UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

“Cara” pelanggaran HAM di Indonesia berubah

28/01/2013

“Cara” pelanggaran HAM di Indonesia berubah thumbnail

Mahfud MD

 

Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan, Dewan Keamanan PBB sudah berhenti menyoroti pelanggaran HAM di Indonesia. Sebaliknya, “cara” pelanggaran HAM di Tanah Air berubah, dari dan oleh sesama rakyat atau oleh rakyat kepada aparatur negara.

Menurut mantan menteri pertahanan ini,  “Sekarang DK PBB tidak lagi mengagendakan pembahasan pelanggaran HAM di Indonesia, karena memang tidak ada lagi sekarang.”

Kuliah umum dan diskusi publik tentang “Islam dan Masa Depan Kepemimpinan Bangsa”, diadakan IAIN Mataram, dan dihadiri lebih dari 500 peserta, baik dari kalangan mahasiswa, politisi, maupun akademisi.

Pada era reformasi ini, katanya, pelanggaran HAM yang dulu dilakukan aparatur negara secara terstruktur dan masif terhadap rakyat, tidak terlihat lagi.

Berbeda dengan zaman Orde Baru, mencuat pelanggaran HAM di banyak lokasi, seperti di Tanjung Priuk yang dikategorikan pelanggaran HAM berat, demikian pula di Lampung, Aceh, dan Papua, serta daerah lainnya.

Dulu, katanya, pelanggaran HAM itu dilegalkan negara. “Ada SOP-nya, sengaja melanggar hak-hak rakyat, itu zaman Orde Baru, sekarang tidak ada. Indonesia tidak takut lagi kalau akan menghadiri sidang PBB,” ujarnya.

“Dulu, sidang umumnya Agustus, pada Mei sudah kasak-kusuk mengirim orang ke Mesir, ke negara lain, untuk minta tolong kalau bahas Indonesia, jangan disetujui ya. Sekarang DK PBB tidak lagi mengagendakan pembahasan pelanggaran HAM di Indonesia, karena memang tidak ada lagi,” ujarnya seperti dilansir antara.

Kini, “cara” pelanggaran HAM itu berubah bentuk, dari rakyat secara komunal terhadap rakyat alias secara horizontal atau malah oleh rakyat terhadap aparatur negara. Contoh terkini, kerusuhan berlatar rasial hanya karena desas-desus melalui SMS di Kabupaten Sumbawa, NTB, pada 22 Januari lalu.

“Kalau dulu polisi tempeleng rakyat, sekarang rakyat tempeleng polisi pada era reformasi,” tambah Mahfud.

 

  • franstantri dharma

    Sungguhkah terjadi tanda2 kemajuan keadaban dengan mampu menemukan akar2 kekerasan dan konflik selama ini. Masih ada berita tentang pelarangan atas cara2 Katolik di sekolah Katolik, seperti di Blitar itu.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. KKPK kumpulkan laporan peristiwa HAM selama 40 tahun
  2. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  3. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  4. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  5. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  6. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  7. Tim pelayanan penjara Yesuit mengunjungi keluarga para napi Laos di Thailand
  8. Paus Emeritus Benediktus XVI disebut kakek dari semua kakek
  9. Surat Gembala Hari Pangan Sedunia 2014
  10. Biarawati juara The Voice luncurkan album Natal
  1. Kardinal Hong Kong serukan perdamaian di tengah aksi protes
  2. Pesparawi XIII: Seni robohkan tembok pemisah umat beragama
  3. KKPK kumpulkan laporan peristiwa HAM selama 40 tahun
  4. Perempuan memiliki banyak karisma pribadi untuk dipersembahkan bagi Gereja
  5. Para wartawan Katolik hadapi resiko besar mengungkap penganiayaan
  6. PBNU khawatirkan gerakan pelunturan Pancasila
  7. Tim pelayanan penjara Yesuit mengunjungi keluarga para napi Laos di Thailand
  8. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  9. Universitas Yesuit di Asia-Pasifik bahas peran mereka dalam bidang keadilan sosial
  10. PID: Wadah pemuda lintas agama menyatukan perbedaan
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online