UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Korban bajir tidur di emperan toko, 14.300 orang masih mengungsi

24/01/2013

Korban bajir tidur di emperan toko, 14.300 orang masih mengungsi thumbnail

Banjir di salah satu ruas jalan di Jakarta (Foto: dok)

 

Air Sungai Ciliwung kembali naik pada Rabu pagi, yang mengakibatkan sebagian warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, terpaksa mengungsi kembali namun mereka tinggal dan tidur di emperan toko di Jalan Jatinegara Barat karena tenda telah dibongkar.

Cece, 56, warga Kampung Pulo, yang rumahnya digenangi banjir untuk kedua kalinya sejak banjir besar pekan lalu memaksa ia, suami serta dua anaknya tidur dengan alas seadanya di emperan toko furniture.

“Sudah dikasih sama yang punya toko di dalam, cuma kalau malam panas saya ke luar,” ujarnya, Rabu (23/1).

Cece mengungkapkan, banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu sebenarnya telah surut, Selasa siang. Rasa gembira sempat dirasakan wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga itu. Namun, belum sempat ia membereskan sisa banjir di rumahnya, banjir kiriman kembali datang.

“Tadinya memang sudah mau pulang, ternyata sekarang banjir lagi. Ya sudah ke luar lagi. Lagian di dalam kan gelap, listrik belum dinyalakan, sudah gitu di rumah lembab lagi,” lanjutnya.

Satu posko pengungsi di dalam Kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur sebenarnya masih dibuka, namun Cece serta warga yang tidur di emperan toko enggan mengungsi di sana atas alasan lebih dekat dengan rumahnya.

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga Rabu pukul 14.00 WIB, masih terdapat 14.300 jiwa yang mengungsi di 90 lokasi akibat banjir Jakarta.

“Banjir sudah menyurut di banyak tempat hingga Rabu pukul 14.00 WIB. Namun masih terdapat 14.300 jiwa yang mengungsi di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara,” kata Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu.

Sutopo mengatakan persebaran pengungsi yaitu di Jakarta Timur 4.475 jiwa, Jakarta Selatan 1.563 jiwa, Jakarta Barat 4.751 jiwa, dan Jakarta Utara 3.511 jiwa. Pengungsi tersebar di 90 lokasi pengungsian.

Menurut dia, 225 RT, 92 RW dan 27 kelurahan di Jakarta masih terdapat genangan banjir dengan ketinggian 10-180 cm. Sebanyak 6.853 kepala keluarga atau 10.219 jiwa terdampak oleh banjir pada Rabu.

“Di Kelurahan Kampung Melayu Jakarta Timur genangan banjir masih 30-50 cm, terdapat pengungsi 1.275 jiwa. Mereka mengungsi di pinggir kali, Sudinkes Jakarta Timur, Jl. Jatinegara Barat, SDN 01, GPIB Koinonia, RS Hermina, Masjid Attawabin, dan GOR Jakarta Timur,” tuturnya.

Sedangkan di Kelurahan Cililitan masih terdapat 3.200 pengungsi di 6 lokasi. Rumah warga masih terendam banjir hingga 30 cm.

“Di Jakarta Selatan genangan banjir masih terjadi di Kelurahan Pengadegan hingga 50 cm yang merupakan daerah cekungan. Pengungsi 1.058 jiwa. Warga bantuan memerlukan obat-obatan, pembalut, pakaian, dan pompa sedot,” jelasnya.

Di Jakarta Barat, pengungsi terdapat di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng yaitu 674 jiwa yang rumahnya masih terendam banjir hingga 20 cm. Selain itu, di Kelurahan Cengkareng Barat 800 jiwa dan di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora sebanyak 1.285 jiwa.

Sedangkan di Jakarta Utara, tinggi genangan berkisar 20-100 cm, terdapat 1.126 pengungsi di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan. Pengungsi berada di SDN 03 dan 04 Penjaringan serta Kantor Kelurahan Penjaringan.

“Sedangkan di Kelurahan Pluit masih terdapat 1.705 pengungsi yang berada di lapangan futsal, Gedung Cometa, dan Apartemen Laguna. Pluit masih terendam banjir 20-180 cm,” katanya.

Sumber: kompas, antara

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Gereja minta Jokowi ungkap kelompok garis keras yang kacaukan Papua
  2. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  3. Menag: Pemaksaan kehendak salahi etika Islam
  4. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  5. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  6. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  7. Paus Fransiskus tunjuk lebih banyak perempuan untuk Komisi Teologi Internasional
  8. Egoisme agama muncul karena pendidikan tidak mengajarkan etika
  9. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  10. Korban topan Haiyan akan dipindahkan untuk kunjungan Paus
  1. Tim pelayanan penjara Yesuit mengunjungi keluarga para napi Laos di Thailand
  2. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  3. Universitas Yesuit di Asia-Pasifik bahas peran mereka dalam bidang keadilan sosial
  4. PID: Wadah pemuda lintas agama menyatukan perbedaan
  5. Kebebasan beragama dinilai jadi persoalan serius buat Jokowi
  6. Biarawati juara The Voice luncurkan album Natal
  7. Vatikan: Hari Komunikasi Sedunia 2015 fokus pada keluarga
  8. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  9. Paus Emeritus Benediktus XVI disebut kakek dari semua kakek
  10. Sambil berdemontrasi demi pro demokrasi, para mahasiswa Kristiani menyalurkan makanan
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online