MA kabulkan permohonan pemakzulan bupati yang nikah siri

25/01/2013

MA kabulkan permohonan pemakzulan bupati yang nikah siri thumbnail

 

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan usulan DPRD Garut Jawa Barat untuk memakzulkan Bupati Aceng Fikri yang dinilai melanggar hukum dan etika karena menikahi seorang perempuan di bawah umur.

Fikri menikahi Fanny Oktora, 18, namun ia menceraikannya 4 hari kemudian lewat SMS karena alasan Oktora tidak perawan lagi. Perkawinan ini pun tidak tercatat dalam buku perkawinan dan tidak mendapat izin tertulis dari isteri pertamanya. Keluarga Oktora kemudian melaporkan hal ini kepada DPRD Garut yang merespons dengan mengajukan surat permohonan pemakzulan pada 21 Desember lalu.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur mengatakan, keputusan permohonan DPRD Garut memiliki landasan hukum, karena itu MA mengabulkan permohonan tersebut. Namun, ia menjelaskan, MA hanya mengadili permohonan dari sudut yuridis, sedangkan pelaksanaan keputusan ini diserahkan kepada DPRD yang nanti mengajukan permohonan pemakzulan kepada presiden.

Perkawinan Aceng, menurut MA, melanggar UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 2 ayat 2 yang mengatakan, “Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” dan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pasal 27 ayat f yang menyebutkan, “menjaga etika dan norma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah”.

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menilai, pemakzulan ini patut diapresiasi karena yang dilakukan Aceng “bukan hanya tindakannya yang terang-terangan melecehkan perempuan tetapi sekaligus memperlihatkan kebangkrutan moral pejabat publik”.

“Secara etis dan wilayah moral sosial pun, sungguh merupakan penghinaan terhadap rakyat, secara terang-terangan mempertontonkan sebuah arogansi kekuasaan yang mandul empati terhadap rakyat”, katanya.

Ia menjelaskan, kondisi kehidupan masyarakat Kabupaten Garut yang tercatat sebagai salah satu daerah tertinggal tentu menyedihkan bila dibandingankan dengan apa yang dilakukan Aceng.

“Ketika rakyat ada dalam kemiskinan dan berjibaku dalam kehidupan yang sangat sulit, tentu sebuah penghinaan terhadap rakyat dengan mengumbar hasrat syahwat bahkan secara terbuka dan terang-terangan di depan publik”, jelasnya.

Sementara itu, Yuniyanti Chuzaifah, Ketua Komnas Perempuan, menilai pemakzulan Aceng merupakan sebuah langkah maju dalam proses perlindungan dan penghargaan terhadap perempuan di Indonesia.

“Komnas Perempuan terus mengawal pakta integritas agar proses seleksi pejabat publik harus dipastikan punya persepketif dan komitmen pada keadilan gender khususnya penghapusan kekerasan terhadap perempuan”, katanya.

Ia menambahkan, Komnas Perempuan akan bersama-sama semua pihak mendorong lahirnya RUU Anti kekerasan seksual.

Pengacara Aceng, Eggy Sudjana mempertanyakan proses pemberhentian yang dianggapnya cacat hukum karena lebih dikarenakan faktor tekanan publik.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Suara perempuan dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat
  2. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  3. Keuskupan Manado terus melakukan persiapan untuk IYD 2016
  4. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  5. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  6. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  7. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  8. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  9. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  10. Radikalisme akan tetap ada selama adanya ketidakadilan
  1. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  2. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  3. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  4. Gubernur Sulut dukung pembangunan pusat kaum muda Katolik
  5. Suara perempuan dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat
  6. Warga Tamil hadapi kehidupan suram setelah kembali dari pengungsian akibat perang
  7. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  8. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  9. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  10. Forum dialog Jakarta-Papua demi selesaikan polemik Papua
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online