewengannya, justru dihukum sangat ringan, dan sebagian yang sudah menjalani hukuman sedang menikmati hasil korupsinya.

Persoalan kekerasan atas nama agama, juga menurut Pendeta Yewangoe masih menjadi masalah pelik di era reformasi ini. Makin bertumbuhnya radikalisme di kalangan masyarakat sangat mengkhawatirkan. Negara harus menemukan akar radikalisme tersebut dan menyelesaikannya, dan menemukan akar kerukunan otentik yang sudah tertanam mendalam di dalam kebudayaan.

“Saya masih percaya adanya kerukunan otentik di Indonesia, yaitu jenis kerukunan yang sudah ada dari dulu dalam masyarakat kita yang tidak dikomando, tidak diatur-atur,” katanya.

 

  • bernardus wato ole

    15 tahun nilai-nilai Pancasila tersingkir jauh dikalahkan oleh 3 W (wewenang, wang dan wanita/seks)

  • franstantri dharma

    Ayo bangkitkan cita-cita ideal untuk masa depan. Memang krusial. Kita perlu menulis sejarah dalam citra ideal, bukan sekedar sebagai kumpulan peristiwa kronik belaka. Bangsa yang sadar akan membawa kaum mudanya sebagai pelaku sejarah umat manusia di abad-abad mendatang. Pancasila adalah proyek dan proses kolektif lintas generasi. Hanya yang menyadari permasalahan besar bangsa ini tahu memperbaiki keadaan demi menjawab kebutuhan masa sekarang dan masa depan.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  2. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  3. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  4. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  5. Gubernur Sulut dukung pembangunan pusat kaum muda Katolik
  6. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  7. 173 warga Uyghur tiba di Turki setelah dibebaskan dari tahanan Thailand
  8. Komunitas Sant’Egidio adakan buka puasa bersama dengan lebih dari 500 warga miskin
  9. Kelompok ekumenis menyerukan dimulainya kembali pembicaraan dengan pemberontak
  10. Kardinal Tagle menyerukan sumbangan Internasional untuk Kongres Ekaristi
  1. Paus Fransiskus: Keluarga perlu berdoa, berbelarasa dalam menghadapi tantangan
  2. Kampanye pembongkaran salib di Tiongkok menyebar ke keuskupan lain
  3. Gereja Malaysia akan menerbitkan Evangelii Gaudium dalam Bahasa
  4. Umat Kristiani merayakan 50 tahun kemerdekaan Singapura
  5. Komunitas Sant’Egidio adakan buka puasa bersama dengan lebih dari 500 warga miskin
  6. Perduki gelar pasar murah untuk warga Muslim guna meningkatkan toleransi
  7. Merasakan internalisasi toleransi lewat OBOR
  8. Kardinal Tagle menyerukan sumbangan Internasional untuk Kongres Ekaristi
  9. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  10. Kelompok ekumenis menyerukan dimulainya kembali pembicaraan dengan pemberontak
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online