UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Petisi: Penyalahgunaan kekuasaan harus diakhiri

23/01/2013

Petisi: Penyalahgunaan kekuasaan harus diakhiri thumbnail

 

Sebuah petisi yang beredar di Internet di Vietnam meminta pemerintah merevisi konstitusi dengan memasukkan berbagai ketentuan terkait kedaulatan masyarakat, hak asasi manusia (HAM) dan kepemilikan pribadi.

“Konstitusi itu harus terlebih dahulu bertujuan menjamin keselamatan, kebebasan dan kebaikan masyarakat, dan membatasi penyalahgunaan kekuasaan,” kata petisi yang dikeluarkan pada Senin.

Petisi itu, yang ditandatangani oleh 72 intelektual dan aktivis, juga di-posting oleh media yang dikelola pemerintah meminta amandemen konstitusi menjelang referendum publik yang dimulai Januari-Maret tahun ini.

Di antara para penandatangan petisi itu adalah Uskup Paul Nguyen Thai Hop dari Vinh, Pastor Joseph Maria Le Quoc Thang dari Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Vietnam, dan Pastor John Baptist Huynh Cong Minh, vikjen keuskupan agung Ho Chi Minh.

Lebih lanjut petisi itu menyatakan bahwa masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam konstitusi negara, dan draf usulan pemerintah, yang menyatakan bahwa Partai Komunis Vietnam mengontrol negara dan masyarakat melanggar HAM, sipil dan hukum.

Mengutip runtuhnya Komunisme di Eropa dan bekas Uni Soviet, petisi itu lebih lanjut menyatakan bahwa hanya negara bebas, demokratis dan sistem multi-partai akan melayani kesejahteraan semua warga negara.

“Partai Komunis akan memiliki kesempatan mengembalikan kepercayaan rakyat” jika usulan tersebut diterima, kata petisi itu.

Para penandatangan juga meminta konstitusi saat ini direvisi, dan disesuaikan dengan Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal, dan menyatakan bahwa hak-hak ini tidak pernah dilaksanakan.

Petisi tersebut akan dikirim ke Majelis Nasional, yang diharapkan menyetujui sebuah konstitusi yang direvisi pada Oktober.

Sumber: Petition seeks end to abuses of power

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Presiden Filipina mempertanyakan keberadaan Tuhan
  2. Uskup Maumere mengundurkan diri
  3. Uskup ’bawah tanah’ dipindahkan lagi ke wilayah terpencil
  4. Gereja Pasifik tetap dukung Papua kembali ke keluarga Melanesia
  5. Aktivis Filipina mengutuk pembunuhan pemimpin kelompok petani
  6. Umat Kristen peringati serangan bom bunuh diri di Gereja Peshawar
  7. Nasihat Pastor Fransiskan ini mengubah pandangan Jakob Oetama
  8. Anak muda perlu refleksi dan dekat dengan keluarga
  9. Gereja sambut baik pertemuan pemerintah Filipina dan pemberontak Komunis
  10. Pembongkaran masjid tanpa IMB melanggar kebebasan beragama
  1. Nampaknya penduduk di Kalimantan lebih toleran......
    Said Jenny Marisa on 2016-09-23 09:07:47
  2. Kekejaman semakin banyak terjadi, apa sebabnya? Mengerikan membaca berita sekar...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-16 16:28:43
  3. Untuk mencegah umat di keuskupan mati karenanya, harus dipasang poster yang jela...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-13 13:45:12
  4. Semua aparat pemerintah daerah dan TNI POLRI di negri ini kehilangan tenaga..?...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:14:00
  5. Semua aparat pemerintah daerah,TNI POLRI yang bertugas di negri ini, kehilangan ...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:08:57
  6. Mengapa perempuan dibenci dan diperlakukan dengan kejam... Apakah laki laki itu ...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-12 12:16:03
  7. hebatttt sr Nia saudariku.....
    Said holiq on 2016-09-10 23:47:46
  8. Soal menghukum orang bukan urusan saya, tetapi toh tidak dapat diam saja. Menir...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-09 20:01:47
  9. Profisiat Mgr.... Semoga Tuhan sentiasa menaungi dan melindungi Bapa Uskup dalam...
    Said Permata on 2016-09-04 17:51:22
  10. Bagaimana doa melepaskan kuasa iblis...
    Said pkoing on 2016-09-04 01:06:09
UCAN India Books Online