UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Saksi Ahmadiyah minta perlindungan

22/01/2013

Saksi Ahmadiyah minta perlindungan thumbnail

Ilustrasi

 

Lima anggota jemaah Ahmadiyah yang menjadi saksi pada persidangan kasus perusakan Masjid Ahmadiyah (An Nashir) oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) pada 25 oktober 2012, meminta perlindungan pada LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Bandung.

Kedatangan lima anggota Jemaah Ahmadiyah itu sekaligus meminta LBH mengajukan keberatan atas tindakan hakim ketua yang memimpin jalannya persidangan kasus perusakan masjid Ahmadiyah di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

“Kami merasa keberatan atas tindakan hakim saat sidang pada 10 dan 15 januari 2013. Hakim ketua Sinung Hermawan meminta saksi dari Ahmadiyah, disumpah sesuai agama yang ada di identitas KTP kami yakni Islam. Namun saat persidangan, massa FPI berteriak dengan menyebutkan Ahmadiyah bukan Islam. Atas desakan massa itu hakim kemudian menyumpah saksi dengan sumpah hakim saja, bukan sumpah atas dasar Al Quran sesuai kitab suci Agama Islam,” kata salah seorang anggota Ahmadiyah, Yora Setia Pratama saat jumpa pers di kantor LBH Bandung, Selasa (22/1/2013), seperti dilansir kompas.com.

Yora mengatakan, ia dan empat rekannya dari Ahmadiyah juga mendapat intimidasi berupa cacian dan cemoohan saat akan masuk ke ruang persidangan.

“Kami merasa hakim dan jaksa tidak melindungi kami sebagai saksi. Kami merasa tak aman dan tak nyaman sehingga kami meminta perlindungan LBH untuk meneruskan keberatan kami ini,” kata Yora.

Perwakilan LBH Bandung Unung Nur Alamsah mengatakan, kedatangan lima anggota Ahmadiyah ini akan ditindaklanjuti dengan melaporkan hakim dan jaksa yang menyidangkan kasus ini ke Komisi Yudisial dan Komisi Kejaksaan.

“Kami memiliki bukti video saat persidangan tanggal 10 dan 15 Januari 2013. Dalam video itu jelas terlihat hakim dan jaksa terpengaruh dengan permintaan massa,” kata Unung.

Sidang kasus perusakan masjid Ahmadiyah oleh anggota FPI, saat ini memasuki sidang ketiga dengan agenda pemeriksaan terdakwa pada Selasa (22/1/2013).

Lima anggota Ahmadiyah yang dijadikan saksi pada sidang kasus perusakan Masjid An Nashir di Astanaanyar Kota Bandung itu adalah Irvan Yanur Yana, Yora Setia Pratama, RP Yanur Randi, Rahman Nusa dan Nendar.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Delegasi Indonesia meriahkan WYD di Polandia
  2. Para uskup Timor Leste ingin memperbaiki liturgi
  3. Gereja diminta ikut mengawasi penggunaan dana desa
  4. Tiongkok akan tutup gereja selama KTT G20
  5. Pakistan mengambil langkah mengakhiri ‘pembunuhan demi kehormatan’
  6. Ratusan OMK Malaysia turut berpartisipasi di WYD
  7. Menggunakan Injil untuk perubahan sosial
  8. Romo Magnis: Peristiwa pelanggaran HAM 1965 digolongkan sebagai genosida
  9. Pemuda Katolik: Jokowi tak banyak janji, tapi kerja
  10. Menjelang IYD 2016, OMK gelar pentas seni
  1. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  2. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  3. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  4. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  5. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  6. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  7. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  8. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  9. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  10. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
UCAN India Books Online