UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

6,2 juta warga Indonesia tidak memiliki akses kesehatan

23/01/2013

6,2 juta warga Indonesia tidak memiliki akses kesehatan thumbnail

 

Indonesia saat ini memerlukan 1.294 unit Puskesmas dan 20 unit Rumah Sakit karena 6,2 juta warga tidak memiliki akses pelayanan kesehatan dasar.

Kemenkes memastikan masalah itu akan segera teratasi. Dengan 9.320 unit Puskesmas yang ada saat ini, untuk sementara cukup melayani kesehatan masyarakat.

“Pembangunan sedang dilakukan, dan akan terus dilakukan menjelang pelaksanaan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) tahun 2014,” kata Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti seperti dilansir Rakyat Merdeka,  kemarin.

Ghufron mengklaim, tidak hanya Puskesmas, sarana pendukung kesehatan seperti tenaga medis, perawat dan dokter juga dianggap cukup.

“Saat ini tersedia 85 ribu lebih dokter praktik umum dan lebih dari 25 ribu dokter praktik spesial. Belum lagi termasuk dokter gigi, perawat, dan bidan. Secara nasional, jumlah tersebut cukup,” ucapnya.

Demikian juga dengan sarana tempat tidur di rumah sakit milik pemerintah dan swasta. Di tingkat Puskesmas rasionya telah mendekati satu tempat tidur untuk setiap 1.000 penduduk.

“Bed (tempat tidur) yang sudah kita siapkan sekitar 240 ribu. Kemenkes memastikan pada saat BPJS Kesehatan beroperasi, tidak ada lagi Puskesmas yang rusak berat. Masyarakat bisa merasakan semua penggunaan fasilitas kesehatan dengan puas,” paparnya.

Anggota Komisi IX DPR Aditya Anugrah Moha mengatakan, hasil pengawasan DPR terhadap kesiapan pelaksanaan pelayanan kesehatan melalui program BPJS menyebutkan, pelayanan kesehatan melalui Puskesmas di daerah masih minim.

Padahal, Puskesmas bertanggung jawab memberikan pelayanan dasar, melakukan pembinaan, penyuluhan terhadap kegiatan kesehatan yang berlangsung di masyarakat.

“Selama ini, pembinaan dan pemantauan belum optimal. Hal ini tentunya disebabkan keterbatasan tenaga medis di puskesmas.”

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, jelang pengoperasian BPJS pada Januari 2014 Indonesia masih kekurangan sekitar 1.294 unit Puskesmas.

Selain Puskesmas, jumlah Rumah Sakit juga belum mencukupi. Antara lain, Rumah Sakit tipe D masih kurang 12 unit. Kekurangan Rumah Sakit tipe C ada empat unit. Serta Rumah Sakit tipe B masih kurang empat unit.

Berdasarkan pengamatannya dari hasil kunjungan ke 15 propinsi, ada daerah yang sangat cukup dalam jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan. Jumlahnya sampai melebihi standar yang ditetapkan WHO (World Health Organization).

“Untuk penambahan jumlah tempat tidur rumah sakit, Pemerintah Indonesia menganggarkan dana  7 triliun rupiah sampai tahun 2014,” ungkapnya.

6,2 juta penduduk tak miliki akses kesehatan

Bank Dunia mencatat 383 kecamatan belum memiliki puskesmas saat ini. Artinya, sebanyak 6,2 juta jiwa penduduk Indonesia tidak memiliki akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dasar.

Di level lebih tinggi, masih ada 42 kabupaten yang belum memiliki rumah sakit. Itu berarti ada 36 juta penduduk Indonesia yang tak punya akses terhadap fasilitas kesehatan sekunder.

Hal tersebut merupakan hasil temuan sensus infrastruktur desa (SID) yang dilakukan Bank Dunia bekerja sama dengan Kantor Wakil Presiden untuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Pendukung PNPM Mandiri dan Badan Pusat Statistik tahun 2011. Yang menjadi objek survei adalah 166.506 fasilitas kesehatan dan 164.561 fasilitas pendidikan di penjuru negeri mereka survei.

Ada berbagai faktor seperti ketersediaan sumber daya manusia dan infrastruktur menyebabkan kinerja tiap-tiap daerah di tanah air berbeda.

Sebanyak 852 unit atau 9 persen dari jumlah seluruh puskesmas di Indonesia ternyata belum memiliki instalasi air. Selain itu, 732 unit puskesmas lainnya tak punya dokter jaga. Belum lagi, ada 10.629 fasilitas kesehatan yang tak dilengkapi listrik.

Sebagian besar wilayah yang kekurangan sarana kesehatan dan pendidikan itu berada di kawasan Indonesia Timur.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  2. Jesuit akan fokus pada pendidikan di Asia
  3. Di Bangladesh, pernikahan anak menghadapi kenyataan suram
  4. Ensiklik Paus Fransiskus tentang lingkungan dibahas dalam acara buka puasa bersama lintas agama
  5. Mahasiswa Papua demo di Jakarta tuntut merdeka
  6. Pesan Toleransi Azizah Bagi Hubungan Antaragama
  7. Integrasi politik di Papua stagnan akibat pelanggaran HAM
  8. Di Tacloban, korban topan kembalikan keceriaan dengan festival
  9. Umat Katolik di Hong Kong adakan ibadat Jalan Salib demi demokrasi
  10. Keuskupan Manado terus melakukan persiapan untuk IYD 2016
  1. Di Tacloban, korban topan kembalikan keceriaan dengan festival
  2. Radikalisme akan tetap ada selama adanya ketidakadilan
  3. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  4. Integrasi politik di Papua stagnan akibat pelanggaran HAM
  5. Di Bangladesh, pernikahan anak menghadapi kenyataan suram
  6. Jesuit akan fokus pada pendidikan di Asia
  7. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  8. Ketika rumah bukan lagi sebuah tempat aman
  9. Dubes Vatikan ajak umat berdoa bagi Paus Fransiskus
  10. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online