UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Meningkatnya kasus perkosaan, sekolah-sekolah luncurkan pelajaran bela diri bagi para gadis

25/01/2013

Meningkatnya kasus perkosaan, sekolah-sekolah luncurkan pelajaran bela diri bagi para gadis thumbnail

 

Sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Madhya Pradesh, telah mendorong sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di negara bagian itu memulai kelas bela diri bagi para gadis.

Para gadis harus mampu melindungi diri dalam situasi darurat ketika bantuan orang lain mungkin tidak ada, kata JN Kansotiya, sekretaris kepala sekolah pendidikan tinggi negara bagian itu.

Meskipun tidak wajib, pemerintah telah meminta lembaga-lembaga pendidikan pemerintah mengadakan pelatihan bela diri mempersiapkan semua siswi atau mahasiswi mereka. Sekolah swasta juga menyediakan kelas yang sama.

Menurut sumber, pemerintah sedang memikirkan memasukan pelajaran bela diri untuk para gadis sebagai bagian dari kurikulum yang akan dimulai tahun ajaran berikutnya.

Para siswi menyambut baik langkah itu, yang muncul di tengah protes nasional atas pemerkosaan geng terakhir dan pembunuhan seorang mahasiswi di Delhi.

“Pelajaran bela diri ini tidak hanya membantu kami belajar teknik bela diri, tetapi juga mempersiapkan kami secara mental menghadapi serangan,” kata Damini Singh Chandel, seorang mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi di distrik Jabalpur.

Dia mengatakan banyak perempuan pasrah pada serangan dan tetap diam setelah kejadian itu karena mereka takut kehilangan martabat dan stigma lain dalam masyarakat yang lebih sering ketimbang menyalahkan pelaku.

“Tapi, serangan terhadap kaum perempuan semakin meningkat, dan mereka perlu dibekali dengan keterampilan agar orang-orang tidak mengambil keuntungan dari mereka,” katanya kepada ucanews.com.

Dalam laporan terbaru, Biro Catatan Kejahatan Nasional mengatakan Madhya Pradesh mencatat 3.406 kasus pemerkosaan tahun 2011. Negara bagian ini menyumbang 14,1 persen dari total kasus perkosaan di India.

Sekitar 10,6 persen korban berada di bawah usia 14 tahun, sementara 19 persen adalah remaja.

Dalam 10 bulan pertama tahun lalu, negara itu mencatat 2.868 kasus perkosaan, sekitar 255 di antaranya perkosaan dilakukan oleh para geng.

Dua puluh perempuan dibunuh setelah diperkosa, sementara 26 lainnya kemudian melakukan bunuh diri.

Selain kelas bela diri, pemerintah juga telah membentuk helpline (pelayanan telepon) khusus untuk memudahkan bagi perempuan melaporkan.

Pemerintah mengatakan pihaknya juga menyiapkan jalur cepat pengadilan untuk mencoba kasus pemerkosaan terhadap perempuan dalam jangka waktu 60 hari.

Sumber: Schools launch self-defense lessons for girls

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Menteri Anies kunjungi gereja di Ambon, pertama kali berdiri di mimbar gereja
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Mantan staf Karitas dan PBB di Jepang memilih jadi biarawati
  4. Tunawisma ditarik dari jalan-jalan, disembunyikan di penginapan mewah selama kunjungan Paus
  5. Uskup Agung Kuala Lumpur mengatakan kata 'Allah' masih digunakan dalam Misa
  6. Kemensos siapkan 700 pekerja sosial rehabilitasi korban narkoba
  7. Tiongkok akan melanjutkan pentahbisan uskup ilegal
  8. Utusan Vatikan bertemu para pejabat Vietnam di Hanoi
  9. Romo Benny: Presiden bertindak tak sesuai Konstitusi
  10. Jaringan Islam Liberal: Charlie Hebdo tidak anti-Islam
  1. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Ratusan organisasi desak Myanmar mendrop RUU tentang agama, pernikahan yang kontroversial
  3. Kelompok HAM internasional soroti pelanggaran HAM di Indonesia
  4. Kelompok HAM: Tiongkok lakukan pelanggaran HAM luar biasa
  5. Kemiskinan kronis memicu pekerja anak
  6. Gereja kecam persembunyian orang miskin selama kunjungan Paus
  7. Semarang terbitkan Perda Perlindungan Perempuan dan PSK
  8. Kardinal Baldisseri turut berdebat tentang keluarga menjelang sinode
  9. Pengadilan Tiongkok menolak klaim pendeta terkait pelanggaran hak asasi
  10. Presiden Obama ingatkan India terkait kekerasan agama
  1. Boleh saja melarang jika di tempat publik, tetapi jaminlah kalau perayaan diadak...
    Said on 2015-01-14 07:48:00
  2. Saya selalu beranggapan bahwa kecelakaan tidak perlu terjadi... Bahwasanya terja...
    Said on 2015-01-14 07:44:00
  3. Alangkah indahnya nanti kalau ada pemimpin baik.. semoga terus demikian....
    Said on 2015-01-14 07:30:00
  4. Aceh lain sifatnya dari Indonesia pada umumnya.. Kita prihatin nasib perempuan t...
    Said on 2015-01-14 07:17:00
  5. Mudah2an semacam ensiklik juga ditujukan untuk Indonesia, walaupun kaum Kristen-...
    Said on 2015-01-14 07:06:00
  6. Perjalanannya masih panjang di Aceh.....
    Said on 2015-01-09 05:46:00
  7. Baik sekali kalau dalam TNI tidak membedakan perayaan Nasrani - yang hadir semua...
    Said on 2015-01-09 05:44:00
  8. Like...
    Said Yohanes Seandy Sunjoko on 2014-12-21 10:11:00
  9. Mestinya yang mengajar, ya mengajar yang baik. Janganlah di khotbah pada waktu ...
    Said on 2014-12-18 07:06:00
  10. iya, iya, baiklah... tenaga dalam saja, jangan senjata. ..Banser kan artinya ba...
    Said on 2014-12-18 07:03:00
UCAN India Books Online