UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Sistem politik Indonesia “banci”

22/01/2013

Sistem politik Indonesia “banci” thumbnail

Ahmad Syafi`i Ma`arif

 

Sistem politik Indonesia yang berlaku sekarang “banci”, karena tidak sepenuhnya presidensial dan bukan pula parlementer, kata mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafi`i Ma`arif.

“Sistem politik `banci` itu pasti menjadi rintangan inheren terbesar bagi demokrasi untuk berfungsi secara sehat dan kuat,” katanya pada dialog kepemimpinan bertema Kontribusi Universitas Islam Indonesia (UII) dalam Menyiapkan Pemimpin Bangsa, di Yogyakarta, Senin, seperti dilansir antara.

Menurutnya, dualisme semacam itu harus diakhiri dengan menawarkan sebuah teori radikal berdasarkan kajian yang mendalam tentang Pancasila dan UUD 1945.

Namun, katanya, betapa pun lemahnya sistem politik Indonesia, jika bangsa ini memiliki kepemimpinan nasional yang kuat dan visioner, kelemahan dalam masa transisional antara 2014 hingga 2019 masih bisa diatasi sampai batas tertentu.

“Sampai `jenis kelamin` demokrasi Indonesia menjadi terang benderang, yakni sepenuhnya presidensial. Dengan kata lain, masa antara 2014 hingga 2019 menjadi sangat kritikal dan menentukan bagi hari depan demokrasi Indonesia,” katanya.

Berbicara di forum yang sama, Rektor UII Edy Suandi Hamid mengatakan dengan semakin dekatnya pergantian kepemimpinan nasional, perguruan tinggi dan kaum cendekia seharusnya ikut bertanggung jawab memberikan pendidikan politik pada masyarakat agar tidak salah memilih calon pemimpin.

“Dengan tingkat pendidikan dan kesadaran politik masyarakat yang masih relatif rendah dan formalistik, para `opinion leader` dan kalangan cendekiawan bertanggung jawab membentuk opini publik untuk menaikkan akseptabilitas dan elektabilitas,” katanya.

Menurutnya, tanggung jawab cendekiawan itu penting karena figus pemimpin yang amanah pasti tidak akan menaikkan akseptabilitas dan elektabilitasnya dengan cara-cara instan dengan memunculkan citra sendiri sebagai manusia super.

“Pencitraan itu dilakukan melalui kampanye dan iklan yang bombastis yang didukung oleh pendana yang saat kemenangan akan menuntut balik atas dana yang telah dikeluarkan,” katanya.

Oleh karena itu, semua yang memiliki akses ke publik pemilih seyogianya memberikan pendidikan politik dengan menjual tokoh berkarakter dan punya rekam jejak baik untuk “dipasarkan” dalam rangka menaikkan akseptabilitas dan elektabilitasnya.

“Hal itu penting agar kondisi `status quo` dalam menajemen pemerintahan itu bisa berubah dengan memunculkan pemimpin nasional yang baru, yang bisa memperbaiki bangsa ini,” katanya.

Foto: mediaindonesia.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang imam di Cina diadili tanpa ada putusan
  2. Umat Katolik ikut protes menentang rudal Korea Selatan
  3. Imam ini menuduh pemerintah mengincar aktivis Filipina
  4. Kecurigaan atas terpilihnya Carrie Lam jadi pemimpin Hong Kong
  5. Suster yang dibunuh di India ini akan segera dibeatifikasi
  6. Paus minta calon penerima Krisma agar tidak lakukan ‘bully’
  7. Militer Myanmar hadang bantuan untuk pengungsi
  8. Gereja di NTT dapat nilai merah untuk keterlibatan sosial
  9. Etnis Rakhine tolak status kewarganegaraan Rohingya
  10. Calon terkuat pemimpin Hong Kong ini bicara soal iman Katolik
  1. tidak nyaman untuk Hongkong......
    Said Jenny Marisa on 2017-03-28 16:18:04
  2. Salut utk postingan ini, rupanya kerajaan Allah sangat dekat dihati jika org org...
    Said Oklan liunokas on 2017-03-28 12:52:25
  3. Bagaimana mau memperhatikan kesejahteraan umatnya, di bebera desa, umatnya dimin...
    Said Boni on 2017-03-28 06:58:45
  4. Sangat bagus untuk kami renung...
    Said Paulus Parmos on 2017-03-27 20:24:30
  5. Ini menjadi tganggung jawab semua pihak. Para tokoh di mana saja ikut bertanggun...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-03-27 15:26:32
  6. kesejahteraan fisik, material, harus diperhatikan oleh permerintah. Upaya gereja...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-27 10:50:35
  7. Retreat is really helpful and crucial since by having special chance in silence ...
    Said Alot Andreas on 2017-03-26 15:18:10
  8. industri malah sering bikin susah.. di Indonesia saat ini petani menolak dibangu...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 11:34:22
  9. alam yang subur, tanah pertanian, perkebunan sayang kalau digunakan untuk indust...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 08:57:04
  10. Tetap maju terus perjuangan hidup di planet ini penjara besar sudah terlepas mak...
    Said NIKODEMUS KOWIP on 2017-03-21 15:38:37
UCAN India Books Online