UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Seorang nenek penyelundup narkoba dijatuhi hukuman mati

23/01/2013

Seorang nenek penyelundup narkoba dijatuhi hukuman mati thumbnail

 

Pengadilan negeri Denpasar, Bali, pada Selasa menjatuhkan hukuman mati kepada seorang nenek berusia 56 tahun asal Inggris akibat penyelundupan kokain ke Bali.

Lindsay Sandiford menangis saat mendengar putusan setelah hakim menjatuhkan hukuman penjara minimal 15 tahun.

“Kami menemukan Lindsay Sandiford dan secara hukum bersalah melakukan penyelundupan narkotika … dan ia dijatuhi hukuman mati,” kata hakim Amser Simanjuntak di pengadilan negeri Denpasar.

Pengacara Sandiford mengatakan ia kemungkinan akan melakukan banding terkait vonis mati tersebut, meskipun kuasa hukum mencatat bahwa wanita itu mengakui kejahatannya dan berlaku sopan di pengadilan.

“Kami berkeberatan dengan vonis itu. Kami tidak pernah berharap bahwa klien kami akan mendapatkan hukuman mati,” kata kuasa hukumnya Esra Karokaro. “Kami akan membahas terlebih dahulu dengan dia, kemungkinan besar kami akan mengajukan banding.”

Sandiford, berkacamata dan rambut diikat, menunduk dan menangis saat putusan itu dibacakan, sementara adiknya Hillary Parson yang menghadiri persidangan itu juga menangis.

Seorang wakil kedutaan Inggris yang menghadiri sidang tersebut menolak berkomentar.

Sandiford ditangkap di bandara internasional Denpasar pada Mei karena ia membawa 4,79 kilogram kokain yang disimpan di kopernya.

Polisi mengatakan ia adalah pelaku penyelundupan narkotik yang melibatkan tiga warga Inggris lain dan India yang juga telah ditangkap.

Sandiford berpendapat bahwa ia dipaksa menyelundup obat itu demi melindungi anak-anaknya dari ancaman. Namun, pengadilan menolak argumennya dan mengatakan “tidak ada hal yang meringankan” untuk memungkinkan keringanan hukuman.

“Semua bukti yang memberatkan terhadap terdakwa,” kata hakim lain pada sidang itu, Bagus Komang Wijaya Adi.

Hakim mengatakan bahwa Sandiford tidak mengakui kejahatannya dan ia telah melanggar hukum Indonesia terkait narkotika.

“Tindakannya adalah melawan upaya pemerintah memerangi penggunaan narkoba di negeri ini dan dia bersikeras bahwa dia tidak pernah melakukan kejahatan,” kata hakim Amser Simanjuntak.

Kelompok hak asasi manusia Inggris mengatakan bulan lalu bahwa Sandiford “dimanfaatkan oleh pengedar narkoba, yang mengincarnya karena ketakutannya demi keselamatan anak-anaknya”.

Dua warga Inggris lain yang ditangkap terkait kasus itu menerima hukuman ringan bulan lalu.

Rachel Dougall dijatuhi hukuman 12 bulan karena tidak melaporkan kejahatan Sandiford dan Paul Beales dihukum empat tahun penjara karena memiliki 3,6 gram ganja.

Seorang warga Inggris keempat, Julian Ponder, diharapkan disidang pada akhir bulan ini setelah hakim memvonis hukuman penjara tujuh tahun.

Indonesia menerapkan hukuman mati bagi perdagangan narkotika, tapi hukuman mati biasanya diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Dua anggota dari sebuah geng penyelundupan narkoba Australia yang dikenal sebagai “Bali Nine” yang ditangkap tahun 2005 saat ini dihukum mati, sedangkan tujuh orang lainnya menghadapi hukuman seumur hidup.

Sumber: Death sentence for drug smuggling UK grandmother

 

2 Comments on "Seorang nenek penyelundup narkoba dijatuhi hukuman mati"

  1. donotchangemyname on Thu, 24th Jan 2013 10:31 am 

    Aduh, terlambat nenek ini menyesal. alasan apapun sekarang akan menyulitkan dia. Sebagai manusia, kita bisa merasa kasian, tetapi hukum tidak demikian. Kita menginginkan tidak ada orang lagi mau membawa barang maut itu.

  2. yulius on Fri, 25th Jan 2013 8:01 am 

    Klau benar nenek itu bertindak Demi anak anaknya tolong donk kedutaan Inggris mengusut. Toh brang itu tidk sempat diedarkan. Hukuman tetap ada tapi fungsi hukum Juga menyelamatkan Si pelaku dri isu yg bnar mengancam diri atau orng lain. Hukum yg benar adalah apabila ada persesuaian antara mitivasi dan modus. Kasihan kalau benar nenek itu dimanfaatkan.pnyesalan akan dtng terlmbat.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Diskriminasi terhadap LGBT terus menguat di Indonesia
  2. Uskup desak warga Filipina tidak lupa pelajaran darurat militer
  3. Paus Fransiskus nikmati lagu dari Indonesia
  4. Caritas Keuskupan Bandung bantu korban banjir bandang di Kabupaten Garut
  5. Bupati resmikan Gereja Katolik Santo Yosep Kemantan
  6. Universitas Katolik pertama dibuka di Vietnam
  7. Uskup desak umat Katolik bantu keluarga korban perang melawan narkoba
  8. Uskup minta umat Katolik miliki Kitab Suci dan mewartakan
  9. Kelompok Buddha garis keras Myanmar protes komisi tentang Rohingya
  10. Pemuda yang hendak bakar gereja di Bombana ditetapkan sebagai tersangka
  1. Nampaknya penduduk di Kalimantan lebih toleran......
    Said Jenny Marisa on 2016-09-23 09:07:47
  2. Kekejaman semakin banyak terjadi, apa sebabnya? Mengerikan membaca berita sekar...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-16 16:28:43
  3. Untuk mencegah umat di keuskupan mati karenanya, harus dipasang poster yang jela...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-13 13:45:12
  4. Semua aparat pemerintah daerah dan TNI POLRI di negri ini kehilangan tenaga..?...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:14:00
  5. Semua aparat pemerintah daerah,TNI POLRI yang bertugas di negri ini, kehilangan ...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:08:57
  6. Mengapa perempuan dibenci dan diperlakukan dengan kejam... Apakah laki laki itu ...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-12 12:16:03
  7. hebatttt sr Nia saudariku.....
    Said holiq on 2016-09-10 23:47:46
  8. Soal menghukum orang bukan urusan saya, tetapi toh tidak dapat diam saja. Menir...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-09 20:01:47
  9. Profisiat Mgr.... Semoga Tuhan sentiasa menaungi dan melindungi Bapa Uskup dalam...
    Said Permata on 2016-09-04 17:51:22
  10. Bagaimana doa melepaskan kuasa iblis...
    Said pkoing on 2016-09-04 01:06:09
UCAN India Books Online