Para pemimpin Gereja serukan perdamaian

21/01/2013

Para pemimpin Gereja serukan perdamaian thumbnail

 

Pemimpin Gereja Katolik dan  Gereja Protestan di Myanmar telah mengeluarkan pernyataan yang langka dilakukan dengan menyerukan mengakhiri konflik di negara bagian Kachin utara di mana tiga warga sipil termasuk diakon lansia tewas akibat tembakan artileri pada  Senin.

Uskup John Hsane Hgyi, ketua presidium Konferensi Waligereja Myanmar, dan Yin Maw Yin, ketua umum Dewan Gereja-gereja Myanmar (MCC), belum lama ini mendesak mengakhiri pemboman udara dan tembakan artileri oleh pasukan pemerintah dan menyerukan pemantau internasional  diizinkan.

“Semua pihak terkait ‘[harus] kembali ke meja perundingan dengan bantuan para fasilitator netral, jika diperlukan. Perdamaian itu bisa mungkin terjadi,” kata pernyataan itu.

Para pemimpin Gereja di negeri ini jarang berbicara terkait banyak konflik di Myanmar  karena takut pembalasan dari rezim, yang hingga  saat ini, menunjukkan toleransi yang rendah terkait perbedaan pendapat apapun.

“Sebelum kami mengeluarkan surat seruan, kami telah bersuara,” kata Uskup Sumlut Gam dari Banmaw  di Negara Bagian Kachin. “Terus terang, meski kami respon terlambat terkait kasus itu.”

Namun, Sekjen MCC Shwe Lin mengatakan  pernyataan  Gereja dikeluarkan waktunya sangat tepat karena pesan itu disampaikan setelah pertimbangan secara hati-hati.

“Beberapa orang mungkin melihatnya sebagai terlambat untuk mengeluarkan pernyataan, tapi bagi para pemimpin Gereja, tindakan mereka pada saat yang tepat,” katanya.

Lebih dari 100.000 orang telah mengungsi sejak pertempuran dimulai kembali pada  Juni 2011 menyusul berakhirnya gencatan senjata 17 tahun dalam apa yang merupakan daerah yang didominasi Kristen Myanmar.

Meskipun pernyataan Presiden Thein Sein bahwa tentara akan mengakhiri pertempuran, konflik telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah bulan ini mengakui untuk pertama kalinya bahwa pihaknya melakukan serangan udara.

Tiga korban sipil pada Senin adalah yang pertama untuk beberapa kali di Laiza, kubu pemberontak Tentara Kemerdekaan Kachin di perbatasan dengan Cina.

Menyusul serangan itu, sekitar 200 warga mengungsi di dua gereja di Laiza.

Sumber: Church leaders make rare call for peace




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online