UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

MUI tolak upaya pelarangan sunat perempuan

23/01/2013

MUI tolak upaya pelarangan  sunat  perempuan thumbnail

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah ormas Islam menolak upaya pelarangan sunat bagi perempuan.

“Tata cara pelaksanaan khitan perempuan, menurut ajaran Islam, cukup dengan hanya menghilangkan selaput yang menutupi klitoris. Ajaran Islam melarang praktik khitan yang dilakukan berlebih-lebihan, seperti memotong atau melukai klitoris yang mengakibatkan bahaya,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, di gedung MUI, Jakarta, Senin (21/1/), seerti dilansir antara.

Ia menyebutkan, MUI bukan mewajibkan atau tak mewajibkan khitan perempuan, tetapi menolak pelarangannya. Dia mengatakan, MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa khitan perempuan adalah “makrumah” atau ibadah yang dianjurkan.

Menurutnya, tak satu ulama pun yang melarang khitan perempuan, sehingga setiap rumah sakit di Indonesia harus menerima jasa sunat.

“Khitan merupakan bagian dari ajaran agama Islam dan termasuk bagian ibadah, yang sangat dianjurkan bagi umat Islam baik bagi laki-laki maupun perempuan. MUI dan ormas Islam menolak dengan tegas pelarangan khitan perempuan oleh pemerintah atau pihak mana pun,” kata Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan.

Amirsyah mengatakan, Peraturan Menteri Kesehatan No 1636/MENKES/PER/ XI/2010 tentang Sunat Perempuan telah sesuai dengan amanat UUD 1945, Fatwa MUI, dan aspirasi umat Islam. Karena itu, MUI dan ormas Islam mendukung permenkes tersebut.

MUI meminta pemerintah tidak mengindahkan setiap upaya pihak-pihak mana pun yang menginginkan pelarangan khitan perempuan di Indonesia karena bertentangan dengan ajaran Islam, amanat UUD 1945, dan HAM.

“MUI mendorong pemerintah dan pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan dan dinas-dinas kesehatan, serta organisasi profesi kedokteran serta tenaga kesehatan, dan ormas-ormas Islam untuk menyosialisasikan Permenkes Sunat Perempuan sebagai pedoman bagi tenaga kesehatan untuk memberikan layanan khitan perempuan muslim di Indonesia,” katanya.

Dia juga mengatakan, pihak terkait harus merumuskan standard operational procedure (SOP) tentang khitan perempuan, serta menjadikannya sebagai salah satu materi dalam kurikulum pendidikan kedokteran dan tenaga kesehatan lain.

MUI juga mengimbau umat Islam Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan berbagai upaya pembentukan opini yang keliru pelarangan khitan perempuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Soleh mengatakan, pro-kontra khitan telah bergulir sejak 2002. Menurut dia, beberapa pihak yang melarang khitan perempuan antara lain Komite Cedaw yang menilai khitan perempuan merupakan suatu bentuk mutilasi alat genital perempuan.

“Bahkan American Medical Assosiation menilai pelaksanaan khitan baik bagi laki-laki maupun perempuan sama-sama merupakan mutilasi,” kata Asrorun.

Asrorun mengkhawatirkan upaya pihak-pihak tersebut melarang khitan akan memengaruhi posisi Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2010 tentang Sunat Perempuan.

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keuskupan Korea Utara akan merayakan 90 tahun
  2. Militan “penggal’ sandera asal Jerman di Filipina selatan
  3. Umat Katolik Sri Lanka menentang amandemen UU aborsi
  4. Perempuan bangun kerukunan di tengah sentimen anti-Muslim di Myanmar
  5. Perempuan Dalit Kristen memperjuangkan hak-hak mereka
  6. Para frater mengadakan reli doa untuk perdamaian dan keadilan
  7. Renungan Hari Minggu Biasa VIII/A bersama Pastor Bill Grimm
  8. Caritas membantu penderita kanker ke daerah terpencil di India
  9. Provinsi SVD Cina mendapat imam baru dari Togo
  10. Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online